Better Work Indonesia: Peningkatan kapasitas praktisi sumber daya manusia di garmen industri di Indonesia
Untuk meningkatkan kinerja garmen di Indonesia dan meningkatkan kapasitas dari perusahaan-perusahaan untuk lebih memiliki tanggung jawab sosial, ILO melalui Better Work Indonesia program mengadakan sebuah Networking Event bagi para praktisi sumber daya manusia dan compliance di industri garmen di Indonesia.
14 November 2012
JAKARTA (Berita ILO): Hubungan antara konsumen dan produk yang mereka beli, kini telah mengalami pergeseran yang besar. Kini konsumen memberikan perhatian ekstra terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Perkembangan garmen industri di Indonesia juga telah menarik begitu banyak perhatian dari konsumen. Oleh karena itu, para pembeli internasional yang menempatkan pemesanan di pasokan global yang berada di Indonesia terus berusaha untuk meningkatkan kepatuhan para pemasok mereka terhadap peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku, dan juga membantu mempromosikan pelaksanaan tanggung jawab sosial yang baik.
Ada sekitar 300 petugas compliance dan sumber daya manusia yang bekerja pada perusahaan penghasil produk untuk pasar Amerika dan Eropa. Jumlah para praktisi di bidang ini ditambah dengan auditor pihak ketiga serta petugas yang direkrut secara khusus oleh perusahaan merek internasional untuk memonitor kepatuhan, bertambah secara signifikan. Namun, berbeda dengan manajemen Sumber Daya Manusia pada umumnya, kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan kemampuan diri bagi para petugas compliance yang ada di Industri garmen di Indonesia sangat terbatas dan bahkan sering digabungkan dengan jaringan kerja sumber daya manusia, tanpa menyadari kebutuhan khusus yang diperlukan oleh para petugas compliance tersebut.
Petugas compliance tidak hanya harus memahami tren sumber daya manusia yang berlaku serta peraturan perundangan ketenagakerjaan Indonesia yang ada, tetapi juga perlu memahami kepatuhan terhadap lingkungan, kepatuhan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, hubungan industrial serta kebutuhan dan ekspektasi yang berkembang dari pembeli dan pasar internasional. Selain itu, mereka juga harus mampu untuk dapat meningkatkan dan memfasilitasi dialog antara manajemen dan pekerja serta mendukung kondisi kerja yang baik di industri garmen.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja garmen di Indonesia dan meningkatkan kapasitas dari perusahaan-perusahaan untuk lebih memiliki tanggung jawab sosial, ILO melalui Better Work Indonesia program mengadakan sebuah Networking Event bagi para praktisi sumber daya manusia dan compliance di industri garmen di Indonesia.
Acara ini akan diselenggarakan pada hari Rabu, 14 November 2012 di hotel Sari Pan Pacific, Jakarta. Kegiatan ini akan menjadi sebuah forum bagi para praktisi untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan tentang penerapan praktik CSR yang baik. Sofyan Wanandi selaku Ketua Umum dari APINDO dan Peter van Rooij, Direktur ILO di Indonesia. Pembicara lain yang ikut serta dalam acara ini adalah: Iftida Yasar (APINDO), Steve Kosasih (Praktisi Bisnis), C.K. Song (Ketua Kamar Dagang Korea) dan Yasinda Q. Batangtaris (PT Citra Abadi Sejati).
Untuk melanjutkan diskusi diantara para praktisi, Better Work Indonesia telah menyiapkan sebuah media platform melalui Linkedin yang berfungsi sebagai forum komunikasi online. Hal ini akan memberikan akses virtual bagi para praktisi untuk berbagi informasi dalam menangani permasalahan sumber daya manusia, peningkatan produktivitas dan mempromosikan praktik manajemen sumber daya manusia yang baik.
Peter van Rooij, Direktor ILO di Indonesia menyatakan, “Manusia di tempat kerja merupakan instrument penting dalam mencapai sukses. Apabila praktik manajemen sumber daya manusia berjalan dengan baik, maka manajemen akan dapat mencapai tujuan mereka. Kelangsungan sebuah perusahaan tergantung dari kompetensi manajer sumber daya manusia untuk mengatur, mengembangkan, memotivasi dan mempertahankan sistem di tempat kerja.”
Beliau juga menambahkan bahwa praktik manajemen sumber daya manusia yang baik memainkan peranan penting dalam meningkat produktivitas serta memperbaiki kinerja tempat kerja dan membantu meningkatkan kepatuhan terhadap standar ketenagakerjaan.
Better Work adalah program kerjasama yang unik antara Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Korporasi Keuangan Internasional (IFC). Better Work Indonesia didanai oleh Pemerintah Australia, melalui Australian Agency for International Development (AUSAID) dan The United States Department of Labor.
Better Work Indonesia (BWI) adalah bagian dari Better Work Global Program dan merupakan salah satu proyek milik ILO yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar ketenagakerjaan dan meningkatkan daya saing dalam dunia industri apparel melalui pelayanan pendampingan dan pelatihan untuk pabrik yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pabrik. Program BWI dimulai pada tahun 2011 dengan fokus pada area geografis di Jabodetabek, termasuk Purwarkarta, Subang dan Karawang. Akhir tahun ini, BWI akan memperluas ke daerah-daerah geografis lain seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Josephine Imelda
Staf Komunikasi dan Manajemen Pengetahuan
ILO-Better Work Indonesia
Tel.: + 6221 391 3112
Email