Produktivitas dan daya saing
Tingkatkan produktivitas, perusahaan SCORE dianugerahi Parama Karya
Tidak ada lagi contoh-contoh produk, gulungan-gulungan benang dan pola-pola yang berserakan di ruang kerja UD Pelangi Indonesia, perusahaan kerajinan tangan skala menengah di Malang, Jawa Timur. Ruang penyimpanan yang rapi dan lini produksi yang sistematis telah dibangun untuk mempermudah para pekerja mengakses material yang mereka butuhkan dan memenuhi pesanan kerja.
4 Mei 2016
Content also available in:
English
Noor Suryanti, pemilik dan direktur UD Pelangi Indonesia
Tidak ada lagi contoh-contoh produk, gulungan-gulungan benang dan pola-pola yang berserakan di ruang kerja UD Pelangi Indonesia, perusahaan kerajinan tangan skala menengah di Malang, Jawa Timur. Ruang penyimpanan yang rapi dan lini produksi yang sistematis telah dibangun untuk mempermudah para pekerja mengakses material yang mereka butuhkan dan memenuhi pesanan kerja.
Noor Suryanti, pemilik dan direktur UD Pelangi Indonesia, mengakui perubahan positif ini terjadi setelah perusahaannya bergabung dalam program ILO: Program Kesinambungan Daya Saing dan Tanggung Jawab Perusahaan (SCORE) pada 2015. Program SCORE telah mengadakan serangkaian pelatihan yang bertujuan meningkatkan produktivitas seraya menegakkan hak-hak pekerja.
SCORE dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha kecil dan menengah (UKM). Diluncurkan pada 2010 dan pada awalnya diprakarsai oleh ILO, program ini telah menjadi sebuah program tripartit, yang diterapkan bersama oleh pemerintah, organisasi pekerja dan pengusaha.
Kendati demikian, perubahan yang terjadi bukan tanpa hambatan, mengingat program SCORE merupakan program peningkatan produktivitas secara berkelanjutan. “Kami masih terus mencoba menjadikan program SCORE sebagai budaya kerja kami,” tegas Suryanti.
Lini-lini produksi kini telah memperlihatkan hasil yang baik. Jumlah produk gagal dan perlu diperbaiki menurun dari 10 persen menjadi 5 persen, yang juga berarti peningkatan efisiensi kerja sebesar 10 persen. Tingginya peningkatan produktivitas mendorong UD Pelangi untuk meningkatkan skala usahanya dari usaha berskala kecil menjadi usaha berskala menengah.
“Program SCORE berperan penting bagi perusahaan saya hingga mendapatkan penghargaan Parama Karya,” ujar Suryanti dengan bangga. UD Pelangi merupakan salah satu dari 22 perusahaan yang menerima penghargaan Parama Karya dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, pada 24 November 2015.
Penghargaan Parama Karya merupakan penghargaan tertinggi untuk produktivitas yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada UKM. Selain UD Pelangi, empat UKM peserta SCORE lainnya yang menerima penghargaan tersebut adalah UD Kreasi Lutvi (Sumatera Utara), UD Pelangi Indonesia dari Jawa Timur, PT Mega Global Food Industry (Jawa Timur), PT Lambang Jaya (Lampung) dan CV Batik 16 (Semarang).
“Tujuan utama dari program SCORE adalah membuat UKM-UKM seperti UD Pelangi dan perusahaan peserta lainnya bisa lebih memiliki daya saing di pasar nasional dan global,” ujar Januar Rustandie, Manajer Program SCORE ILO di Indonesia.
Paket pelatihan program memiliki lima modul yang mencakup kepemimpinan dan kerja sama di tempat kerja. Satu permasalahan umum yang kerap muncul dari usaha dan pekerja UKM adalah kurangnya kemampuan komunikasi dan koordinasi yang mengakibatkan kurangnya kontrol terhadap kualitas dan efisiensi kerja. Selain pelatihan di kelas, para pelatih juga memberikan bimbingan langsung melalui kunjungan ke perusahaan.
Terus meningkatkan usahanya, dengan dukungan program SCORE, UD Pelangi saat ini sedang membangun jejaring bisnis dengan perusahaan-perusahaan peserta program SCORE lainnya. “Kami senang mendapatkan kesempatan untuk membangun jejaring bisnis dengan perusahaan-perusahaan yang lebih mapan. Kami berkesempatan mengunjungi PT Mega Global Food Industry untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dan bagaimana memajukan usaha. Ini merupakan kesempatan berharga untuk masa depan bisnis kami,” ungkap Suryanti.
