Direktur Jenderal ILO mengunjungi proyek Pekerjaan yang Layak dan bertemu dengan masyarakat desa di Kupang-NTT- Indonesia
Selama kunjungan kerja seharinya, Guy Ryder akan berdiskusi dengan masyarakat pedesaan mengenai mata pencaharian mereka dan hal-hal lainnya berkaitan dengan pekerja dengan pemerintah lokal setempat, perwakilan pengusaha, dan pekerja di Propinsi NTT.
13 Desember 2014
Content also available in:
English
Kupang (ILO News)- Direktur Jenderal organisasi perburuhan International, Guy Ryder, direncanakan menghadiri diskusi mengenai pekerja dan tur ke sebuah desa yang didukung oleh proyek pekerjaan yang layak ILO dalam kunjungannya pada 13 Desember ke Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Indonesia
Ryder akan mengunjung sebuah desa di Kabupaten Kupang, yang juga merupakan bagian dari program ILO dan Pemerintah NTT dalam proyek pekerjaan yang layak untuk ketahanan pangan.
Ryder akan mengunjungi masyarakt desa, yang mana pada umumnya dari mereka bekerja dalam sektor peternakan, jagung dan rumput laut sebagai penghasilan utama mereka. Beliau akan mengetahui lebih banyak mengenai dampak dari berbagai aktifitas ini terhadap kondisi kehidupan mereka.
Proyek ini mempromosikan mata pencaharian yang berkelanjutan bagi para pekerja dan keluarga mereka dengan membantu untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan dan produktifitas.
Disamping kunjungannya ke lapangan, Ryder akan bertemu juga dengan Gubernur Provinci NTT, Bapak Fran Lebu Raya. Direktur Jenderal akan berpartisipasi pula dalam dialog tripartite untuk mendiskusikan tantangan pekerjaan dan peluang pekerjaan.
Kerentanan Pangan
Kerentanan pangan, dikarenakan faktor-faktor cuaca dan iklim, merupakan tantangan terbesar dalam pembangunan di propinsi NTT.
Meskipun pemerintah NTT mempromosikan produksi pertanian dan telah mengadopsi upaya-upaya perlindungan bagi petaninya, pertumbuhan sektor pertanian masih rendah dibandingkan sector jasa dan perdagangan.
Program pekerjaan yang layak akan diimplementasikan di empat kabupaten terpilih di NTT antara lain: Timur Tengah Selatan (TTS), Kab. Kupang, Kab. Belu, dan Kab. Sumba Timur. Dimana di ketiga kabupaten pertama, program ini akan fokus meningkatkan sektor Jagung dan Ternak sedangkan di Sumba Timur pada sektor rumput laut.
Sebagai tambahan dari Indonesia, program serupa juga diimplementasikan di Kenya, Malawi dan Myanmar.
ILO telah mengidentifikasi “Pekerjaan yang layak pada ekonomi Pedesaan” sebagai salah satu area prioritas.
Untuk pertanyaan dan pengaturan wawancara, hubungi:
Gita Lingga, Staf Komunikasi ILO, Tel.: +6221 391 3112 ext. 115, Mobile: +628158845833, Email: [email protected]
Yunirwan Gah, Koordinator Proyek ILO, Email: [email protected]
Ryder akan mengunjung sebuah desa di Kabupaten Kupang, yang juga merupakan bagian dari program ILO dan Pemerintah NTT dalam proyek pekerjaan yang layak untuk ketahanan pangan.
Ryder akan mengunjungi masyarakt desa, yang mana pada umumnya dari mereka bekerja dalam sektor peternakan, jagung dan rumput laut sebagai penghasilan utama mereka. Beliau akan mengetahui lebih banyak mengenai dampak dari berbagai aktifitas ini terhadap kondisi kehidupan mereka.
Proyek ini mempromosikan mata pencaharian yang berkelanjutan bagi para pekerja dan keluarga mereka dengan membantu untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan dan produktifitas.
Disamping kunjungannya ke lapangan, Ryder akan bertemu juga dengan Gubernur Provinci NTT, Bapak Fran Lebu Raya. Direktur Jenderal akan berpartisipasi pula dalam dialog tripartite untuk mendiskusikan tantangan pekerjaan dan peluang pekerjaan.
Kerentanan Pangan
Kerentanan pangan, dikarenakan faktor-faktor cuaca dan iklim, merupakan tantangan terbesar dalam pembangunan di propinsi NTT.
Meskipun pemerintah NTT mempromosikan produksi pertanian dan telah mengadopsi upaya-upaya perlindungan bagi petaninya, pertumbuhan sektor pertanian masih rendah dibandingkan sector jasa dan perdagangan.
Program pekerjaan yang layak akan diimplementasikan di empat kabupaten terpilih di NTT antara lain: Timur Tengah Selatan (TTS), Kab. Kupang, Kab. Belu, dan Kab. Sumba Timur. Dimana di ketiga kabupaten pertama, program ini akan fokus meningkatkan sektor Jagung dan Ternak sedangkan di Sumba Timur pada sektor rumput laut.
Sebagai tambahan dari Indonesia, program serupa juga diimplementasikan di Kenya, Malawi dan Myanmar.
ILO telah mengidentifikasi “Pekerjaan yang layak pada ekonomi Pedesaan” sebagai salah satu area prioritas.
Untuk pertanyaan dan pengaturan wawancara, hubungi:
Gita Lingga, Staf Komunikasi ILO, Tel.: +6221 391 3112 ext. 115, Mobile: +628158845833, Email: [email protected]
Yunirwan Gah, Koordinator Proyek ILO, Email: [email protected]