Rute menuju sukses bagi kaum muda melalui keterampilan digital dan pemagangan

Program pelatihan dan pemagangan keterampilan digital ILO telah memberikan kesempatan yang lebih baik kepada dua orang muda Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan terampil di industri animasi.

28 Oktober 2022

Content also available in: English
Rio Syahputra, 23 tahun dan Mohammad Syarif Hidayatulloh. 20 tahun, sibuk mengembangkan portofolio mereka. Keduanya merupakan lulusan program pelatihan grafik gerak (motion graphics) ILO pada 2021, yang diselenggarakan bersama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kementerian Ketenagakerjaan di Bekasi.



“Kamu telah melamar ke perusahaan mana saja? Saya sedang mengunggah portofolio saya sekarang. Ini adalah perusahaan yang sedang membuka banyak lowongan,” papar Rio kepada Syarif sambil mengerjakan grafis yang akan ia akan kirimkan beserta resumenya.

Syarif menjawab pertanyaan itu dengan menunjukkan portofolionya—sebuah animasi mobil. “Coba saya lihat. Wow, portofolionya keren,” puji Rio.

Keterampilan dan keahlian mereka bukan hanya hasil dari program pelatihan keterampilan. Keterampilan digital mereka diperkuat dari pengalaman kerja yang diperoleh selama program magang di perusahaan animasi pada awal tahun ini.

Pelatihan keterampilan merupakan langkah awal yang dapat dilakukan untuk memperkuat keterampilan dan memiliki visi ke depan untuk langkah selanjutnya dalam mendapatkan pekerjaan yang layak."

Hirania Wiryasti, Staf ILO untuk keterampilan digital dan pembelajaran jarak jauh
Setelah pelatihan, baik Rio maupun Syarief melanjutkan dengan mengikuti program pemagangan yang diselenggarakan bersama oleh ILO dan Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI). Rio mendapat kesempatan magang di salah satu perusahaan animasi Cyber Media Center, sedangkan Syarief diterima di Castle Production.

“Selama magang, saya belajar tentang 3D modeling, bagaimana menggunakan aplikasi Blender dan bagaimana menggunakan aplikasi painter untuk memberi tekstur pada animasi,” ujar Rio. Dari aspek teknis, Syarief juga mempelajari perangkat lunak dan keterampilan teknis serupa.

Yang paling berharga bagi Rio dan Syarief dari program pemagangan mereka adalah kesempatan untuk memperkuat dan memperluas keterampilan lunak mereka. “Saya belajar bersosialisasi, menjalin hubungan kerja dan kemampuan berkomunikasi dengan rekan kerja dan atasan,” ungkap Syarief.

Sementara itu Rio belajar tentang bagaimana bekerja dalam tim. “Khususnya dengan penyelia, saya belajar bagaimana mendiskusikan animasi saya dengan mereka dan revisi yang harus dilakukan. Ini menunjukkan bahwa kita semua harus bekerja sama.”

Saya ingin fokus mengembangkan keterampilan modeling 3D saya sehingga memperluas kesempatan saya untuk dapat bekerja di banyak perusahaan di Indonesia... Melalui program pelatihan keterampilan, kita dapat belajar tentang keterampilan baru yang berguna untuk masa depan kita ."

Rio Syahputra, 23 tahun
Bagi Rio dan Syarief, program pemagangan ini telah memperkuat dan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan digital mereka terkait perangkat lunak sesuai dengan standar industri dalam animasi. Mereka juga berharap keterampilan dan pengalaman kerja baru yang mereka peroleh selama pemagangan dapat membantu mereka membangun portofolio yang kuat dan menemukan peluang kerja yang baik.

“Saya ingin fokus mengembangkan keterampilan modeling 3D saya sehingga memperluas kesempatan saya untuk dapat bekerja di banyak perusahaan di Indonesia,” kata Rio yang berharap dapat membanggakan orang tuanya dan membantu membiayai pendidikan adik-adiknya.

Harapan yang sama juga diamini oleh Syarief. Ia berharap peningkatan keterampilan dan pengalaman magangnya dapat membantu mewujudkan mimpinya menjadi produser film.

“Menjadi 3D modeler hanyalah langkah awal untuk memasuki industri kreatif. Ini adalah anak tangga pertama yang saya ambil untuk kemudian melanjutkan pendakian ke puncak. Saya juga berharap bisa sukses sehingga bisa membantu menafkahi keluarga saya,” ujar Syarief.

Menjadi 3D modeler hanyalah langkah awal untuk memasuki industri kreatif. Ini adalah anak tangga pertama yang saya ambil untuk kemudian melanjutkan pendakian ke puncak. Saya juga berharap bisa sukses sehingga bisa membantu menafkahi keluarga saya."

Mohammad Syarif Hidayatulloh. 20 tahun
Hirania Wiryasti, Staf ILO untuk keterampilan digital dan pembelajaran jarak jauh, menjelaskan bahwa pendekatan ILO terhadap keterampilan digital berkualitas dan pengembangan pembelajaran jarak jauh adalah menyelaraskan dengan kebutuhan industri dan melibatkan industri dari awal hingga akhir dengan fokus pada sektor teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut Hirania, untuk memahami kebutuhan industri, langkah pertama yang dilakukan ILO adalah menganalisis 500 lowongan pekerjaan di sektor TIK, dilanjutkan dengan langkah kedua mengembangkan kursus pelatihan keterampilan digital yang melibatkan industri dengan memilih dua dari lima keterampilan digital teratas yang paling dicari oleh industri: Grafik Gerak dan Jaringan Komputer.

“Langkah ketiga, kami meningkatkan kualitas sumber daya manusia lembaga pelatihan, dilanjutkan dengan langkah keempat pelaksanaan kursus pelatihan dengan partisipasi industri melalui sesi yang disampaikan oleh praktisi dan profesional,” kata Hirania, seraya menambahkan bahwa langkah penutupnya adalah evaluasi untuk perbaikan.

Dia juga mendorong kaum muda untuk mengambil pelatihan keterampilan sebagai pertimbangan ketika ingin meraih pekerjaan impian mereka. “Pelatihan keterampilan merupakan langkah awal yang dapat dilakukan untuk memperkuat keterampilan dan memiliki visi ke depan untuk langkah selanjutnya dalam mendapatkan pekerjaan yang layak,” pungkasnya.

Berdasarkan pengalaman mereka sendiri, Rio dan Syarief ingin menginspirasi kaum muda lainnya tentang pentingnya program pelatihan keterampilan dan pemagangan. “Melalui program pelatihan keterampilan, kita dapat belajar tentang keterampilan baru yang berguna untuk masa depan kita,” imbau Rio, sementara Syarief menambahkan bahwa “Program pemagangan memberi saya pengalaman kerja nyata menggunakan perangkat lunak sesuai standar industri.”