Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia

Diakui, upaya kolaborasi Indonesia hadapi pandemi COVID-19

Laporan global ILO tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dikeluarkan sebagai bagian dari peringatan Hari K3 Sedunia menyoroti upaya yang dilakukan Indonesia untuk membangun kemitraan dengan aktor terkait dalam menerapkan layanan penilaian risiko COVID-19 di tempat kerja.

12 Mei 2022

Content also available in: English


Pandemi COVID-19 telah menunjukkan bahwa kolaborasi yang efektif antara pengusaha, pekerja dan pemerintah adalah cara terbaik untuk menerapkan langkah-langkah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dapat menyelamatkan nyawa dalam krisis ini dan krisis berikutnya, demikian ILO dalam laporan terbarunya.

Belajar dari apa yang telah dicapai dalam mengatasi situasi pandemi yang kompleks dapat membantu mencegah jutaan kematian akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja, kata laporan ILO, yang menunjukkan bagaimana dialog sosial telah berkontribusi pada penerapan tindakan yang cepat dan efektif selama krisis COVID- 19.

Selama pandemi, pemerintah-pemerintah, yang memprioritaskan partisipasi aktif organisasi pengusaha dan pekerja dalam tata kelola K3, menyusun dan menerapkan undang-undang, kebijakan dan intervensi darurat, demikian laporan Peningkatan dialog sosial menuju budaya keselamatan dan kesehatan yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Kolaborasi antara dan di antara para pelaku di dunia kerja sangat penting untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diterapkan dapat diterima dan didukung oleh pengusaha dan pekerja, dan karena itu lebih mungkin untuk diterapkan secara efektif dalam praktiknya.

Di banyak negara, hal ini telah menghasilkan penerapan persyaratan hukum yang mencakup berbagai bidang – mulai dari tindakan untuk mencegah dan menangani kasus COVID-19 di tempat kerja hingga pengaturan kerja jarak jauh.

Peluncuran kemitraan antara ILO, Apindo and PHRI. Di antara negara-negara lainnya, laporan global ini juga menyoroti pencapaian Indonesia dalam mendorong perbaikan sistem manajemen K3 melalui kemitraan dengan organisasi pengusaha—Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)—dalam membuat penilaian terhadap risiko Penularan COVID-19 di tempat kerja untuk perlindungan pekerja dan kelangsungan usaha. Kemitraan ini memberikan layanan yang mencakup rekomendasi dari dokter K3 untuk meningkatkan tindakan pencegahan di tempat kerja.

Penilaian risiko adalah bagian dari mekanisme dan manajemen K3 yang dapat membantu bisnis secara proaktif mengurangi risiko dan meningkatkan keselamatan di tempat kerja. Ini dikembangkan oleh ILO melalui proyek Peningkatan Pencegahan COVID-19 di dan melalui proyek Tempat Kerja yang didanai oleh Jepang yang juga melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan dan enam konfederasi serikat pekerja sebagai mitra utama dalam proses pengembangan dan implementasi.

Layanan penilaian risiko ini diberikan secara gratis kepada lebih dari 1.500 tempat kerja di seluruh Indonesia dan telah dimasukkan dan juga disusun berdasarkan pedoman nasional untuk mendukung bisnis agar beroperasi lebih aman dan berkelanjutan selama pandemi.

Laporan global tersebut diluncurkan secara virtual di Indonesia dalam rangka memperingati Hari K3 Sedunia pada 28 April yang dihadiri lebih dari 500 peserta dan merupakan bagian dari diskusi interaktif yang menghadirkan narasumber utama dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, organisasi pengusaha dan pekerja serta pakar K3.

Related content

Tingkatkan Pencegahan COVID-19 di Industri Perhotelan dan Restoran serta UKM, ILO Gandeng PHRI dan Apindo

Tingkatkan Pencegahan COVID-19 di Industri Perhotelan dan Restoran serta UKM, ILO Gandeng PHRI dan Apindo