Praktik baik skrining HIV mandiri di tempat kerja di Indonesia: Pengalaman PT Pertamina (Persero) dan PT Waskita Karya (Tbk)
Salah satu kendala program HIV di tempat kerja adalah terbatasnya akses para pekerja untuk mendapatkan layanan skrining HIV di tempat layanan kesehatan umum, di samping masih tingginya stigma bagi ODHA. Kendala ini menyebabkan rendahnya pencapaian program skrining HIV di kalangan pekerja. ILO bersama PATH, Kementerian Kesehatan dan Yayasan Kusuma Buana telah memperkenalkan program skrining HIV mandiri di tempat kerja yang memberi keleluasaan bagi para pekerja untuk dapat melakukan skrining HIV tanpa tergantung tersedianya layanan bagi mereka.
Dalam pelaksanaan skrining HIV mandiri di Indonesia, Kementerian Kesehatan menyusun panduan “Skrining HIV Mandiri berbasis Komunitas”, di mana tempat kerja menjadi salah satu komunitas yang terpilih sebagai bagian dari
riset implementasi skrining HIV mandiri berbasis komunitas. ILO bermitra dengan PATH, Kementerian Kesehatan dan Yayasan Kusuma Buana (YKB) memprakarsai program skrining HIV mandiri di badan usaha milik negara: PT Pertamina dan PT Waskita Karya. PT Pertamina merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. Sementara PT Waskita Karya bergerak di bidang konstruksi.
riset implementasi skrining HIV mandiri berbasis komunitas. ILO bermitra dengan PATH, Kementerian Kesehatan dan Yayasan Kusuma Buana (YKB) memprakarsai program skrining HIV mandiri di badan usaha milik negara: PT Pertamina dan PT Waskita Karya. PT Pertamina merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. Sementara PT Waskita Karya bergerak di bidang konstruksi.
Additional Details
Authors
- ILO; Yayasan Kusuma Buana
References
- ISBN: 9789220392522