Noor Suryanti, pemilik dan direktur UD Pelangi Indonesia, mengakui perubahan positif ini terjadi setelah perusahaannya bergabung dalam program ILO: Program Kesinambungan Daya Saing dan Tanggung Jawab Perusahaan (SCORE) pada 2015. Program SCORE telah mengadakan serangkaian pelatihan yang bertujuan meningkatkan produktivitas seraya menegakkan hak-hak pekerja.
SCORE dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha kecil dan menengah (UKM). Diluncurkan pada 2010 dan pada awalnya diprakarsai oleh ILO, program ini telah menjadi sebuah program tripartit, yang diterapkan bersama oleh pemerintah, organisasi pekerja dan pengusaha.
Suryanti menjelaskan, setelah mengikuti modul 1 SCORE mengenai Program Kerja Sama di Tempat Kerja, di bawah bimbingan instruktur produktivitas dari Balai Latihan Kerja Daerah Provinsi Jawa Timur, lingkungan kerja di perusahaannya telah berubah. “Para pegawai saya sekarang lebih termotivasi dan kami memiliki sistem komunikasi yang lebih baik sehingga prestasi kerja meningkat, kerja sama menguat dan pembagian tugas juga membaik,” kata dia.Program SCORE berperan penting bagi perusahaan saya hingga mendapatkan penghargaan Parama Karya."
Noor Suryanti, pemilik dan direktur UD Pelangi Indonesia
Kendati demikian, perubahan yang terjadi bukan tanpa hambatan, mengingat program SCORE merupakan program peningkatan produktivitas secara berkelanjutan. “Kami masih terus mencoba menjadikan program SCORE sebagai budaya kerja kami,” tegas Suryanti.
Lini-lini produksi kini telah memperlihatkan hasil yang baik. Jumlah produk gagal dan perlu diperbaiki menurun dari 10 persen menjadi 5 persen, yang juga berarti peningkatan efisiensi kerja sebesar 10 persen. Tingginya peningkatan produktivitas mendorong UD Pelangi untuk meningkatkan skala usahanya dari usaha berskala kecil menjadi usaha berskala menengah.
“Program SCORE berperan penting bagi perusahaan saya hingga mendapatkan penghargaan Parama Karya,” ujar Suryanti dengan bangga. UD Pelangi merupakan salah satu dari 22 perusahaan yang menerima penghargaan Parama Karya dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, pada 24 November 2015.
Penghargaan Parama Karya merupakan penghargaan tertinggi untuk produktivitas yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada UKM. Selain UD Pelangi, empat UKM peserta SCORE lainnya yang menerima penghargaan tersebut adalah UD Kreasi Lutvi (Sumatera Utara), UD Pelangi Indonesia dari Jawa Timur, PT Mega Global Food Industry (Jawa Timur), PT Lambang Jaya (Lampung) dan CV Batik 16 (Semarang).
“Tujuan utama dari program SCORE adalah membuat UKM-UKM seperti UD Pelangi dan perusahaan peserta lainnya bisa lebih memiliki daya saing di pasar nasional dan global,” ujar Januar Rustandie, Manajer Program SCORE ILO di Indonesia.
Paket pelatihan program memiliki lima modul yang mencakup kepemimpinan dan kerja sama di tempat kerja. Satu permasalahan umum yang kerap muncul dari usaha dan pekerja UKM adalah kurangnya kemampuan komunikasi dan koordinasi yang mengakibatkan kurangnya kontrol terhadap kualitas dan efisiensi kerja. Selain pelatihan di kelas, para pelatih juga memberikan bimbingan langsung melalui kunjungan ke perusahaan.
Terus meningkatkan usahanya, dengan dukungan program SCORE, UD Pelangi saat ini sedang membangun jejaring bisnis dengan perusahaan-perusahaan peserta program SCORE lainnya. “Kami senang mendapatkan kesempatan untuk membangun jejaring bisnis dengan perusahaan-perusahaan yang lebih mapan. Kami berkesempatan mengunjungi PT Mega Global Food Industry untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dan bagaimana memajukan usaha. Ini merupakan kesempatan berharga untuk masa depan bisnis kami,” ungkap Suryanti.