Forum Bisnis Better Work Indonesia 2016

Lebih dari 20 pembeli dan pemasok berpartisipasi dalam forum ini. Forum tahunan ini terbuka bagi partisipasi yang lebih luas seperti pemasok untuk mendukung solusi inovatif terhadap berbagai tantangan ketenagakerjaan dalam rantai pasokan global yang besar.

12 September 2016

Content also available in: English
Forum Bisnis Indonesia berlangsung 6-7 September di Jakarta “Forum Bisnis merupakan acara penting tahunan yang mampu menyediakan peluang untuk mengembangkan pendekatan dan prinsip dalam membangun konsensus serta dialog sosial dengan para aktor utama dalam rantai usaha di Indonesia,” demikian Michiko Miyamoto, Wakil Direktur ILO untuk Indonesia, saat membuka Forum Bisnis Better Work Indonesia pada 6-7 September 2016 di Jakarta.

Industri garmen dan alas kaki menghadapi tantangan seperti peningkatan upah tahunan sebesar 11 persen; melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar AS dan tekanan pembeli terkait dengan harga. Untuk memastikan bahwa industri tetap kompetitif, komunikasi antara pabrik dan serikat pekerja harus terbuka dan transparan."

Anne Patricia Susanto dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Lebih dari 20 pembeli dan pemasok berpartisipasi dalam forum ini. Forum tahunan ini terbuka bagi partisipasi yang lebih luas seperti pemasok untuk mendukung solusi inovatif terhadap berbagai tantangan ketenagakerjaan dalam rantai pasokan global yang besar.

Acara ini memberikan fokus khusus pada fitur-fitur Better Work seperti pelaporan publik. Fitur juga mencakup tantangan dan peluang dalam kepatuhan terhadap peraturan serta persoalan dalam hubungan industrial. Hari kedua forum ini difokuskan pada mitra-mitra Better Work. Pada sesi ini disediakan ruang untuk berinteraksi dengan serikat pekerja, asosiasi pengusaha, dan perwakilan pemerintah di tingkat nasional untuk membahas isu-isu kunci yang mempengaruhi kepatuhan, termasuk problem yang dihadapi di sektor garmen dan alas kaki.

Sebelumnya, bukti dari hasil yang sama-sama menguntungkan, meningkatkan kondisi kerja dan meningkatkan margin profit, sebagian besar masih menjadi anekdot belaka. Kajian Dampak yang dilakukan Tufts University menjadi langkah yang signifikan dalam membangun bukti dari relasi tersebut."

Professor Drusilla Brown, penulis utama dari laporan
“Industri garmen dan alas kaki menghadapi tantangan seperti peningkatan upah tahunan sebesar 11 persen; melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar AS dan tekanan pembeli terkait dengan harga. Untuk memastikan bahwa industri tetap kompetitif, komunikasi antara pabrik dan serikat pekerja harus terbuka dan transparan,” kata Anne Patricia Susanto dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dalam sesi diskusi.

Better Work Indonesia merupakan salah satu dari lima program negara yang dikaji secara independen oleh Tufts University atas efektivitasnya dalam meningkatkan kehidupan pekerja garmen dan meningkatkan daya saing pabrik. Hasil dari Laporan Kajian Dampak menunjukkan bahwa Program Better Work memiliki dampak signifikan dan penting pada kondisi kerja.

“Sebelumnya, bukti dari hasil yang sama-sama menguntungkan, meningkatkan kondisi kerja dan meningkatkan margin profit, sebagian besar masih menjadi anekdot belaka. Kajian Dampak yang dilakukan Tufts University menjadi langkah yang signifikan dalam membangun bukti dari relasi tersebut,” ujar Professor Drusilla Brown, penulis utama dari laporan tersebut.

Ditegaskan juga bahwa pemantauan terhadap kepatuhan sangat penting dan dialog sosial memainkan bagian penting dalam meningkatkan hasil bagi pekerja. Dampak-dampak utama yang disoroti, mencakup:
  • Stabilitas kerja yang lebih baik bagi pekerja, dengan proporsi pekerja memiliki jangka waktu kontrak yang lebih panjang naik menjadi dua kali lipat.
  • Peningkatan kesadaran pekerja mengenai hak dan kesediaan untuk mempertimbangkan serikat pekerja dengan serius.
  • Penurunan prevalensi kekerasan verbal.
  • Efek yang cukup besar dalam besaran upah yang dibawa pulang pekerja.
  • Peningkatan perawatan prenatal.