Advancing social justice, promoting decent work
ILO is a specialized agency of the United Nations
English
Ketenagakerjaan muda di ASEAN
Dialog regional ASEAN, UNICEF dan ILO menghasilkan rekomendasi bersama untuk memajukan generasi muda di kawasan ini
Diskusi berfokus pada langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu generasi muda di seluruh ASEAN mendapatkan pekerjaan yang layak di tengah lingkungan kerja yang berubah dengan cepat.
Dialog regional yang berlangsung selama dua hari ini menghasilkan rekomendasi bersama yang menyoroti perlunya peningkatan kolaborasi, termasuk dengan sektor swasta dan generasi muda itu sendiri, untuk memajukan peluang yang setara bagi generasi muda di kawasan ini.
“Sejalan dengan komitmen strategis para Pemimpin ASEAN untuk mendorong partisipasi kaum muda yang berarti, pengembangan sumber daya manusia dan transisi menuju perekonomian hijau, keterlibatan para pemangku kepentingan sangat penting dalam memastikan bahwa semua kebijakan dan inisiatif ketenagakerjaan dan pendidikan menjadi inklusif dan sepenuhnya bermanfaat bagi generasi muda ASEAN, terutama mereka yang rentan dan tinggal di wilayah yang kurang terlayani,” kata Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN Ekkaphab Phanthavong dalam sambutan pembukaannya.
Lebih lanjut, Wakil Direktur Regional UNICEF Asia Timur dan Pasifik Myo Zin-Nyunt menyebutkan,“menjadi keharusan bagi kita untuk bekerja dengan kaum muda sebagai mitra setara guna memastikan mereka sebagai pembentuk untuk agenda ini, memberikan masukan untuk kebijakan masa depan dan memimpin solusi di komunitas muda.”
“Dialog regional ini merupakan langkah berani untuk memastikan bahwa mereka menjadi pusat pembicaraan dan mampu mempengaruhi dan terlibat dalam dialog yang bermakna tentang bagaimana membangun jenjang yang lebih baik menuju lapangan kerja produktif dan pekerjaan yang layak,” tambahnya.
Sementara itu, dalam sambutan pembukaannya, Panudda Boonpala, Wakil Direktur Regional Kantor Regional ILO untuk Asia dan Pasifik, mengatakan,“Kaum muda ASEAN memerlukan respons kebijakan terpadu dalam bentuk strategi nasional ketenagakerjaan muda yang responsif gender dan disesuaikan dengan kebutuhan dan aspirasi mereka. Dengan pesatnya kemajuan teknologi, perubahan iklim dan pergeseran demografi, kebutuhan akan kelancaran transisi menuju lapangan kerja produktif dan pekerjaan layak bagi generasi muda di ASEAN adalah hal yang tidak bisa dipungkiri.”
Acara dua hari yang diadakan di ASEC ini menghadirkan lebih dari 150 perwakilan dari pemerintah, badan-badan PBB, kaum muda, sektor swasta dan organisasi pekerja dan pengusaha. Tiga puluh satu kaum muda dari seluruh Negara Anggota ASEAN dan Timor-Leste berpartisipasi sebagai pembicara, delegasi, pelapor dan penanggap, serta menyoroti keterampilan dan pekerjaan yang mereka butuhkan dalam lingkungan kerja yang berubah dengan cepat.
Kaum muda di kawasan Asia-Pasifik terus menghadapi tantangan pasar tenaga kerja yang mendesak dan terus-menerus yang tercermin dalam rendahnya upah, lapangan kerja informal, dan kurangnya akses terhadap pekerjaan yang layak. Transisi digital dan ramah lingkungan yang cepat berarti bahwa kaum muda, khususnya perempuan muda, memerlukan keterampilan yang fleksibel dan berorientasi pasar serta pekerjaan yang layak untuk memastikan kesetaraan peluang dan akses ke pasar tenaga kerja.
Dialog tersebut mengadopsi pendekatan siklus hidup terhadap keterampilan dan lapangan kerja kaum muda, sekaligus menekankan pentingnya keterampilan dan pekerjaan hijau dan digital dalam sistem pendidikan kontemporer dan pasar tenaga kerja. Ini juga menyoroti hambatan gender utama yang dihadapi oleh remaja perempuan dan perempuan muda, sehingga memperkuat komitmen ASEAN terhadap kesetaraan gender. Diskusi terfokus pada empat bidang tematik, termasuk pendidikan inklusif dan siap menghadapi masa depan; pengembangan keterampilan dan kelayakan kerja; transisi lapangan kerja bagi kaum muda dan pasar tenaga kerja menuju pemulihan yang berpusat pada orang; dan kewirausahaan.
Kesetaraan gender, keterampilan hijau dan digital serta lapangan pekerjaan ditampilkan secara jelas dalam semua diskusi. Acara ini didukung oleh Pertemuan Pejabat Senior ASEAN tentang Kaum Muda sebagai satu inisiatif di bawah Rencana Kerja ASEAN tentang Kaum Muda 2021-2025 dan Program Kerja ILO-ASEAN 2022-2025.