Mempromosikan dialog sosial

Dialog bipartit meningkatkan produktivitas industri kelapa sawit dan membuat bisnis lebih tangguh

Penghormatan atas hak kebebasan berserikat dan berunding bersama menjadi dasar untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan jumlah pekerja yang bergabung dengan serikat pekerja yang berujung pada peningkatan perlindungan hak-hak pekerja di sektor kelapa sawit.

22 Februari 2023

Content also available in: English
Industri kelapa sawit Indonesia telah tumbuh menjadi bagian penting dari perekonomian Indonesia. Sebagai produsen terbesar di dunia, industri ini telah menyediakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung bagi lebih dari 17 juta pekerja.

Untuk mendorong kepatuhan industri terhadap standar ketenagakerjaan internasional, khususnya tentang kebebasan berserikat dan perundingan bersama, ILO telah bermitra dengan pemangku kepentingan terkait sejak 2019. Dengan dukungan dari Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Bidang Ketenagakerjaan Departemen Luar Negeri AS (USDRL), ILO telah bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Jaringan Serikat Pekerja/Buruh Kelapa Sawit Indonesia (JAPBUSI) yang terdiri dari sepuluh federasi serikat pekerja/buruh yang berafiliasi dengan empat konfederasi serikat pekerja/buruh di Indonesia.

Untuk mengetahui secara langsung kondisi perusahaan dan pekerja kelapa sawit, Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia dan Claire Luke, Staf Program USDLR mengunjungi dua perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Barat pada 14-15 Februari. Konstituen tripartit juga ikut dalam kunjungan lapangan ini, termasuk Sumarjono Saragih, Kepala Bagian Ketenagakerjaan GAPKI, Nursanna Marpaung, Sekretaris Eksekutif Jejaring Serikat Pekerja serta perwakilan pengawas ketenagakerjaan dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Barat dan perwakilan serikat pekerja/ buruh lainnya yang menjadi anggota Jaringan tersebut.

Peningkatan kerja sama tempat kerja melalui dialog

Kunjungan lapangan pertama dilakukan ke PT Gunas Group yang berlokasi di Kabupaten Sanggau —tiga setengah jam perjalanan dari ibu kota Kalimantan Barat, Pontianak. Acara dialog interaktif dilakukan dengan lebih dari 60 pekerja anggota serikat buruh lokal yang berafiliasi dengan Federasi Serikat Buruh Makanan, Minuman, Pariwisata, Restoran, Hotel dan Tembakau (FSB KAMIPARHO) diselenggarakan oleh Ketua serikat buruh di tingkat perusahaan, Sarkunan.

Pelatihan ILO telah memperkuat pemahaman kami tentang isu-isu ketenagakerjaan yang penting dan telah meningkatkan cara kami berkomunikasi dengan manajemen. Hasilnya, kami memiliki kerja sama pekerja-manajemen yang lebih baik dan mengurangi intimidasi."

Sakurnan, Ketua serikat buruh di tingkat perusahaan
Ia menjelaskan, setelah mengikuti program pelatihan yang diberikan ILO, ia mampu mengorganisir 635 pekerja dari 1.178 pekerja di perusahaan. Lebih lanjut ia menyebutkan, sebagai hasilnya, pekerja memiliki akses yang lebih baik terhadap berbagai informasi terkait hak-hak mendasar di tempat kerja, khususnya kebebasan berserikat dan perundingan bersama, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan kesetaraan gender.

“Pelatihan ILO telah memperkuat pemahaman kami tentang isu-isu ketenagakerjaan yang penting dan telah meningkatkan cara kami berkomunikasi dengan manajemen. Hasilnya, kami memiliki kerja sama pekerja-manajemen yang lebih baik dan mengurangi intimidasi,” jelas Sakurnan.

Melalui komunikasi dan perundingan yang lebih baik, manajemen secara bertahap memperbaiki kondisi kerja dengan menyediakan alat pelindung diri, fasilitas kerja, makanan tambahan untuk posisi kerja tertentu sesuai kebutuhan serta skema asuransi ketenagakerjaan pemerintah yang dikenal dengan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan. “Dengan dialog yang efektif, kami sekarang sedang dalam proses perundingan upah dan penyusunan proposal kesepakatan kerja bersama,” tambah Sukarnan .

Rasa saling percaya meningkatkan produktivitas

Kunjungan lapangan dilanjutkan dengan kunjungan kedua ke PT Patiware di Kabupaten Bengkayang dengan waktu tempuh yang sama dari ibu kota. Diskusi interaktif dilakukan dengan perwakilan manajemen dan serikat pekerja. Memed Kosasih, Kepala SDM KPN Corp, perusahaan induk PT Patiware, menyambut baik kunjungan pemantauan dari ILO, USDRL dan mitra sosial lainnya.

Melalui dialog sosial di antara kami, kini kami memiliki visi, pemahaman, dan tindakan yang sama untuk memastikan keberlanjutan bisnis."

