ILO: Better Work Indonesia membantu mengurangi risiko kebakaran di pabrik-pabrik mitra kerjanya
JAKARTA (Berita ILO): Ketika kobaran api menghanguskan sebuah pabrik sepatu di Jakarta pada tahun 2010 lalu, empat orang tewas. Mereka terjebak di antara api dan pintu keluar darurat yang terkunci. Di Bangladesh, pintu darurat yang terkunci pula menjadi salah satu penyebab dari kematian 112 orang ketika sebuah kebakaran besar menimpa sebuah pabrik garmen pada tahun 2012.
26 April 2013
Content also available in:
English
JAKARTA (Berita ILO): Ketika kobaran api menghanguskan sebuah pabrik sepatu di Jakarta pada tahun 2010 lalu, empat orang tewas. Mereka terjebak diantara api dan pintu keluar darurat yang terkunci. Di Bangladesh, pintu darurat yang terkunci pula menjadi salah satu penyebab dari kematian 112 orang ketika sebuah kebakaran besar menimpa sebuah pabrik garmen pada tahun 2012.
Pintu-pintu yang terkunci, peralatan keselamatan yang buruk dan kesalahan manusia dapat berarti hidup dan mati. Pabrik-pabrik garmen di Indonesia bekerjasama dengan ILO melalui Better Work Indonesia Program menyoroti permasalahan pencegahan bahaya kebakaran selama bulan april ini.
“Ini adalah topik yang hangat dibicarakan oleh pabrik-pabrik garmen saat ini,” kata Andy Agusta, manajer compliance dari PT Hollit Internasional. “Kesalahan manusia memberikan dampak yang besar.
Selanjutnya, Better Work Indonesia membantu pabrik-pabrik mitra kerjanya dengan membentuk sebuah komite ahli K3 yang akan mengawasi permasalahan kesehatan dan keselamatan, di tingkat perusahaan hampir semua (97 persen) dari komite K3 tidak berfungsi dengan benar.
Untuk menginspirasi perubahan yang positif, Better Work Indonesia telah melaksanakan sebuah workshop di pertengahan April untuk pabrik-pabrik mitra kerjanya dalam rangka menyoroti undang-undang ketenagakerjaan terkait dengan pencegahan kebakaran dan keselamatan kerja karyawan, sekaligus memperkenalkan peralatan pemadam kebakaran yang terbaru sehingga manajemen dapat meningkatkan kondisi tempat kerja saat ini.
“Saya akan menganalisa kembali pelajaran yang didapat hari ini ketika saya kembali ke pabrik,” kata Warlim Wibawa dari PT CSITE TEXPIA. “Saya berpikir secara keseluruhan kami harus menilai kembali segala sesuatunya.”
Selain itu, pada tanggal 28 April bertepatan dengan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Better Work Indonesia akan menyelenggarakan suatu hari untuk para pekerja dan keluarganya di area KBN Cakung yang menyoroti elemen pencegahan kebakaran. Melalui permainan, pertandingan, musik serta pengarahan, para peserta dapat belajar tentang pencegahan kebakaran di tempat kerja dan di perumahan.
Better Work adalah sebuah program kerjasama yang unik antara ILO dan Korporasi Keuangan Internasional (IFC). Better Work Indonesia didanai oleh Pemerintah Australia melalui Australian Agency for International Development (AUSAID), Netherlands Ministry of Foreign Affairs dan Swiss State Secretariat for Economic Affairs SECO.
Better Work Indonesia (BWI) adalah bagian dari Better Work Global Program dan merupakan salah satu proyek negara milik ILO yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar ketenagakerjaan dan meningkatkan daya saing dalam dunia industri apparel melalui pelayanan pendampingan dan pelatihan untuk pabrik yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pabrik. Program BWI dimulai pada tahun 2011 dengan fokus pada area geografis di JABODETABEK, termasuk Purwarkarta, Subang dan Karawang. Sejauh ini, terdapat 71 perusahaan garmen yang terdaftar dalam program BWI dan lebih dari 100 pabrik yang telah mengetahui keberadaan program ini di Indonesia.
