Hari Dunia Menentang Pekerja Anak 2015: Anak-anak Diskusikan Kualitas Pendidikan dengan Pembuat Kebijakan

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Indonesia, bekerja sama dengan Yasayan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI), akan menyelenggarakan dialog interaktif antara anak-anak (anak sekolah, anak putus sekolah, pekerja anak dan anak rumah singgah) dengan para pembuat kebijakan mengenai kualitas pendidikan pada Kamis, 11 Juni, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, pukul 08.00-12.00.

11 Juni 2015

Content also available in: English
JAKARTA (Berita ILO): Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Indonesia, bekerja sama dengan Yasayan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI), akan menyelenggarakan dialog interaktif antara anak-anak (anak sekolah, anak putus sekolah, pekerja anak dan anak rumah singgah) dengan para pembuat kebijakan mengenai kualitas pendidikan pada Kamis, 11 Juni, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, pukul 08.00-12.00. Dialog interaktif ini diselenggarakan sejalan dengan peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak pada 12 Juni yang mengusung tema: “Katakan Tidak pada Pekerja Anak, Ya pada Pendidikan yang Berkualitas”.

Dialog interaktif ini menandai perjalanan dan upaya panjang penanggulangan pekerja anak di Indonesia. Dialog juga menandai pentingnya kualitas pendidikan sebagai langkah kunci dalam menanggulangi pekerja anak. Pendidikan yang berkualitas, bebas biaya dan bersifat wajib serta batas usia untuk bekerja merupakan perangkat utama dalam menghapuskan pekerja anak. Kehadiran di sekolah artinya memindahkan anak dari pasar kerja dan menjadi dasar dalam memperoleh keterampilan kerja yang diperlukan dalam mendapatkan pekerjaan di masa mendatang.

Untuk membahas lebih lanjut mengenai peningkatan kualitas pendidikan di negara ini, sekitar 25 anak dari Jakarta, Banten, Malang dan Nias akan mengajukan pertanyaan kepada para pembuat kebijakan dan pejabat terkait mengenai isu terkait pendidikan gratis, wajib dan berkualitas, upaya meningkatkan kebijakan nasional mengenai pendidikan bagi pekerja anak dan kebijakan yang memastikan kualitas pendidikan dan investasi dalam profesi guru. Anak-anak ini mewakili siswa sekolah, anak-anak putus sekolah dan pekerja anak di sektor berikut: penambangan batu, konstruksi, pertanian, industri rumahan dan manufaktur.

Berdasarkan pengalaman dan perjuangan mereka sendiri dalam mendapatkan pendidikan yang berkualitas, anak-anak akan memberikan pendapat dan pengamatan mereka terkait kualitas pendidikan mengenai, antara lain, akses atas pendidikan, infrastruktur dan metode pengajaran serta ketersediaan guru, terutama di daerah terpencil. Anak-anak ini akan mengajukan pertanyaan kepada para pejabat dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Dialog interaktif ini diharapkan dapat memperkuat komitmen di antara para pembuat kebijakan dalam menyusun kebijakan-kebijakan terkait sebagai upaya memastikan pendidikan yang berkualitas di negara ini, dan meningkatkan kesadaran serta menggalang dukungan dari berbagai pemangku kepentingan dalam penghapusan pekerja anak melalui pendidikan. Dialog ini juga menjadi bagian dari serangkaian kegiatan yang dilakukan ILO dan para mitranya guna menegaskan upaya penghapusan pekerja anak, terutama bentuk-bentuk terburuknya.

Dialog ini diselenggarakan oleh ILO melalui Proyek Memerangi Pekerja Anak melalui Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Anak-anak yang Memasuki Batas Usia Kerja, didanai oleh Pemerintah Belanda. Proyek ini bertujuan untuk membantu upaya penghapusan pekerja anak melalui peningkatan akses atas pekerjaan layak bagi anak-anak yang sudah mencapai usia minimum untuk bekerja. Proyek juga mendukung upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam mencapai Indonesia yang bebas pekerja anak pada 2022.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Fasrul Abbas
Koordinator ILO untuk Program Pekerja Anak
Tel.: +6221 391 3112 ext. 126
Email

Gita Lingga
Staf Komunikasi ILO
Tel. : +6221 391 3112 ext. 115
Email