Dampak kami, suara mereka

Vaksin bagi pekerja garmen untuk akhiri penularan COVID-19 di tempat kerja

Program Better Work Indonesia ILO dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bekerja sama untuk menyediakan lebih dari 21 ribu dosis vaksin COVID-19 bagi industri garmen Indonesia di Semarang, Jawa Tengah.

27 Januari 2022

Content also available in: English
Program vaksin bagi pekerja garmen di Jawa Tengah, Indonesia ILO melalui program Better Work Indonesia (BWI) bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memfasilitasi akses vaksin COVID-19 bagi pekerja garmen, keluarga mereka dan masyarakat sekitar pabrik-pabrik di Semarang, Jawa Tengah tahun lalu. Program vaksin dilaksanakan melalui 12 pusat layanan vaksinasi dan dengan dukungan delapan pabrik yang mempekerjakan ribuan pekerja di bawah program BWI ILO.

Meski protokol kesehatan sudah diterapkan secara ketat, pekerja sulit terhindar dari paparan virus tersebut."

Olivia Krishanty, Manajer Operasional BWI
Program ini juga didukung oleh Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) melalui proyek ILO yang dirancang mendukung langkah-langkah keselamatan dan kesehatan kerja yang lebih baik serta memberikan dukungan pendapatan di tengah pandemi COVID-19 (proyek ILO BMZ).

Hingga saat ini, 21.120 dosis vaksin COVID-19 telah diberikan, yang berkontribusi pada upaya nasional untuk menciptakan tempat kerja yang lebih aman, melindungi pekerja dari infeksi COVID-19 dan mengakhiri penularan virus di tempat kerja—sebagai salah satu klaster tinggi untuk penularan COVID-19. Karena sifatnya yang padat karya, industri garmen, dan khususnya pabrik garmen, berperan penting dalam berkontribusi terhadap target pemerintah Indonesia untuk menjangkau 208 juta orang pada Maret 2022.

Eltruidis Widyarsanti, Penyelia SDM PT Sansan Saudaratex Jaya, sebuah pabrik garmen di Semarang, menyambut baik program vaksin ini. Untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi 649 pekerja di pabrik tempat dia bekerja, dia berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan vaksin dengan menghubungi berbagai universitas, rumah sakit dan perusahaan.

arenanya kami sangat senang dan bersyukur ketika mendapat informasi dari BWI terkait program vaksin bersama bagi pekerja pabrik garmen, keluarga mereka dan masyarakat sekitar pabrik."

Eltruidis Widyarsanti, Penyelia SDM PT Sansan Saudaratex Jaya, sebuah pabrik garmen di Semarang
“Kami kesulitan mendapatkan vaksin. Karenanya kami sangat senang dan bersyukur ketika mendapat informasi dari BWI terkait program vaksin bersama bagi pekerja pabrik garmen, keluarga mereka dan masyarakat sekitar pabrik. Penting untuk memastikan tempat kerja yang aman dan sehat yang tidak hanya melindungi pekerja tetapi juga dapat menopang operasi bisnis,” kata Widyarsanti.

Namun, tugasnya tidak mudah. Setidaknya setengah dari jumlah pekerja awalnya menolak untuk divaksin. Banyak yang merasa khawatir akan dinyatakan positif, sementara lainnya mengkhawatirkan efek samping vaksin.

Penolakan tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia terus menggenjot upaya sosialisasi terkait manfaat vaksin dengan meminta penyelia dari masing-masing divisi untuk menyebarluaskan informasi terkait vaksin COVID-19 saat apel harian. Perusahaan juga memasang pamflet dan televisi di pintu masuk pabrik untuk menyiarkan informasi tentang vaksin COVID-19 secara terus menerus.

Hasilnya, hingga saat ini, 95 persen pekerja sudah divaksinasi.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang vaksin. Contohnya saya yang ternyata baik-baik saja dan bahkan merasa terlindungi. Kita semua bisa sehat dan aman dari COVID-19."

Indah Rayuningsih adalah salah seorang pekerja garmen
Indah Rayuningsih adalah salah seorang pekerja yang awalnya menolak divaksinasi. Dia takut vaksin dapat menyebabkan kematian berdasarkan informasi salah yang kerap didengar tentang vaksin. Dia kemudian berubah pikiran ketika mengetahui fakta sebenarnya dari vaksin dan kondisi keluarganya yang baik-baik saja setelah divaksin.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang vaksin. Contohnya saya yang ternyata baik-baik saja dan bahkan merasa terlindungi. Kita semua bisa sehat dan aman dari COVID-19,” tutur Rayuningsih yang selama ini aktif mengajak rekan kerja, keluarga dan masyarakat sekitar untuk mendapatkan vaksinasi.

“Kendati ada risiko penularan COVID-19 di tempat kerja, pabrik garmen tetap melanjutkan produksi dan memberikan kelangsungan pekerjaan bagi pekerja selama pandemi. Meski protokol kesehatan sudah diterapkan secara ketat, pekerja sulit terhindar dari paparan virus tersebut,” ungkap Olivia Krishanty, Manajer Operasional BWI. “Program vaksinasi ini penting untuk memastikan perlindungan yang lebih baik bagi keselamatan dan kesehatan pekerja dan untuk mencegah terganggunya kegiatan produksi.”

Program Better Work Indonesia (BWI)
Better Work Indonesia merupakan kemitraan antara Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan International Finance Corporation (IFC). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar ketenagakerjaan dan mempromosikan daya saing dalam rantai pasokan global.

Proyek ILO-BMZ
Proyek Dukungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Pendapatan ILO dalam menanggapi Pandemi COVID-19, yang didanai Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), bertujuan memperkuat langkah-langkah K3 untuk memfasilitasi aktivitas kembali bekerja dengan kondisi keselamatan dan kesehatan yang dapat diterima pasca pembatasan gerak akibat COVID 19, khususnya di sektor garmen.