Direktur ILO yang baru bertemu dengan para konstituen ILO di Indonesia

Simrin Singh, Direktur ILO yang baru untuk Indonesia dan Timor-Leste, melakukan serangkaian pertemuan dengan para konstituen tripartit dan mitra terkait di Indonesia.

29 Februari 2024

Content also available in: English
Sejak resmi menjalankan tugasnya di Jakarta pada pertengahan Februari 2024 sebagai Direktur baru Kantor ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh telah melakukan serangkaian pertemuan dengan konstituen tripartit ILO—Kementerian Ketenagakerjaan, Asosiasi Pengusaha (Apindo) dan enam konfederasi serikat pekerja— serta berbagai kementerian penting lainnya.

Pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dilakukan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan pada 22 Februari lalu. Menteri Ida didampingi Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal, Diah Anggoro Putri, Dirjen Hubungan Industrial dan Perlindungan Sosial serta Arif Hidayat, Kepala Biro Hubungan Internasional menyoroti komitmen Indonesia terhadap terwujudnya Program Pekerjaan Layak Nasional (2020-2025) dan bagaimana program ini termasuk dalam strategi pembangunan nasional Indonesia.

Selain itu, lapangan kerja bagi kaum muda, pertumbuhan lapangan kerja yang dipimpin oleh UMKM, dialog sosial yang baik, migrasi tenaga kerja yang aman, peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan dan keterampilan tenaga kerja, merupakan beberapa isu yang dibahas dalam diskusi awal yang kaya ini.

Pertemuan dengan Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani dan timnya yang terdiri dari Bob Azam, Deputi Bidang Ketenagakerjaan, Myra Hanartani, Ketua Komite Regulasi dan Kelembagaan dan Catharina Widjaja, Kepala Hubungan Internasional dilaksanakan pada 25 Februari. Pertemuan tersebut menyoroti berbagai isu terkait pertumbuhan investasi dan pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan tersebut juga membahas bonus demografi, pengembangan keterampilan, UKM, perilaku bisnis yang bertanggung jawab dan hak asasi manusia.

Pertemuan dengan para pemimpin dan perwakilan enam konfederasi serikat pekerja diadakan pada 26 Februari di Kantor ILO Jakarta. Sekitar sepuluh perwakilan serikat pekerja menghadiri pertemuan tersebut dan berbagi wawasan berharga mengenai isu-isu pekerjaan ng yalayak di negara ini. Serikat pekerja menekankan pentingnya pengembangan keterampilan untuk pekerjaan masa depan, perlindungan sosial dan perluasan cakupannya kepada sektor informal, pengawasan ketenagakerjaan dan pentingnya dialog sosial yang sehat.

Selain pertemuan dengan konstituen tripartit ILO yang merupakan para penandatangan Program Pekerjaan Layak Nasional, Direktur ILO Simrin juga melakukan kunjungan kepada Deputi Menteri Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri dan Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan serta Direktur Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Perkenalan awal dan interaksi yang kaya dengan Deputi Bidang Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan juga dilakukan.