Dampak kami, kisah mereka
Keterlibatan kaum muda secara daring untuk cegah penyebaran COVID-19
Salah satu penggiat K3 muda ILO menjadi pengelola dan penyelenggara acara bincang-bincang daring yang melibatkan kaum muda Indonesia agar mampu melindungi diri dengan lebih baik dan mencegah penyebaran pandemi COVID-19.
5 Mei 2020
Bincang-bincang interaktif yang berjudul “Gaul Online DK3N” atau dikenal dengan GO DK3N telah disiarkan langsung sejak akhir Maret, menjangkau kaum muda Indonesia. Partisipasi kaum muda dalam mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi diri dan keluarga, mendukung komunitas serta mencegah penyebaran wabah menjadi sangat penting. Lebih dari setengah populasi atau sekitar 130 juta penduduk Indonesia berusia di bawah 30 tahun.
"Ketika wabah baru saja merebak, bersama dengan anggota senior DK3N, kami berpikir keras tentang apa yang bisa kami lakukan untuk membantu mengurangi penyebaran COVID-19," kata Fadlil. “Apa cara terbaik untuk menjangkau kaum muda dan memberdayakan mereka? Tentu saja, media sosial."
Melibatkan kaum muda untuk mencegah penyebaran COVID-19
K3 bukan merupakan isu baru bagi Fadllil. K3 adalah jurusan yang dia ambil di universitas saat terpilih menghadiri Kongres SafeYouth@Work ILO selama Kongres Dunia XXI tentangKeselamatan dan Kesehatan di Tempat Kerja di Singapura pada 2017, bersama dengan 124 penggiat muda lainnya dari 29 negara di seluruh dunia.
Sebagai pengiat K3 muda, ia telah secara aktif meningkatkan kesadaran kaum muda mengenai keselamatan dan kesehatan di tempat kerja, termasuk melalui platform daring K3 dan papan permainan OSHNopoly.
Ketika mulai bekerja di DK3N pada Januari 2020 lalu, ia meluncurkan sebuah inisiatif yang mempergunakan platform digital dan media sosial untuk semakin melibatkan kaum muda dalam keselamatan dan kesehatan di tempat kerja.Selama sesi tanya jawab, mereka sangat antusias dan terus mengikuti hingga akhir. Kerja keras dan hari-hari kami harus bekerja hingga larut malam membuahkan hasil."
Fadllil Kaafi
“Awalnya saya merasa gugup mengingat ini merupakan inisiatif pertama DK3N untuk melibatkan kaum muda. DK3N dianggap sebagai lembaga pemerintah yang bersifat formal dan hanya berurusan dengan perusahaan, serikat pekerja, lembaga pemerintah, pakar dan lainnya,” ujarnya.
Pada hari bincang-bincang interaktif pertama, respons yang diterima melampaui perkiraan. Lebih dari 170 anak muda mendaftar dengan lebih dari 300 orang yang menjadi peserta. “Selama sesi tanya jawab, mereka sangat antusias dan terus mengikuti hingga akhir. Kerja keras dan hari-hari kami harus bekerja hingga larut malam membuahkan hasil,” ungkap Fadlil yang mengelola acara ini dari rumah karena adanya karantina.
Sejak saat itu, bincang-bincang interaktif ini diadakan setiap hari Kamis, menghadirkan berbagai pembicara dari para ahli K3 dan staf keselamatan dan kesehatan. Topik yang diangkat juga bervariasi, mulai dari mitos dan fakta terkait COVID-19, informasi praktis tentang desinfektan dan sterilisasi hingga peran kaum muda dalam pandemi COVID-19.
Acara ini pun terfokus pada bagaimana cara bekerja yang efektif dan aman di sektor konstruksi selama pandemi COVID-19. Hingga saat ini, sektor konstruksi mempekerjakan lebih dari 8 juta pekerja dengan mayoritas adalah pekerja muda.
Setelah empat minggu, GO DK3N telah menjangkau sekitar 3.000 pemirsa. Dan jumlahnya terus meningkat.
Mengakui peran penting kaum muda
“Kami membutuhkan lebih banyak orang muda untuk terlibat dalam masalah terkait K3 dan menjadi bagian dari organisasi seperti DK3N. Visi inspirasional kaum muda memberikan ide-ide inovatif tentang cara mempromosikan K3 dengan lebih baik dan menjangkau khalayak yang lebih luas menggunakan teknologi, khususnya selama krisis seperti ini,” kata Dr Ghazmahadi, Direktur Pengawasan K3, Kementerian Ketenagakerjaan.Dia menambahkan bahwa keterlibatan anak muda dapat semakin mendorong kaum muda lainnya untuk menerapkan praktik K3 sejak usia dini. "Sehingga mereka memiliki kesadaran K3 yang baik ketika memasuki dunia kerja dan, pada gilirannya, dapat mempromosikan budaya pencegahan di tempat kerja."Visi inspirasional kaum muda memberikan ide-ide inovatif tentang cara mempromosikan K3 dengan lebih baik dan menjangkau khalayak yang lebih luas menggunakan teknologi, khususnya selama krisis seperti ini."
Dr Ghazmahadi, Direktur Pengawasan K3, Kementerian Ketenagakerjaan
Sementara Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia, menghargai komitmen yang ditunjukkan Fadllil sebagai salah seorang penggiat K3 muda ILO yang aktif mempromosikan isu-isu terkait K3 kepada kaum muda Indonesia dan masyarakat umum.
“Informasi dan pengetahuan menjadi kunci untuk menghapuskan krisis COVID-19. Upaya yang dilakukan Fadllil mendorong semakin banyak kaum muda yang dapat melindungi diri dan keluarga serta berkontribusi dalam mencegah penyebaran COVID-19,” jelasnya.Informasi dan pengetahuan menjadi kunci untuk menghapuskan krisis COVID-19. Upaya yang dilakukan Fadllil mendorong semakin banyak kaum muda yang dapat melindungi diri dan keluarga serta berkontribusi dalam mencegah penyebaran COVID-19."
Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia
Di tengah-tengah kesibukan acara mingguannya, Fadllil yang kini sedang menyelesaikan studi pascasarjana memiliki tujuan yang lebih besar: “Saya berharap budaya pencegahan dapat menjadi bagian dari budaya keseharian kaum muda dan K3 dapat menjadi bagian dari rutinitas mengingat kita cenderung baru melakukan tindakan setelah terjadinya insiden atau kecelakaan buruk,” pungkasnya.