ILO bekerja sama dengan Universitas Diponegoro dalam upaya memerangi kerja paksa di industri perikanan

Program Accelerator Lab 8.7 ILO telah memulai usaha bersama dengan Universitas Diponegoro untuk mendukung upaya melawan kerja paksa di sektor perikanan.

5 September 2023

Content also available in: English
Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Yos Johan Utama, Rektor Universitas Diponegoro (Undip) di Indonesia menandatangani perjanjian kolaborasi bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kurikulum dan memperluas pengetahuan dosen, mahasiswa dan dosen universitas tersebut mengenai standar ketenagakerjaan internasional dan pekerjaan yang layak.

ILO dan Universitas Diponegoro (Undip) di Indonesia menandatangani perjanjian kolaborasi bersama untuk mengarusutamakan standar ketenagakerjaan internasional kepada institusi pendidikan. Acara penandatanganan dilakukan di Semarang, Jawa Tengah, pada 29 Agustus didukung oleh program 8.7 Accelerator Lab, yang bertujuan untuk mempercepat replikasi praktik-praktik yang menjanjikan dan mengidentifikasi solusi baru untuk mengakhiri kerja paksa dan pekerja anak secara global, termasuk di Indonesia.

Perjanjian ILO-Undip telah membuka upaya kolaboratif lebih lanjut dalam mengarusutamakan isu-isu yang berkaitan dengan bisnis dan hak asasi manusia serta tindakan untuk menangani kerja paksa di sektor perikanan termasuk isu-isu perekrutan yang adil, representasi awak kapal perikanan, penghapusan pekerja anak dan kesetaraan kesempatan kerja.

Program gabungan awal yang hanya melibatkan dua fakultas, Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik harus diperluas agar kerjasama penting ini dapat diperkuat di seluruh universitas."

Yos Johan Utama, Rektor Universitas Diponegoro (Undip)
Kolaborasi bersama ini juga merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman global yang ditandatangani dengan Global Business School Network (GBSN) dan Geneva School of Economics and Management (GSEM) Universitas Jenewa. Perjanjian-perjanjian ini merupakan bagian dari upaya ILO untuk berkolaborasi secara inovatif dengan lembaga-lembaga akademik di bidang bisnis dan hak asasi manusia serta menciptakan garda depan global melawan eksploitasi tenaga kerja.

“ILO sangat menyambut baik kolaborasi dengan Undip sebagai universitas terkemuka yang berlokasi di salah satu wilayah pesisir perikanan Indonesia di Semarang, Jawa Tengah yang juga dikenal sebagai provinsi asal awak kapal perikanan Indonesia terbesar baik di kapal penangkap ikan Indonesia maupun asing. Kami juga telah menyiapkan berbagai program pelatihan bagi dosen dan mahasiswa serta bagi yang berminat untuk bergabung,” ujar Michiko mengomentari penandatanganan bersama tersebut.

Ia juga berharap melalui program bersama ini, Undip dapat berperan sebagai universitas terkemuka di Provinsi Jawa Tengah yang secara aktif mempromosikan pekerjaan layak dan dapat berkontribusi dalam mengatasi defisit pekerjaan layak di sektor perikanan di provinsi tersebut.

ILO sangat menyambut baik kolaborasi dengan Undip sebagai universitas terkemuka yang berlokasi di salah satu wilayah pesisir perikanan Indonesia di Semarang, Jawa Tengah yang juga dikenal sebagai provinsi asal awak kapal perikanan Indonesia terbesar baik di kapal penangkap ikan Indonesia maupun asing."

Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia
Sementara Rektor Yos menekankan perlunya memperluas upaya kolaboratif ini ke fakultas terkait. “Program gabungan awal yang hanya melibatkan dua fakultas, Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik harus diperluas agar kerjasama penting ini dapat diperkuat di seluruh universitas,” ujarnya.

Untuk itu, penandatanganan kerjasama bersama ini langsung dilanjutkan dengan lokakarya yang melibatkan dosen dari lima fakultas lainnya, seperti, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Sekolah Vokasi dan SDG Center Undip.

Sebagai tindak lanjutnya, akan diselenggarakan lokakarya bersama untuk memperkenalkan alat pengajaran baru tentang ketenagakerjaan dan hak asasi manusia bagi para dosen Undip dan anggota fakultasnya. Muhamad Nour, Koordinator Program Nasional ILO untuk 8.7 Accelerator Lab di Indonesia, menjelaskan bahwa program 8.7 Accelerator Lab ILO telah mengembangkan alat pengajaran untuk mempromosikan pekerjaan layak dan penghapusan kerja paksa di industri perikanan.

“Sumber rujukan pengajaran ini telah dirancang oleh dosen sekolah bisnis dan ahli materi pelajaran untuk digunakan oleh dosen sekolah bisnis lainnya berdasarkan Nota Kesepahaman global yang disebutkan di atas. Dan kami berharap alat pengajaran ini juga dapat dimanfaatkan oleh Undip sebagai universitas mitra ILO dalam memerangi eksploitasi tenaga kerja,” tambah Muhamad.

Selain itu, ILO telah meluncurkan perangkat yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pelaporan mahasiswa komunikasi mengenai isu-isu kerja paksa dari tiga universitas terpilih yang berlokasi di wilayah pesisir: Undip, Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang di Jawa Timur dan Universitas Islam Bandung (Unisba) di Jawa Barat. Perangkat ini mencakup materi mendalam seperti studi kasus, glosarium istilah spesifik, serta fakta dan data angka penting.