Program pelatihan K3
ILO bersama PT Nestlé Indonesia meningkatkan K3 bagi petani kopi di Indonesia
Melalui program pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ILO dan PT Nestlé Indonesia mengembangkan budaya K3 yang kuat di kalangan pekerja pertanian, dengan fokus khusus pada petani kopi.
3 Maret 2025
LAMPUNG, Indonesia (Berita ILO ) - Enam puluh petani kopi, pekerja, pemasok dan ahli agronomi di Kabupaten Tanggamus, Lampung, baru-baru ini berpartisipasi dalam pelatihan Pelatihan untuk Pelatih mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diselenggarakan oleh ILO bekerja sama dengan PT Nestlé Indonesia. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan tempat kerja di perkebunan kopi dan mempromosikan praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan.
Diselenggarakan dalam dua gelombang pada 20-23 Januari dan 10-13 Februari, pelatihan ini merupakan bagian dari Proyek ILO bertajuk ‘Meningkatkan Kondisi K3 dan Sosial bagi Laki-laki dan Perempuan di Komunitas Petani Kopi di Indonesia’, yang diimplementasikan di bawah kemitraan antara ILO Vision Zero Fund dan PT Nestlé Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja, memastikan kepatuhan terhadap hukum ketenagakerjaan, memperkuat perlindungan sosial dan mempromosikan kesetaraan gender dalam rantai pasok kopi di Indonesia.
Melalui kerja sama ini, PT Nestlé Indonesia dan ILO Vision Zero Fund terus berkomitmen untuk mendukung peningkatan standar K3 di komunitas petani kopi dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja di industri kopi Indonesia.
Kristina Kurths, Manajer Proyek Vision Zero Fund ILO
Manajer Proyek Vision Zero Fund ILO, Kristina Kurths, menyatakan bahwa survei pada 2024 yang dilakukan oleh proyek menyoroti berbagai risiko K3 yang dihadapi oleh para petani kopi. Hal ini termasuk penggunaan bahan kimia pertanian yang tidak aman, mengoperasikan mesin dan peralatan tanpa perlindungan yang memadai, mengangkat beban berat, terpapar debu, kendaraan pertanian dan kondisi jalan yang tidak aman, bekerja dalam waktu lama di bawah sinar matahari langsung serta kontak dengan serangga dan hewan lainnya.
“K3 merupakan bagian dari Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar di Tempat Kerja ILO dan juga merupakan aspek penting dalam operasi bisnis. Pelatihan untuk pelatih ini merupakan bagian dari respons langsung terhadap hasil survei. Melalui kerja sama ini, PT Nestlé Indonesia dan ILO Vision Zero Fund terus berkomitmen untuk mendukung peningkatan standar K3 di komunitas petani kopi dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja di industri kopi Indonesia,” ujar Kristina.
Kolaborasi kami dengan ILO dalam program pelatihan ini merupakan cerminan kepedulian PT Nestlé Indonesia terhadap kesejahteraan para mitra petani kopi kami, khususnya dalam memastikan mereka bekerja di lingkungan yang aman dan sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Sufintri Rahayu, Corporate Affairs & Sustainability Director of PT Nestlé Indonesia
Sementara Sufintri Rahayu, Corporate Affairs & Sustainability Director PT Nestlé Indonesia, menjelaskan bahwa terdapat lebih dari 11.000 petani kopi yang menjadi bagian dari ekosistem bisnis Nestlé Indonesia. “Kolaborasi kami dengan ILO dalam program pelatihan ini merupakan cerminan kepedulian PT Nestlé Indonesia terhadap kesejahteraan para mitra petani kopi kami, khususnya dalam memastikan mereka bekerja di lingkungan yang aman dan sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia.”
Menurut Syahrudi, Kepala Pertanian Berkelanjutan PT Nestlé Indonesia, “program-program pelatihan ini merupakan penyegaran bagi para petani kami, tidak hanya mengenai cara bertani yang berkelanjutan, namun juga cara yang aman untuk melakukannya. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai K3, para petani dapat meningkatkan kesejahteraan mereka sekaligus menjaga produktivitas pertanian.”
Pelatihan untuk pelatih ini menggunakan manual pelatihan Peningkatan Tempat Kerja dalam Pengembangan Lingkungan (WIND) dari ILO, yang dirancang untuk membantu petani skala kecil dan keluarga mereka meningkatkan keselamatan dan kesehatan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Panduan ini menekankan pada solusi-solusi sederhana dan praktis yang dapat diimplementasikan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara lokal dan berbiaya rendah.
Selama program pelatihan, para peserta mengeksplorasi tiga aspek utama dari pendekatan WIND: mengidentifikasi bahaya dan risiko K3 di perkebunan kopi, memprioritaskan tindakan untuk mengatasi masalah K3 dengan menggunakan metode Pelatihan Berorientasi Aksi Partisipatif (PAOT) dan menerapkan praktik kerja yang lebih aman dan lebih sehat di perkebunan dan pusat-pusat pengumpulan kopi.
Program-program pelatihan ini merupakan penyegaran bagi para petani kami, tidak hanya mengenai cara bertani yang berkelanjutan, namun juga cara yang aman untuk melakukannya.
Syahrudi, Kepala Pertanian Berkelanjutan PT Nestlé Indonesia
Suparman, salah seorang petani kopi di Tanggamus, memuji program pelatihan ini karena telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan K3-nya. “Sebelum mengikuti pelatihan, saya hanya mengetahui instruksi keselamatan dasar untuk penggunaan pestisida. Sekarang saya memahami bahwa K3 sangat penting di seluruh proses produksi kopi - mulai dari perawatan kebun dan panen hingga pengeringan dan pengemasan biji kopi. Saya juga belajar bahwa menerapkan praktik-praktik K3 yang baik tidak hanya mencegah cedera dan penyakit, tetapi juga meningkatkan produktivitas.”
Para peserta juga bersemangat untuk berbagi pengetahuan dengan komunitas pertanian mereka. Seperti yang dikatakan oleh Tanwin, seorang petani kopi dan pelatih sukarelawan dalam teknik pertanian kopi berkelanjutan di bawah program Nescafé Plan, “Saya senang menjadi bagian dari inisiatif pelatihan ini dan juga sangat bersemangat untuk berbagi pengetahuan K3 dengan petani lain, karena banyak yang masih belum memiliki kesadaran tentang pencegahan risiko K3. Pengetahuan dan keterampilan baru ini tidak hanya melindungi hak-hak pekerja pertanian, tetapi juga memastikan bahwa kopi kami ditanam di bawah kondisi yang mendukung praktik pertanian berkelanjutan dan menjaga mata pencaharian kami.”
Vision Zero Fund merupakan bagian dari Keselamatan dan Kesehatan untuk Semua, program utama ILO yang membangun budaya kerja yang aman dan sehat.
Related content
Vision Zero Fund
Meningkatkan kondisi K3 dan sosial bagi perempuan dan laki-laki di komunitas petani kopi di Indonesia
Relevant projects
Vision Zero Fund
Meningkatkan kondisi K3 dan sosial bagi perempuan dan laki-laki di komunitas petani kopi di Indonesia