Gubernur Jawa Barat dukung pengembangan inklusi keuangan dan UKM yang digagas ILO
Gubernur Jawa Barat menyambut baik delegasi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Sekretariat Negara Swiss untuk Bidang Ekonomi (SECO) untuk semakin memperkuat kolaborasi dalam bidang inklusi keuangan dan pengembangan UKM di Provinsi Jawa Barat.
6 Juni 2023
Tujuan utama dari pertemuan ini adalah memperkenalkan kegiatan yang dilakukan oleh ILO untuk lebih memperkuat kolaborasi terkait inklusi keuangan dan pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia di Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi ini merupakan bagian dari prioritas pemerintah Indonesia untuk mempromosikan ekonomi digital yang juga diselaraskan dengan kebijakan dan program pemulihan ekonomi pasca pandemi guna mendorong transformasi digital dan meningkatkan inklusi keuangan, termasuk pembiayaan UKM.ILO sangat menghargai kesempatan untuk duduk bersama Gubernur Ridwan guna membahas prioritas ILO untuk membantu UKM lokal di Jawa Barat dalam meningkatkan daya saing dan produktivitas mereka serta mempercepat pemulihan bisnis mereka melalui digitalisasi."
Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste
ILO, melalui program bertajuk “Mempromosikan Usaha Kecil dan Menengah melalui Akses Pelaku Wirausaha terhadap Jasa Keuangan” (Promise II Impact) yang didanai oleh SECO, mendukung UKM untuk memanfaatkan Layanan Keuangan Digital dan meningkatkan nilai ekosistem rantai nilai baru UKM dengan pengadopsian teknologi digital yang khusus dikembangkan oleh UKM di sektor produktif. Selanjutnya, program ini membangun kapasitas dan memberikan dukungan teknologi digital bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai sasaran utama, dengan sasaran tambahan kepada pelaku UKM dan pemberi layanan pengembangan usaha.
Provinsi Jawa Barat telah terpilih sebagai salah satu provinsi sasaran dengan serangkaian kegiatan dan program sebagai berikut:
- Meningkatkan dan mendigitalisasi ekosistem rantai nilai UKM untuk Rantai Nilai Sapi Perah (KPBS) di Pangalengan.
- Mendukung transformasi digital BPR terpilih di Jawa Barat, termasuk peningkatan sistem core banking yang melibatkan BPR Karta Raharja, BPR Bandung Kidul, BPR Bandung (Kota), dan BPR Subang.
- Membangun kapasitas UKM/petani melalui Pelatihan untuk Pelatih dan Pendampingan bagi UKM/petani dengan menggunakan modul Edukasi Finansial dan Kewirausahaan (GET Ahead) ILO.
- Membangun kapasitas BPD dan BPR melalui pelatihan untuk staf manajer tingkat menengah dan manager tingkat atas BPD/BPR dengan menggunakan modul Making Microfinance Work (MMW) ILO.
- Mendukung pembuat kebijakan dalam mengembangkan UKM dan inklusi keuangan.
Sementara itu Djauhari Sitorus, Manajer Program Promise II Impact, menjelaskan tingginya potensi UKM di Provinsi Jawa Barat yang dikenal sebagai provinsi penghasil UKM terbesar di negeri ini. "Selain Nusa Tenggara Timur, Promise II Impact ILO telah memilih Jawa Barat sebagai provinsi sasaran. Tingginya kontribusi yang dapat diberikan oleh UKM lokal di Jawa Barat merupakan wahana penggerak ekonomi yang dapat mengurangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja produktif," tambah Djauhari.Dengan dukungan kuat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, program Promise II Impact akan membantu UKM untuk tumbuh dan menciptakan lapangan kerja, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada agenda inklusi keuangan Indonesia."
Philipp Orga, Kepala Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, Kedutaan Besar Swiss di Indonesia
Promise II Impact, yang akan diimplementasikan hingga tahun 2025, merupakan kelanjutan dari Promise Impact tahap pertama yang bertujuan untuk mempromosikan pengembangan UKM di Indonesia dan memberi akses yang lebih besar ke layanan keuangan untuk UKM. Tahap pertama yang juga didanai oleh SECO tersebut telah dilaksanakan selama empat tahun dari tahun 2015 hingga 2019 dengan dukungan kerja sama dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BPD dan BPR.
"Pemerintah Swiss berkomitmen untuk mendukung pengembangan UKM di Indonesia yang merupakan tulang punggung perekonomian negara melalui upaya membuka akses keuangan dan meningkatkan transformasi digital mereka. Dengan dukungan kuat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, program Promise II Impact akan membantu UKM untuk tumbuh dan menciptakan lapangan kerja, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada agenda inklusi keuangan Indonesia," ujar Philipp Orga, Kepala Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, Kedutaan Besar Swiss di Indonesia.
Pertemuan kehormatan ini juga diikuti dengan kunjungan lapangan untuk memantau kemajuan kegiatan yang telah dilaksanakan dan untuk mengkaji langkah-langkah ke depan dengan para mitra pelaksana Promise II Impact ILO di Jawa Barat.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Yanis SaputraStaf Proyek Promise II Impact ILO
Email: [email protected]
Gita Lingga
Staf Komunikasi ILO
Email: [email protected]