Kendati sejumlah perbaikan diperlukan, jaminan kehilangan pekerjaan Indonesia telah membantu para pekerja selama masa transisi
ILO terus mendukung inisiatif yang diambil oleh pemerintah Indonesia dalam meningkatkan program jaminan kehilangan pekerjaan (JKP). Dua pekerja berbagi cerita mereka menjadi peserta program JKP.
26 September 2022
PHK serupa juga dialami Supriyono , 40 tahun. Ia diberhentikan sejak Desember 2021 dari pekerjaannya sebagai desainer grafis selama enam tahun di salah satu lembaga survei. Dia mengalami PHK bersama 24 pekerja lainnya.Saya mengajukan permohonan klaim program JKP pada bulan Mei, setelah saya menerima surat pemberhentian kerja. Proses pendaftarannya mudah dan dalam beberapa hari, saya sudah menerima tunjangan tunai pertama saya."
Agus Triyana
Di tengah ketidakpastian, baik Agus maupun Supriyono mencoba meraih asa ketika mengetahui adanya program jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) yang digagas oleh pemerintah Indonesia untuk membantu mereka yang kehilangan pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan pengganti.
Program JKP dikembangkan pada 2021 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program JKP. Dirancang untuk membantu mereka yang kehilangan pekerjaan agar dapat mempertahankan kehidupan yang layak dan mendapatkan pekerjaan baru, program JKP menggabungkan tiga manfaat: tunjangan tunai selama enam bulan, pelatihan keterampilan dan akses ke informasi pasar tenaga kerja.
“Saya mengajukan permohonan klaim program JKP pada bulan Mei, setelah saya menerima surat pemberhentian kerja. Proses pendaftarannya mudah dan dalam beberapa hari, saya sudah menerima tunjangan tunai pertama saya,” kata Agus. Kemudahan akses yang sama juga dialami Supriyono yang mengajukan klaim program JKP pada Februari lalu.
Keduanya berbagi pengalaman saat seminar tentang perluasan dan peningkatan program JKP yang dilakukan oleh ILO dan mitra sosialnya pada 8 September. Dukungan ILO terhadap program JKP diberikan melalui program Perlindungan Kehilangan Pekerjaan di Indonesia, yang didanai oleh Fast Retailing CO., Ltd.
Akses mudah ke program JKP
Sejak Mei lalu, Agus telah aktif mencari pekerjaan baru melalui situs program JKP: siapkerja.kemnaker.go.id. Agar memenuhi syarat, ia wajib mengirimkan setidaknya lima surat lamaran kerja kelima perusahaan yang berbeda setiap bulannya selama program JKP yang berjalan 6 bulan. Namun, meskipun ribuan pekerjaan yang tersedia ditampilkan di situs JKP, hanya beberapa pekerjaan yang cocok dengan keahlian dan latar belakang pekerjaan sebelumnya.“Sebagian besar pekerjaan tersedia di luar Jakarta dan saya harus mencari informasi pekerjaan lain dari sumber dan saluran informasi lain. Saya tidak bisa bergantung pada pekerjaan yang ditawarkan di situs tersebut,” kata Agus.
Supriyono juga mengalami kesulitan serupa. Ia tidak dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya sebagai desainer grafis profesional. “Selain itu, waktu tunggu untuk mendapatkan jawaban saat saya pertama kali mengirimkan lamaran juga terlalu lama, lebih dari empat bulan. Seharusnya hanya satu atau dua bulan agar dapat mengetahui status lamaran kami lebih cepat,” tambahnya.Dengan peningkatan dalam hal akses terhadap peluang kerja, program pelatihan dan konseling kerja, saya yakin ini akan membantu orang menemukan pekerjaan pengganti atau meningkatkan keterampilan mereka."
Supriyono
Untuk memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan, Supriyono sudah tiga kali mengikuti konseling kerja, mulai Juni lalu. Konseling kerja dilakukan secara daring selama 20 menit berdasarkan perjanjian.
Ia mengakui bahwa konseling kerja ini telah membantunya memperluas jaringan dan menemukan potensinya; namun, ia berharap agar konseling kerja ini dapat ditingkatkan dengan menyediakan koneksi langsung kepada penyedia pekerjaan.
Namun, tidak satupun dari mereka yang pernah mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan oleh 121 penyedia pelatihan di 24 provinsi. Sayangnya, kata mereka, program pelatihan yang ditawarkan tidak sesuai dengan latar belakang dan kebutuhan kerja mereka. Karenanya, mereka berharap jenis keterampilan yang ditawarkan dalam program pelatihan ini dapat ditingkatkan dan diperluas.
Langkah ke depan untuk penerapan yang lebih baik
Terlepas dari masih adanya kelemahan, baik Agus maupun Supriyono mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia untuk membantu para pekerja yang kehilangan pekerjaan seperti mereka melalui masa transisi sebelum mendapatkan pekerjaan pengganti.“Program JKP memberi saya harapan dan membantu proses pencarian kerja yang harus saya lakukan. Tunjangan tunai juga membantu proses pencarian kerja,” kata Agus. Senada, Supriyono mengatakan,”Program JKP setidaknya telah memperluas jaringan saya dan tunjangan tunai sangat bermanfaat di masa transisi.”
Christianus Panjaitan, Staf Proyek Perlindungan Kehilangan Pekerjaan ILO di Indonesia, mengatakan ILO telah mendukung pemerintah Indonesia dalam meningkatkan dan memperluas program JKP. “ JKP mengatur arah kebijakan dengan tepat. Tugas di tahun-tahun mendatang adalah untuk memperkaya program-program pendukung agar para pencari kerja cepat mendapatkan pekerjaan,” ujarnya seraya menambahkan dengan mendukung pencari kerja, Indonesia dapat mempertahankan produktivitasnya di era persaingan global.JKP mengatur arah kebijakan dengan tepat. Tugas di tahun-tahun mendatang adalah untuk memperkaya program-program pendukung agar para pencari kerja cepat mendapatkan pekerjaan."
Christianus Panjaitan, Staf Proyek Perlindungan Kehilangan Pekerjaan ILO di Indonesia
Agus kini berada di bulan terakhir program JKP-nya, sedangkan Supriyono telah menyelesaikan programnya Agustus lalu. Meski sama- sama masih mencari pekerjaan, kini mereka lebih optimis. Mereka juga sepakat bahwa JKP adalah program yang baik bagi mereka yang kehilangan pekerjaan.
“Dengan peningkatan dalam hal akses terhadap peluang kerja, program pelatihan dan konseling kerja, saya yakin ini akan membantu orang menemukan pekerjaan pengganti atau meningkatkan keterampilan mereka,” kata Supriyono yang kini bekerja sebagai desainer grafis lepas sembari terus mencari pekerjaan tetap. Sementara Agus yang kini menjadi guru lepas menambahkan, “Tunjangan tunai harus dipertahankan, sedangkan situs ketenagakerjaan harus ditingkatkan.”