Dampak kami, kisah mereka
BEDO dan SCORE: Bersama membuat perubahan
"Pendekatan unik dan holistik" pelatihan SCORE telah membantu lebih dari 1.300 anggota BEDO untuk mengembangkan dan meningkatkan bisnis manufaktur mereka di Indonesia.
21 Desember 2018
Content also available in:
English
Kembali pada tahun 2015 saat salah seorang pelatih BEDO sedang membaca koran dan menemukan iklan mengenai Pelatihan untuk Pelatih Program SCORE. Tertarik dengan kesempatan untuk membantu anggota UKM meningkatkan kondisi kerja dan produktivitas, BEDO mengirim dua anggota dewannya untuk berpartisipasi dalam pelatihan di Jakarta dan sejak saat itu, tidak pernah lagi menoleh ke belakang..
Dengan basisnya yang ada di Bali, BEDO (Organisasi Pengembangan Bisnis dan Ekspor) merupakan organisasi keanggotaan bisnis nirlaba yang mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Didirikan pada 2005, setelah pemboman Bali yang tragis, BEDO memulai dengan pertemuan bulanan berbagi pengalaman bisnis di antara anggota dan mengundang pembicara tamu. Kemudian terus bergerak untuk mendapatkan pengalaman dalam pelatihan bisnis, misalnya dengan menerapkan "Program Pelatihan Ekspor" dengan CBI - Belanda pada 2011. Masuk ke tahun 2018, BEDO kini telah memiliki lebih dari 140 anggota dari berbagai industri yang mengikuti moto "Bersama kita dapat membuat perubahan".
“Kami mendapati bahwa Pelatihan SCORE ILO memiliki pendekatan unik dan holistik yang dapat mendukung kebutuhan anggota kami dalam mengembangkan dan meningkatkan bisnis manufaktur mereka,” kata Jeff Kristianto, Manajer Program BEDO.
Mengingat pengalaman mereka dengan pelatihan bisnis (couching business), BEDO dengan cepat memasukkan Pelatihan SCORE ke dalam portofolio pelatihan bisnis mereka bagi para anggotanya. Karena permintaan tinggi, pelatih berpengalaman BEDO melatih lebih banyak para kolega. Secara keseluruhan, BEDO kini memiliki (pada 2018) 20 pelatih terlatih, di mana enam pelatih telah disertifikasi oleh ILO dan dua di antaranya adalah pelatih ahli (artinya mereka memenuhi syarat untuk melatih pelatih lain).
Perusahaan-perusahaan yang menunjukkan komitmen paling tinggi di dalam kelas dihadiahi dengan kunjungan konsultasi di tempat menggunakan pendekatan Pelatihan SCORE ILO. Sebanyak 151 perusahaan di tujuh provinsi telah berpartisipasi dalam Pelatihan SCORE ILO yang tidak hanya berupa pelatihan kelas namun dilengkapi dengan kunjungan konsultasi di pabrik. Sebagai hasil dari dukungan pelatihan dan konsultasi, perusahaan telah meningkatkan efisiensi dan mengurangi cacat sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas yang lebih tinggi dan kondisi kerja yang lebih baik di banyak perusahaan. Spa Factory Bali dan Dianatina Ayu Garment adalah dua contoh perusahaan yang mendapat manfaat dari berpartisipasi dalam Pelatihan SCORE.
“Sebagai pemilik perusahaan, saya menganggap Pelatihan SCORE sebagai pelatihan yang berharga bagi para pekerja kami. Para pekerja sering tidak melakukan sesuatu bukan karena mereka tidak ingin melakukannya, tetapi karena mereka tidak tahu bagaimana melakukannya. Misalnya, bagaimana menata gudang dengan benar, itu adalah pengetahuan yang mereka terima melalui Pelatihan SCORE.” - Maria Satiaputri, pemilik Spa Factory Bali
“Pelatihan SCORE tidak seperti pelatihan lainnya karena ada mentor dan kunjungan perusahaan. Selain itu, Pelatihan SCORE menyediakan modul dan permainan pelatihan yang menarik dan tersasar serta mudah diterapkan pada lingkungan kerja. Para pekerja dapat dengan mudah memahami dan menyerap informasi yang kami berikan.” – Ratna Kuhn, Wakil Presiden PT. Dianatina Ayu
“Belajar dari hasil positif dan perubahan yang dialami oleh perusahaan yang berpartisipasi, semua anggota BEDO didorong untuk belajar dan menerapkan metodologi Pelatihan SCORE. Pelatihan SCORE telah menjadi topik pembicaraan yang hangat di antara para anggota BEDO.” – Januar Rustandie, Manajer Program ILO SCORE
Didukung oleh ILO, BEDO telah berhasil meyakinkan berbagai donor untuk mendanai Pelatihan SCORE (yang ditawarkan secara gratis kepada perusahaan). Pada awalnya, Direktorat Komunitas Ekonomi ASEAN di bawah Kementerian Luar Negeri pada 2015 bersedia membiayai Pelatihan SCORE di Bali dan Yogyakarta. Sejak itu, Kementerian telah mengalokasikan dana sebesar USD 62.376 kepada BEDO untuk mendukung UMKM.