Memed Kosasih, Kepala SDM KPN Corp, perusahaan induk PT Patiware
Memed berterimakasih atas dukungan yang diberikan ILO yang telah membantu membangun rasa saling percaya dan kerja sama antara manajemen dan pekerja. “Penting bagi kedua belah pihak untuk memiliki persepsi yang sama bahwa kita perlu membangun bisnis ini bersama-sama. Melalui dialog sosial di antara kami, kini kami memiliki visi, pemahaman, dan tindakan yang sama untuk memastikan keberlanjutan bisnis,” tambahnya.

elalui program pelatihan ILO, kami belajar bagaimana membangun komunikasi yang lebih baik dan efektif dengan manajemen. Kami belajar bagaimana mendiskusikan masalah kami dengan memahami perspektif manajemen."

Reza Satriadi, Ketua DPC Serikat Pekerja Daerah Kabupaten Bengkayang yang berafiliasi dengan Federasi Serikat Pekerja Kehutanan, Industri Umum, Kayu, Pertanian dan Perkebunan (F-HUKATAN)
Reza Satriadi, Ketua DPC Serikat Pekerja Daerah Kabupaten Bengkayang yang berafiliasi dengan Federasi Serikat Pekerja Kehutanan, Industri Umum, Kayu, Pertanian dan Perkebunan (F-HUKATAN) mengatakan, hubungan kerja yang baik telah berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas pekerja karena tidak akan ada hilangnya jam kerja akibat pemogokan pekerja.

“Dulu kami sering mogok kerja berhari-hari dan ini berdampak pada kinerja dan produktivitas kerja. Melalui program pelatihan ILO, kami belajar bagaimana membangun komunikasi yang lebih baik dan efektif dengan manajemen. Kami belajar bagaimana mendiskusikan masalah kami dengan memahami perspektif manajemen,” tambah Reza.

Alhasil, sejak tahun lalu perusahaan telah melakukan pertemuan bipartit secara rutin setiap bulan dan pertemuan mingguan setiap hari Jumat. Melalui dialog rutin tersebut, baik manajemen maupun pekerja bersama-sama membahas setiap isu yang muncul terkait tempat kerja termasuk perumusan perjanjian kerja bersama yang rencananya akan segera diselesaikan.

Saya senang menyaksikan kekuatan dialog sosial yang memperkuat kebebasan berserikat pekerja untuk berorganisasi untuk memperjuangkan hak-hak dasar mereka di tempat kerja dan merundingkan perjanjian kerja bersama dengan pengusaha untuk kondisi kerja yang lebih baik di sektor ini."

Claire Luke, Staf Program USDRL
Claire Luke selaku perwakilan USDRL mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh kedua perusahaan untuk menegakkan hak-hak dasar pekerja dan membangun kerja sama manajemen-pekerja yang baik melalui dialog sosial dan membuka kesempatan untuk berorganisasi dan berunding.

“Melalui kemitraan dengan ILO, Pemerintah AS mendukung praktik ketenagakerjaan yang adil di sektor ini. Inisiatif ini meningkatkan kapasitas pekerja dalam mengadvokasi hak-hak mereka dan merundingkan kondisi kerja yang lebih baik. Saya senang menyaksikan kekuatan dialog sosial yang memperkuat kebebasan berserikat pekerja untuk berorganisasi untuk memperjuangkan hak-hak dasar mereka di tempat kerja dan merundingkan perjanjian kerja bersama dengan pengusaha untuk kondisi kerja yang lebih baik di sektor ini,” katanya.

Praktik baik ini menunjukkan bahwa rasa saling percaya dapat dibangun antara pengusaha dan pekerja dan kolaborasi bipartit telah membantu menangani krisis dan mengembangkan bisnis yang lebih tangguh."

Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia
Michiko Miyamoto atas nama ILO memuji praktik ketenagakerjaan yang baik yang ditunjukkan oleh serikat pekerja dan pengusaha lokal di kedua perusahaan kelapa sawit tersebut. Kesediaan pengusaha dan pekerja untuk bersama-sama bekerja sama telah menghasilkan perbaikan yang baik dan berkelanjutan. “Kita perlu mendokumentasikan praktik ketenagakerjaan yang baik ini di industri kelapa sawit Indonesia. Kita juga perlu menyebarkannya secara luas. Praktik baik ini menunjukkan bahwa rasa saling percaya dapat dibangun antara pengusaha dan pekerja dan kolaborasi bipartit telah membantu menangani krisis dan mengembangkan bisnis yang lebih tangguh,” tutup Michiko.

Dukungan ILO diberikan melalui Proyek Memajukan Hak Pekerja di Sektor Kelapa Sawit Indonesia. Di Indonesia, proyek ini bertujuan untuk memastikan bahwa serikat pekerja Indonesia dalam rantai pasokan kelapa sawit secara efektif mengadvokasi hak-hak dasar pekerja kepada anggotanya.