Saat ini BWI telah memasuki tahap ke-2 pelaksanaan programnya dan memperluas daerah cakupan kerja di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Josephine Imelda
Petugas komunikasi dan manajemen pengetahuan
ILO-Better work Indonesia
Tel.: +6221-391 3112
Email
Website
Facebook: Better Work Indonesia
Twitter: @betterworkindo
Pintu-pintu yang terkunci, peralatan keselamatan yang buruk dan kesalahan manusia dapat berarti hidup dan mati. Pabrik-pabrik garmen di Indonesia bekerjasama dengan ILO melalui Better Work Indonesia Program menyoroti permasalahan pencegahan bahaya kebakaran selama bulan april ini.
“Ini adalah topik yang hangat dibicarakan oleh pabrik-pabrik garmen saat ini,” kata Andy Agusta, manajer compliance dari PT Hollit Internasional. “Kesalahan manusia memberikan dampak yang besar.
Di bulan April ini, Better work Indonesia (BWI) memberikan perhatian pada pencegahan kebakaran sebagai bagian dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di pabrik-pabrik mitra kerjanya. Penelitian yang dilakukan oleh Better Work Indonesia baru-baru ini menemukan bahwa 21 dari 35 pabrik tidak memiliki kebijakan K3 yang jelas dan tidak secara rutin melakukan penilaian terhadap bahaya yang berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini membuat karyawan dalam jumlah yang tak sedikit tersebut menjadi rentan terhadap bahaya kebakaran dan kecelakaan di tempat kerja.
Pintu-pintu yang terkunci, peralatan keselamatan yang buruk dan kesalahan manusia dapat berarti hidup dan mati. Pabrik-pabrik garmen di Indonesia bekerjasama dengan ILO melalui Better Work Indonesia Program menyoroti permasalahan pencegahan bahaya kebakaran selama bulan april ini.
Selanjutnya, Better Work Indonesia membantu pabrik-pabrik mitra kerjanya dengan membentuk sebuah komite ahli K3 yang akan mengawasi permasalahan kesehatan dan keselamatan, di tingkat perusahaan hampir semua (97 persen) dari komite K3 tidak berfungsi dengan benar.
Untuk menginspirasi perubahan yang positif, Better Work Indonesia telah melaksanakan sebuah workshop di pertengahan April untuk pabrik-pabrik mitra kerjanya dalam rangka menyoroti undang-undang ketenagakerjaan terkait dengan pencegahan kebakaran dan keselamatan kerja karyawan, sekaligus memperkenalkan peralatan pemadam kebakaran yang terbaru sehingga manajemen dapat meningkatkan kondisi tempat kerja saat ini.
“Saya akan menganalisa kembali pelajaran yang didapat hari ini ketika saya kembali ke pabrik,” kata Warlim Wibawa dari PT CSITE TEXPIA. “Saya berpikir secara keseluruhan kami harus menilai kembali segala sesuatunya.”
Selain itu, pada tanggal 28 April bertepatan dengan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Better Work Indonesia akan menyelenggarakan suatu hari untuk para pekerja dan keluarganya di area KBN Cakung yang menyoroti elemen pencegahan kebakaran. Melalui permainan, pertandingan, musik serta pengarahan, para peserta dapat belajar tentang pencegahan kebakaran di tempat kerja dan di perumahan.
Better Work adalah sebuah program kerjasama yang unik antara ILO dan Korporasi Keuangan Internasional (IFC). Better Work Indonesia didanai oleh Pemerintah Australia melalui Australian Agency for International Development (AUSAID), Netherlands Ministry of Foreign Affairs dan Swiss State Secretariat for Economic Affairs SECO.
Better Work Indonesia (BWI) adalah bagian dari Better Work Global Program dan merupakan salah satu proyek negara milik ILO yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar ketenagakerjaan dan meningkatkan daya saing dalam dunia industri apparel melalui pelayanan pendampingan dan pelatihan untuk pabrik yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pabrik. Program BWI dimulai pada tahun 2011 dengan fokus pada area geografis di JABODETABEK, termasuk Purwarkarta, Subang dan Karawang. Sejauh ini, terdapat 71 perusahaan garmen yang terdaftar dalam program BWI dan lebih dari 100 pabrik yang telah mengetahui keberadaan program ini di Indonesia.
Saat ini BWI telah memasuki tahap ke-2 pelaksanaan programnya dan memperluas daerah cakupan kerja di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Josephine Imelda
Petugas komunikasi dan manajemen pengetahuan
ILO-Better work Indonesia
Tel.: +6221-391 3112
Website
Facebook: Better Work Indonesia
Twitter: @betterworkindo