Dunia usaha Indonesia melangkah ke arah praktik usaha yang lebih bertanggungjawab
Praktik-praktik usaha dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) telah berkembang di berbagai belahan dunia dan di Indonesia sebagai strategi usaha baru demi keberlanjutan usaha jangka panjang. Selanjutnya, di tingkat global, semakin beragam perangkat, kerangka kerja dan prakarsa yang dikembangkan dan diadopsi untuk memberikan panduan bagi perusahaan-perusahaan multinasional dan usaha-usaha lokal, yang kerapkali menjadi bagian dari rantai pasokan global.
29 November 2011
JAKARTA (Berita ILO): Praktik-praktik usaha dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) telah berkembang di berbagai belahan dunia dan di Indonesia sebagai strategi usaha baru demi keberlanjutan usaha jangka panjang. Selanjutnya, di tingkat global, semakin beragam perangkat, kerangka kerja dan prakarsa yang dikembangkan dan diadopsi untuk memberikan panduan bagi perusahaan-perusahaan multinasional dan usaha-usaha lokal, yang kerapkali menjadi bagian dari rantai pasokan global.
Untuk mempromosikan praktik-praktik usaha yang bertanggungjawab dan CSR di seluruh komunitas usaha, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), bersama dengan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan Indonesia Business Links (IBL), akan menyelenggarakan dialog bertajuk “Praktik-praktik Bisnis yang Bertanggungjawab dan Berkelanjutan di Sepanjang Nilai Rantai: Dialog ILO-OECD dengan Komunitas Bisnis di Indonesia,” pada Rabu, 30 November 2011, di Ruang Batur Rinjani, Mercantile Athletic Club, World Trade Centre, Jakarta. Dialog ini akan diresmikan oleh HS Dillon, Utusan Khusus Presiden untuk Pengurangan Kemiskinan.
Dialog ini akan terfokus pada dua perangkat terpenting dalam bisnis yang bertanggungjawab: Panduan OECD untuk Perusahaan Multinasional dan Prinsip-prinsip Deklarasi Tripartit ILO tentang Perusahaan Multinasional dan Kebijakan sosial. Kedua perangkat ini, diadopsi pada 1976 dan 1977, telah secara berkala diperbaharui dengan tujuan memberikan panduan yang lengkap bagi perusahaan-perusahaan multinasional mengenai dimensi sosial dari praktik usaha yang bertanggungjawab.
Dialog ini menghadirkan komunitas bisnis di seluruh Indonesian, termasuk perusahaan nasional dan multinasional, untuk secara lebih jauh membahas dan memahami panduan-panduan yang diberikan oleh kedua perangkat tersebut. Dialog pun memberikan sarana bagi para perusahaan untuk berbagi pengalaman mengenai tantangan dan peluang yang ada serta menentukan langkah ke depan dalam membangun praktik-praktik usaha yang berkelanjutan dan bertanggungjawab.
Dialog ini akan menghadirkan Githa Roelans, Spesialis Senior ILO untuk Program Perusahaan Multinasional dan Marie-France Houde, Kepala Unit OECD untuk Panduan OECD bagi Perusahaan Multinasional, yang akan membahas mengnai lingkungan usaha internasional dan kaitannya dengan kedua perangkat ini bagi usaha dan rantai pasokan global yang bertanggungjawab. Sementara perusahaan-perusahaan multinasional Indonesia, seperti Siemens, BP, Unilever dan GAP akan membicarakan mengenai tantangan yang dihadapi perusahaan Indonesia dalam mata rantai pasokan global dan investasi asing serta contoh-contoh praktis pelaksanaan kedua perangkat panduan tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Ratna Novianti
Senior External Relation Officer
Indonesia Business Links
Tel.: +62 21 520 2530/33
Email
Gita Lingga
Media Relation Officer
Kantor ILO Jakarta
Tel.: +6221 391 39112 ext. 115
Email