ILOCOJ officials and Canadian ambassador with TU reps holding posters of the grievance apps

Event

Penutupan Proyek Penguatan Hubungan Industrial di Indonesia (SIRI)

Proyek ini telah mencapai tonggak-tonggak penting melalui berbagai inisiatif seperti aplikasi mekanisme pengaduan, lokakarya pengembangan kapasitas, dan dialog kebijakan. Kegiatan terakhir akan merayakan pencapaian-pencapaian ini, mendorong kolaborasi para pemangku kepentingan, dan menginspirasi kemajuan yang berkelanjutan dalam hubungan industrial.

ILOCOJ officials and Canadian ambassador with TU reps in the SIRI project closing event, Jakarta, Indonesia, 02/2025. © ILO
Content also available in: English

Latar Belakang

Proyek “Penguatan Hubungan Industrial di Indonesia” (SIRI), yang dilaksanakan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan partisipasi serikat pekerja/serikat buruh di Indonesia dalam pembuatan kebijakan. Didukung oleh Employment and Social Development Canada (ESDC), proyek ini memberdayakan pekerja dan perwakilan mereka di sektor garmen untuk berorganisasi secara efisien, mengadvokasi hak-hak pekerja, dan terlibat secara aktif dalam pengembangan kebijakan nasional.

Proyek ini menjawab beberapa tantangan kritis yang dihadapi para pekerja dan organisasi mereka saat ini:

  1. Menurunnya keanggotaan dan kesulitan dalam manajemen data internal dan penjangkauan di dalam serikat pekerja garmen.
  2. Isu-isu terkait gender termasuk kurangnya perempuan dalam peran kepemimpinan dan tidak adanya kebijakan dan praktik inklusif gender dalam manajemen dan operasi serikat pekerja.
  3. Terbatasnya kapasitas dan koordinasi di antara serikat pekerja untuk melakukan advokasi kebijakan yang efektif.
  4. Kurangnya kesadaran di kalangan pekerja garmen mengenai hak-hak mereka, terutama tentang undang-undang ketenagakerjaan yang baru.
  5. Kurangnya keterampilan dalam mengorganisir dan membina kerja sama di tempat kerja, terutama di antara serikat pekerja dan perwakilan pekerja (termasuk serikat pekerja yang tidak berafiliasi) dengan akses terbatas ke pelatihan dan dukungan.

Proyek ini bertujuan untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dengan membantu serikat pekerja/serikat buruh meningkatkan kapasitas operasional, teknis, dan keterlibatan kebijakan mereka di tingkat federasi, cabang, dan tempat kerja. Perhatian khusus akan diberikan untuk mempromosikan inklusi gender, memberdayakan anggota perempuan, dan memperkuat suara mereka dalam proses pengambilan keputusan dan diskusi kebijakan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan posisi dan daya tawar serikat pekerja garmen secara keseluruhan di tingkat nasional dan tempat kerja, yang mengarah pada hubungan industrial yang lebih efektif.

Sejak Maret 2022 hingga Februari 2025, proyek SIRI telah mendorong hubungan industrial yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. Proyek ini telah mencapai berbagai pencapaian penting melalui berbagai inisiatif seperti aplikasi mekanisme pengaduan, lokakarya pengembangan kapasitas, dan dialog kebijakan. Kegiatan akhir ini akan merayakan pencapaian-pencapaian ini, mempromosikan kolaborasi para pemangku kepentingan, dan menginspirasi kemajuan yang berkelanjutan dalam hubungan industrial.

Tujuan

Kegiatan penutupan akan:

  • Memamerkan pencapaian dan dampak utama proyek.
  • Mengakui kontribusi para pemangku kepentingan dan peserta.

Tanggal dan Tempat

Penutupan proyek akan diselenggarakan pada tanggal 5 Februari 2025 di Hotel AYANA Midplaza Jakarta.

Peserta

Peserta kegiatan ini akan diikuti oleh sekitar 150 peserta dari:

  • Perwakilan serikat pekerja di tingkat nasional dan pabrik
  • Konfederasi
  • Federasi (SP TSK SPSI, Garteks, SPN)
  • Pejabat pemerintah dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
  • Pengusaha dan asosiasi industri
  • Mitra internasional dan lokal
  • Anggota tim proyek dan konsultan
  • Perwakilan media
  • Organisasi masyarakat sipil
Agenda of the closing event of SIRI Project