Pada 2016, Conference Board of Canada (TPSA Canada) mendanai BEDO sebesar USD 45,425 untuk membantu UKM dalam industri alas kaki dan pakaian meningkatkan produktivitas dan kinerja lingkungan mereka.
PT HM Sampoerna Tbk, melalui Sampoerna untuk Indonesia mendanai BEDO sejak tahun 2015 untuk mendukung UKM di wilayah tertentu sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Timur, dengan peningkatan dana sebesar USD 25.000 pada 2016, USD 83.062 pada 2017, dan USD 199.410 pada 2018.
“Kami sangat merasa bersyukur dan berterimakasih kepada ILO yang telah menjadikan kami salah satu mitra utama SCORE di Indonesia, yang saat ini telah menjadi salah satu program utama organisasi kami dan telah memungkinkan kami untuk memperluas jangkauan dan keberlangsungan organisasi kami,” ujar Jeff Kristianto
Untuk informasi lebih lanjut tentang BEDO:
https://www.be-do.org/
https://twitter.com/bedonews
https://www.facebook.com/bedo.bali
Dengan basisnya yang ada di Bali, BEDO (Organisasi Pengembangan Bisnis dan Ekspor) merupakan organisasi keanggotaan bisnis nirlaba yang mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Didirikan pada 2005, setelah pemboman Bali yang tragis, BEDO memulai dengan pertemuan bulanan berbagi pengalaman bisnis di antara anggota dan mengundang pembicara tamu. Kemudian terus bergerak untuk mendapatkan pengalaman dalam pelatihan bisnis, misalnya dengan menerapkan "Program Pelatihan Ekspor" dengan CBI - Belanda pada 2011. Masuk ke tahun 2018, BEDO kini telah memiliki lebih dari 140 anggota dari berbagai industri yang mengikuti moto "Bersama kita dapat membuat perubahan".
20 pelatih dilatih dari kolaborasi
BEDO bekerja sama dengan program SCORE dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) untuk memberikan Pelatihan SCORE sejak 2015.“Kami mendapati bahwa Pelatihan SCORE ILO memiliki pendekatan unik dan holistik yang dapat mendukung kebutuhan anggota kami dalam mengembangkan dan meningkatkan bisnis manufaktur mereka,” kata Jeff Kristianto, Manajer Program BEDO.
Mengingat pengalaman mereka dengan pelatihan bisnis (couching business), BEDO dengan cepat memasukkan Pelatihan SCORE ke dalam portofolio pelatihan bisnis mereka bagi para anggotanya. Karena permintaan tinggi, pelatih berpengalaman BEDO melatih lebih banyak para kolega. Secara keseluruhan, BEDO kini memiliki (pada 2018) 20 pelatih terlatih, di mana enam pelatih telah disertifikasi oleh ILO dan dua di antaranya adalah pelatih ahli (artinya mereka memenuhi syarat untuk melatih pelatih lain).
Kegiatan pelatihan BEDO terus melaju
Pemantauan ILO terhadap kegiatan pelatihan BEDO menunjukkan bahwa sejak 2015, lebih dari 1.300 (sebagian besar perusahaan mikro) telah berpartisipasi dalam pelatihan kelas di 13 kota di Indonesia sejak 2015.Perusahaan-perusahaan yang menunjukkan komitmen paling tinggi di dalam kelas dihadiahi dengan kunjungan konsultasi di tempat menggunakan pendekatan Pelatihan SCORE ILO. Sebanyak 151 perusahaan di tujuh provinsi telah berpartisipasi dalam Pelatihan SCORE ILO yang tidak hanya berupa pelatihan kelas namun dilengkapi dengan kunjungan konsultasi di pabrik. Sebagai hasil dari dukungan pelatihan dan konsultasi, perusahaan telah meningkatkan efisiensi dan mengurangi cacat sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas yang lebih tinggi dan kondisi kerja yang lebih baik di banyak perusahaan. Spa Factory Bali dan Dianatina Ayu Garment adalah dua contoh perusahaan yang mendapat manfaat dari berpartisipasi dalam Pelatihan SCORE.
