Penghargaan media
ILO-AJI Jakarta anugerahi penghargaan media mengenai pekerja rumah tangga dan pekerja rumah tangga anak
ILO dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menyelenggarakan acara penyerahan penghargaan media atas reportase terbaik mengenai perlindungan pekerja rumah tangga (PRT) dan penghapusan pekerja rumah tangga anak (PRTA) di Indonesia pada 23 November lalu di Jakarta. Pemenang dari lima kategori dibagi menjadi empat jenis: artikel feature, foto bercerita, liputan mendalam dan laporan investigasi.
25 November 2016
Pemenang dari lima kategori dibagi menjadi empat jenis: artikel feature, foto bercerita, liputan mendalam dan laporan investigasi.
Penghargaan media ini bertujuan untuk mengapresiasi karya jurnalis dalam menghasilkan produk-produk jurnalisme bermutu, yang mampu menggambarkan berbagai persoalan PRT dan PRTA. Penghargaan media ini juga merupakan bagian dari kampanye ILO untuk menyoroti berbagai upaya nasional, termasuk media massa, dalam mendorong pekerjaan yang layak bagi PRT dan penghapusan PRTA.
“ILO sangat menghargai kemitraan dengan AJI Jakarta. Melalui penghargaan media ini, diharapkan media dapat melanjutkan upaya mengedukasi masyarakat, memperkuat upaya-upaya baik di tingkat nasional dan daerah, serta memberikan suara kepada para pekerja rumah tangga dan pekerja rumah tangga anak yang tidak dapat menyalurkan aspirasinya melalui berbagai karya jurnalisme yang luar biasa terkait dengan isu-isu ini, “ ujar Michiko Miyamoto, Wakil Direktur ILO di Indonesia.ILO sangat menghargai kemitraan dengan AJI Jakarta. Melalui penghargaan media ini, diharapkan media dapat melanjutkan upaya mengedukasi masyarakat, memperkuat upaya-upaya baik di tingkat nasional dan daerah, serta memberikan suara kepada para pekerja rumah tangga dan pekerja rumah tangga anak yang tidak dapat menyalurkan aspirasinya melalui berbagai karya jurnalisme yang luar biasa terkait dengan isu-isu ini."
Michiko Miyamoto, Wakil Direktur ILO di Indonesia
Proses registrasi dan seleksi dilakukan bagi karya jurnalistik media yang dipublikasikan dalam periode 1 Juni 2015 hingga 30 September 2016, baik diproduksi oleh para jurnalis secara perorangan maupun tim. Terdapat 82 artikel dan pelaporan jurnalistik yang diterima dan dipilih melalui sebuah proses seleksi oleh para juri: Endy Bayuni, Pemimpin Redaksi Jakarta Post, Burhan Solihin, Editor Eksekutif Tempo.co dan Mohamad Teguh, Pemimpin Redaksi SCTV.
Selain penghargaan media, ILO dan AJI Jakarta juga memberikan beasiswa media bagi para jurnalis terpilih untuk melakukan peliputan mendalam mengenai PRT dan PRTA. Para jurnalis yang terpilih dari tujuh media terkemuka mempublikasikan dan menyiarkan rangkaian pelaporan mendalam atas sejumlah persoalan, seperti: kurangnya peraturan mengenai PRT, hak untuk berserikat bagi PRT, penderitaan PRTA, kurangnya perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja bagi PRT dan PRTA sebagai sebuah bentuk perbudakan modern.
Dua penghargaan kehormatan diberikan kepada para PRT yang secara aktif mengadvokasi perjuangan PRT sebagai bagian dari jurnalisme warga. Selain itu, sebagai sebuah upaya untuk terus mendorong pekerjaan yang layak untuk PRT, ILO Jakarta menyelenggarakan serangkaian pelatihan keterampilan menulis bagi PRT sehingga mereka dapat mengadvokasi berbagai persoalan yang dialami dan dapat menyuarakan aspirasinya.
Penghargaan dan beasiswa media ini merupakan bagian dari kampanye ILO melalui Proyek Mempromorsikan Pekerjaan yang Layak untuk Pekerja Rumah Tangga guna Mengakhiri Pekerja Rumah Tangga Anak (PROMOTE). Didanai Departemen Perburuhan Amerika Serikat (USDOL), Proyek PROMOTE bertujuan mengurangi pekerja rumah tangga anak secara signifikan dengan membangun kapasitas kelembagaan mitra guna mendorong pekerjaan yang layak untuk pekerja rumah tangga secara efektif.
Pemenang Penghargaan Media ILO-AJI Jakarta 2016
Laporan investigasi:
- “NTT Darurat Perdagangan Manusia” oleh Johan Pahlevi dari Metro TV.
Pelaporan mendalam:
- “Ani: Habis Gelap Terbitlah Terang” oleh Kenia Gusnaeni dari Rajawali TV (RTV).
- “Menolak Pengabaian” oleh Wina Triyanita Sari Simanjuntak dari DAAI TV.
Artikel feature:
- “Menggantung Nasib PRT” oleh Kresna dari Tirto.id.
- “Geliat Pemberdayaan PRT” oleh Dodi Prananda dari Jawa Pos.
Foto bercerita:
- “Cerita Penampungan PRT” oleh Andrey Gromico dari Tirto.id.