Advancing social justice, promoting decent work
ILO is a specialized agency of the United Nations
English
Juara pertama Kompetisi Video Semenit (KOVID) ILO
K3 dan COVID-19 bagi pedagang pasar tradisional
Meysha Fatmawati berbagi inspirasi dan kisah perjalanan memenangi video animasi untuk mempromosi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi pedagang pasar tradisional. Video animasi Meysha mengalahkan lebih dari 400 video yang ikut dalam kompetisi ini.
Untuk meningkatkan kesadaran tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama pandemi melalui Kompetisi Video Semenit (KOVID), proyek ILO bertajuk Meningkatkan Pencegahan COVID-19 di dan melalui Tempat Kerja dengan bangga memperkenalkan Meysha Fatmawati, 24 tahun asal Gresik, Jawa Timur, sebagai juara pertama KOVID dengan karya animasinya.
Bagaimana kamu mendapatkan inspirasi untuk cerita ini?
Berawal dari ide salah satu anggota tim kami, Wisnu Bayu Aji, yang ibunya seorang pedagang di pasar tradisional. Kami sadar bahwa prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) hampir tidak diterapkan oleh pedagang pasar karena hiruk pikuk keramaian dan kurangnya kebersihan di area pasar. Jadi kami sepakat mengambil latar dan sudut pandang cerita di pasar tradisional akan menarik dan unik. Juga dapat menyampaikan pesan tentang budaya pencegahan yang berbeda dengan peserta lain yang mungkin lebih menceritakan tempat kerja formal. Cerita ini juga cukup personal bagi kami.
Video ini berhasil menunjukkan dampak sosial dan ekonomi akibat COVID-19 khususnya terhadap kelompok kelas pekerja informal, bagaimana proses pembuatan video ini?
Setelah kami mengetahui tentang kompetisi ini pada bulan Desember 2021, kami membentuk tim yang terdiri dari tiga orang termasuk saya, Wisnu dan Ulil Fuadah. Kami membagi tugas karena kami bertiga tinggal di kota yang berbeda. Wisnu tinggal di Cilacap, Jawa Tengah, Ulil di Blitar dan saya sendiri di Gresik di Jawa Timur. Dengan demikian, pra hingga pasca produksi dilakukan secara daring.
Sebelum mengembangkan cerita, kami melakukan studi lapangan di pasar tradisional sambil mempelajari tentang prinsip-prinsip dasar K3. Kami mengamati protokol kesehatan yang ada di pasar dan berdiskusi dengan beberapa pedagang tentang tantangan yang mereka hadapi dan aspirasi mereka dalam pandemi ini untuk mendapatkan perspektif dan bisa dijadikan sebagai kampanye.
Wisnu, yang bertanggung jawab untuk animasi, membutuhkan waktu tiga minggu untuk menyelesaikan video dan satu minggu lagi untuk Ulil dan saya menyesuaikan alur cerita, mengisi suara dan pengeditan akhir. Jadi, proses pembuatan video ini kurang lebih satu bulan.
Memproduksi video animasi memakan waktu yang banyak dan butuh upaya dan keterampilan lebih, apakah tim kamu pernah bersaing dalam kompetisi pembuatan video?
Belum pernah. Kompetisi ini yang pertama kali kami ikuti, dan kami sangat bahagia saat diumumkan menjadi juara pertama. Ini sangat spesial bagi kami dan kami sangat senang bisa menang.
Apa yang kamu harapkan selanjutnya?
Sambil tetap membantu usaha ibu saya, saya berharap bisa menekuni dunia kepenulisan khususnya menulis novel.