Program “Mams Kema” memberdayakan perempuan di sektor perikanan dengan mengadvokasi kesetaraan gender dan lingkungan kerja yang aman

Sebuah program ILO telah mendorong warga perempuan lokal di desa nelayan di Sulawesi Utara untuk mempromosikan kesetaraan gender, pekerjaan yang layak dan pemberdayaan perempuan.

News | Minahasa Utara, Sulawesi Utara | 14 September 2023
Nelayan artisanal, termasuk nelayan perempuan, menyumbang 92 persen lapangan kerja di salah satu desa di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara: Desa Kema III. Desa ini juga dikenal sebagai desa pemasok ikan untuk beberapa pasar di Sulawesi Utara, seperti Pasar Kema, Pasar Airmadidi, Pasar Kauditan dan beberapa pabrik pengolahan perikanan di kota Bitung.

Kelompok perempuan di bawah program 'Moms Kema' mempromosikan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat dengan melakukan program pembersihan pantai di desa mereka di Sulawesi Utara. (c) ILO
Kendati perempuan berperan sebagai penggerak ekonomi, banyak dari mereka bekerja dalam kondisi kerja yang buruk akibat informalitas pekerjaan, lingkungan kerja yang tidak aman dan tidak sehat yang menyebabkan tingginya risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) yang dapat mengakibatkan rendahnya produktivitas dan pelanggaran yang lebih serius.

Program ini sangat positif bagi kami karena memungkinkan pekerja perempuan memperoleh lebih banyak keterampilan dan pemahaman tentang cara bekerja yang aman, sekaligus mempromosikan kesetaraan dan pekerjaan yang layak serta menangani dan mengolah produk makanan laut dengan lebih baik. Program ini juga akan menjamin lingkungan kerja yang lebih aman dan memungkinkan pekerja perempuan mendapatkan penghasilan tambahan yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari mereka."

Ratna Sultraini, Kepala Desa Kema III
Untuk mendukung peningkatan kondisi kerja, Proyek ILO bertajuk ‘Meningkatkan Hak Pekerja di Sektor Rural’ melalui kemitraan dengan Asosiasi Pole and Line and Handline Indonesia (AP2HI) melaksanakan program untuk mendukung masyarakat lokal di desa Kema III dalam menangani kesetaraan gender, pekerjaan yang layak dan pemberdayaan perempuan.

Dipimpin oleh Ratna Sultraini, Kepala Desa Kema III, program yang diberi nama “Mams Kema” ini memperkenalkan isu-isu terkait standar dan hak-hak ketenagakerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan kesetaraan gender. Terdiri dari 22 ibu rumah tangga yang juga bekerja sebagai penjual ikan, mereka mendorong keterwakilan, pengaruh dan kemandirian ekonomi yang lebih besar bagi perempuan pekerja rural di sektor pengolahan ikan. Hal ini juga menginspirasi perempuan untuk bersuara dan membuat suara mereka didengar.

Selain itu, materi pendidikan dan informasi telah ditempatkan di seluruh desa, berisi tentang anti-kekerasan dan pelecehan di desa dan promosi kesetaraan gender, mengadvokasi perubahan stereotip dan mengeksplorasi pemasukan alternatif untuk kewirausahaan perempuan.

“Program ini sangat positif bagi kami karena memungkinkan pekerja perempuan memperoleh lebih banyak keterampilan dan pemahaman tentang cara bekerja yang aman, sekaligus mempromosikan kesetaraan dan pekerjaan yang layak serta menangani dan mengolah produk makanan laut dengan lebih baik. Program ini juga akan menjamin lingkungan kerja yang lebih aman dan memungkinkan pekerja perempuan mendapatkan penghasilan tambahan yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari mereka,” ungkap Ratna.

Program 'Moms Kema' meningkatkan kesadaran melalui pertemuan-pertemuan sosialisasi. (c) ILO
Program ‘Mams Kema’ telah dimulai sejak bulan Juli dan akan berjalan selama tiga bulan hingga Oktober 2023. Pada bulan pertama, Mams Kema telah memetakan prioritas permasalahan keselamatan kerja seperti pengadaan peralatan keselamatan kerja, perbaikan area kerja yang licin serta berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk memberikan pelatihan pertolongan pertama.

Keberhasilan program ini akan mencerminkan komitmen dan kekuatan berbasis masyarakat untuk mendorong perubahan positif terhadap kesetaraan gender dan menumbuhkan kondisi kerja yang layak, aman, dan sehat."

Januar Rustandie, Koordinator Proyek Hak Pekerja ILO
Pada bulan kedua September, Mams Kema aktif melakukan advokasi bagi nelayan dan pekerja perikanan laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) dan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kartu Kusuka) yang memungkinkan mereka mengakses pengaturan keuangan, kredit usaha rakyat dan asuransi.

Pada akhir program di bulan Oktober nanti, Januar Rustandie, Koordinator Proyek Hak Pekerja ILO, berharap bahwa program ini akan mampu mendorong penerapan praktik-praktik baru menuju pekerjaan layak dan mengarusutamakan kesetaraan gender dalam semua kebijakan dan praktik. “Keberhasilan program ini akan mencerminkan komitmen dan kekuatan berbasis masyarakat untuk mendorong perubahan positif terhadap kesetaraan gender dan menumbuhkan kondisi kerja yang layak, aman, dan sehat,” ujarnya.