“Sebagai pemilik perusahaan, saya menganggap Pelatihan SCORE sebagai pelatihan yang berharga bagi para pekerja kami. Para pekerja sering tidak melakukan sesuatu bukan karena mereka tidak ingin melakukannya, tetapi karena mereka tidak tahu bagaimana melakukannya. Misalnya, bagaimana menata gudang dengan benar, itu adalah pengetahuan yang mereka terima melalui Pelatihan SCORE.” - Maria Satiaputri, pemilik Spa Factory Bali
“Pelatihan SCORE tidak seperti pelatihan lainnya karena ada mentor dan kunjungan perusahaan. Selain itu, Pelatihan SCORE menyediakan modul dan permainan pelatihan yang menarik dan tersasar serta mudah diterapkan pada lingkungan kerja. Para pekerja dapat dengan mudah memahami dan menyerap informasi yang kami berikan.” – Ratna Kuhn, Wakil Presiden PT. Dianatina Ayu
“Belajar dari hasil positif dan perubahan yang dialami oleh perusahaan yang berpartisipasi, semua anggota BEDO didorong untuk belajar dan menerapkan metodologi Pelatihan SCORE. Pelatihan SCORE telah menjadi topik pembicaraan yang hangat di antara para anggota BEDO.” – Januar Rustandie, Manajer Program ILO SCORE
Tidak puas dengan kesuksesan yang dicapai, BEDO terus membawa inovasi
BEDO juga mengembangkan bersama dengan LSM Swiss Contact sebuah pelatihan baru bernama HoCo (Hospitality Coaching). Pelatihan ini didasarkan pada modul Pelatihan SCORE awal tetapi kemudian disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata. HoCo membantu hotel kecil dalam mengembangkan tujuan wisata seperti Flores di Nusa Tenggara Timur dan Tanah Toraja di Sulawesi Selatan, meningkatkan kerjasama tempat kerja, kualitas layanan serta menata proses bisnis, layanan berkualitas dan pariwisata ramah lingkungan yang telah diterapkan di 25 hotel dan restoran. BEDO juga membantu mengimplementasikan HOCO di Myanmar; sementara bahan-bahan pelatihan dipergunakan di Bolivia.Pendanaan…
Sementara pelatihan pertama didukung secara finansial oleh ILO, BEDO telah memberikan Pelatihan SCORE tanpa dukungan dari ILO sejak akhir 2015. Untuk itu, BEDO harus mengumpulkan dana dan mencari donor. “Itu tidak terlalu sulit. Dengan hasil nyata dan terukur yang diberikan oleh Pelatihan SCORE, kami dapat menemukan sponsor. Menggunakan produk pelatihan ILO telah menambah kredibilitas bagi organisasi kami,” kata Kristianto.Didukung oleh ILO, BEDO telah berhasil meyakinkan berbagai donor untuk mendanai Pelatihan SCORE (yang ditawarkan secara gratis kepada perusahaan). Pada awalnya, Direktorat Komunitas Ekonomi ASEAN di bawah Kementerian Luar Negeri pada 2015 bersedia membiayai Pelatihan SCORE di Bali dan Yogyakarta. Sejak itu, Kementerian telah mengalokasikan dana sebesar USD 62.376 kepada BEDO untuk mendukung UMKM.
Pada 2016, Conference Board of Canada (TPSA Canada) mendanai BEDO sebesar USD 45,425 untuk membantu UKM dalam industri alas kaki dan pakaian meningkatkan produktivitas dan kinerja lingkungan mereka.
PT HM Sampoerna Tbk, melalui Sampoerna untuk Indonesia mendanai BEDO sejak tahun 2015 untuk mendukung UKM di wilayah tertentu sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Timur, dengan peningkatan dana sebesar USD 25.000 pada 2016, USD 83.062 pada 2017, dan USD 199.410 pada 2018.
Bagaimana selanjutnya di masa depan?
Selain mempertahankan kemitraan BEDO saat ini dan kegiatan dengan mitra yang ada seperti Sampoerna Tbk dan beberapa lembaga Kementerian Indonesia, pada 2019 kolaborasi baru akan berlangsung seperti memasukkan Pelatihan SCORE ke dalam Forum Perdagangan Adil Indonesia dan memperluas tawaran pelatihan ke sektor jasa.“Kami sangat merasa bersyukur dan berterimakasih kepada ILO yang telah menjadikan kami salah satu mitra utama SCORE di Indonesia, yang saat ini telah menjadi salah satu program utama organisasi kami dan telah memungkinkan kami untuk memperluas jangkauan dan keberlangsungan organisasi kami,” ujar Jeff Kristianto
Untuk informasi lebih lanjut tentang BEDO:
https://www.be-do.org/
https://twitter.com/bedonews
https://www.facebook.com/bedo.bali