Program sekolah satu atap dan dampaknya pada pekerja anak: sebuah studi kasus di Kabupaten Sukabumi

Indonesia adalah salah satu negara yang berkomitmen untuk mencapai Pendidikan Bagi Semua dan dalam upaya mencapai cita-cita Pendidikan Bagi Semua tersebut, Pemerintah Indonesia antara lain meluncurkan PROGRAM SEKOLAH SATU ATAP pada tahun 2005. Sekolah satu atap adalah SMP dengan tiga ruang kelas yang dibangun di tempat yang sama dengan sebuah SD. Apabila tidak tersedia dana untuk membangun ruang kelas baru, maka sekolah satu atap memakai gedung SD pada siang hari dan banyak sekolah satu atap juga mengkaryakan guru-guru SD untuk mengajar siswa-siswa SMP. SD dan SMP tersebut dapat dikelola oleh satu manajemen, atau oleh dua manajemen yang berbeda.

Content also available in: English
SMP Satu Atap secara signifikan berkontribusi dalam usaha menghapuskan pekerja anak, terutama dalam mencegah mereka untuk bekerja penuh dengan mempertahankan mereka di sekolah, mengalihkan kegiatan mereka dan dengan demikian meningkatkan kualitas kegiatan anak, meningkatkan kesadaran anak dan orang tua tentang pentingnya pendidikan, mengurangi waktu yang tersedia bagi anak untuk bekerja dan melindungi mereka dari tawaran untuk bekerja penuh.

Additional details

Author(s)

  • International Programme on the Elimination of Child Labour (IPEC)