Financial education
ILO perkuat jejaring edukasi keuangan Indonesia melalui sertifikasi pelatih dan penguatan kapasitas
Pelatih baru tersertifikasi dan jejaring nasional diperkuat untuk memperluas akses edukasi keuangan berkualitas bagi masyarakat dan berbagai sektor di Indonesia.
29 Mei 2026
BANDUNG, Jawa Barat, Indonesia (Berita ILO) – Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), melalui proyek Mempromosikan Usaha UKM melalui Peningkatan Akses Wirausaha terhadap Jasa Keuangan Tahap 2 (Promise II Impact), memperkuat kapasitas Indonesia dalam menyediakan edukasi keuangan berkualitas dengan mensertifikasi enam pelatih nasional baru dan menetapkan satu Pelatih Regional ILO untuk Edukasi Keuangan.
Diselenggarakan di Bandung pada 3–9 Mei 2026, Lokakarya Sertifikasi Pelatih Nasional Edukasi Keuangan dan Lokakarya Penyegaran Edukasi Keuangan mempertemukan para pelatih, praktisi, dan organisasi mitra dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas jumlah pelatih yang berkualifikasi serta memperkuat keberlanjutan dan kualitas program edukasi keuangan yang menjangkau pekerja, usaha mikro dan kecil, petani, serta masyarakat.
Edukasi keuangan berperan penting dalam membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan yang tepat, meningkatkan ketahanan ekonomi, dan memperbaiki kesejahteraan mereka. Untuk mendukung upaya tersebut, ILO telah melaksanakan berbagai program edukasi keuangan di Indonesia selama lebih dari satu dekade, membekali pekerja dan masyarakat dengan keterampilan praktis untuk mengelola keuangan dan merencanakan masa depan mereka.
Selama lokakarya sertifikasi, delapan calon pelatih dari lembaga pemerintah, penyedia layanan pengembangan usaha, perguruan tinggi, organisasi pengusaha, dan mitra pembangunan menjalani proses penilaian yang ketat yang menggabungkan praktik penyampaian pelatihan, pembelajaran antarpeserta, serta evaluasi kinerja. Sebanyak enam peserta berhasil memperoleh sertifikasi Pelatih Edukasi Keuangan ILO tingkat nasional, sehingga memperluas jaringan pelatih berkualifikasi yang mampu menyelenggarakan program edukasi keuangan sesuai standar ILO.
Salah satu capaian penting dalam kegiatan ini adalah sertifikasi Rini Wahyu Hariyani sebagai Pelatih Regional ILO untuk Edukasi Keuangan di Indonesia. Sebagai pelatih regional tersertifikasi, ia kini berwenang untuk menyelenggarakan program Training of Trainers (ToT), mengawasi proses sertifikasi pelatih, serta mendukung perluasan jejaring nasional edukasi keuangan di Indonesia.
“Melalui proyek Promise II Impact, kami tidak hanya berinvestasi pada pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada kapasitas dan kepemimpinan lokal. Sertifikasi pelatih nasional baru dan penunjukan Pelatih Regional merupakan tonggak penting dalam membangun ekosistem edukasi keuangan yang berkelanjutan dan dipimpin secara nasional, sehingga dampaknya dapat terus berkembang jauh melampaui masa pelaksanaan proyek,” ujar Djauhari Sitorus, Manajer Proyek ILO Promise II Impact.
Setelah lokakarya sertifikasi, ILO menyelenggarakan lokakarya penyegaran selama dua hari bagi 11 pelatih edukasi keuangan berpengalaman dari berbagai wilayah di Indonesia. Lokakarya ini memperkenalkan peserta pada generasi terbaru materi edukasi keuangan ILO, termasuk modul yang dirancang khusus untuk peternak sapi perah, pekerja sektor perikanan, komunitas budidaya rumput laut, serta konteks pembayaran upah secara digital.
Para peserta mempelajari metodologi terbaru, berbagi pengalaman lapangan, dan memperkuat keterampilan fasilitasi mereka melalui latihan praktis serta sesi umpan balik yang terstruktur. Mereka juga mengidentifikasi jalur menuju sertifikasi dan menyusun rencana aksi untuk pelaksanaan program di masa mendatang.
Para peserta menyoroti manfaat dari kembali terhubung dengan jejaring pelatih nasional dan mempelajari pendekatan terbaru dalam edukasi keuangan. Salah seorang pelatih menggambarkan lokakarya ini sebagai kesempatan untuk memperoleh “pengetahuan terkini mengenai keuangan digital dan inklusi keuangan, sekaligus menjadi wadah untuk membangun jejaring pelatih nasional yang kuat.” Sementara peserta lainnya menekankan pentingnya memperoleh “pemahaman yang lebih mendalam mengenai modul edukasi keuangan terbaru dan cara menyampaikannya sesuai dengan realitas di lapangan.”
Melalui proyek Promise II Impact, ILO mendorong inklusi keuangan sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan penghidupan dan ketahanan ekonomi masyarakat. Dengan memperkuat kapasitas para pelatih dan institusi, proyek ini membantu memastikan bahwa edukasi keuangan berkualitas dapat menjangkau lebih banyak pekerja, pelaku usaha, petani, dan masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah rentan dan kurang terlayani.
Sertifikasi enam pelatih nasional baru dan penunjukan seorang pelatih regional baru menjadi tonggak penting bagi Program Edukasi Keuangan ILO di Indonesia. Bersama-sama, capaian ini membantu membangun jejaring nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan untuk memperluas akses terhadap edukasi keuangan berkualitas serta mendukung peningkatan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.