#RatifyC190

ILO mendukung inisiatif Menteri Ketenagakerjaan Indonesia untuk mencegah kekerasan dan pelecehan di tempat kerja

Sebagai bagian dari komitmen ILO untuk menciptakan dunia kerja yang terbebas dari kekerasan dan pelecehan sebagaimana diamanatkan oleh Konvensi ILO No. 190 tentang Kekerasan dan Pelecehan, ILO mendukung pembentukan Satuan Tugas Kesetaraan dan Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja di berbagai provinsi.

News | 01 September 2022
Kekerasan dan pelecehan di tempat kerja, termasuk kekerasan berbasis gender, adalah masalah serius. Adanya kekerasan dan pelecehan dapat menimbulkan kerugian baik bagi perusahaan maupun pekerja. ILO mendukung upaya Kementerian Ketenagakerjaan untuk mempromosikan penghapusan kekerasan dan pelecehan dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kesetaraan dan Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja di beberapa provinsi.

ILO mendukung upaya Kementerian Ketenagakerjaan untuk mempromosikan penghapusan kekerasan dan pelecehan.
Dukungan yang diberikan oleh ILO merupakan bagian dari kampanye global dan nasional ILO untuk mempromosikan ratifikasi Konvensi ILO No. 190 (K190) tentang Kekerasan dan Pelecehan. K190 adalah perjanjian internasional pertama yang mengakui hak setiap orang atas dunia kerja yang bebas dari kekerasan dan pelecehan, termasuk kekerasan dan pelecehan berbasis gender. Diadopsi pada Juni 2019 oleh Konferensi Perburuhan Internasional ILO, K190 mulai berlaku pada 25 Juni 2021.

K190 ILO sangat relevan dengan Satgas Kementerian Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja, khususnya pekerja perempuan, dan untuk menciptakan tempat kerja yang bebas dari segala bentuk pelecehan, terutama pelecehan seksual."

Dyah R. Sudarto, koordinator program ILO untuk K190 tentang masalah kekerasan dan pelecehan kerja
Dyah R. Sudarto, koordinator program ILO untuk K190 tentang masalah kekerasan dan pelecehan kerja, diundang oleh Kementerian Ketenagakerjaan sebagai narasumber pada pembentukan Satgas tersebut di Tangerang Selatan dan Sumatera Selatan masing-masing pada bulan Juni dan Agustus. Tangerang Selatan terkenal sebagai daerah yang memiliki banyak perusahaan dan pabrik besar, sedangkan Sumatera Selatan adalah lokasi utama dari banyak perusahaan daerah.

Dihadiri oleh sekitar 50 perwakilan perusahaan di masing-masing wilayah, Dyah menyampaikan informasi penting terkait K190 dan menjelaskan prinsip dan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai pedoman dan kerangka acuan dalam mencegah kekerasan dan pelecehan di tingkat perusahaan. “K190 ILO sangat relevan dengan Satgas Kementerian Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja, khususnya pekerja perempuan, dan untuk menciptakan tempat kerja yang bebas dari segala bentuk pelecehan, terutama pelecehan seksual,” ujarnya.

Satgas dibentuk di bawah Direktorat Jenderal Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan sebagai tanggapan langsung atas Undang-Undang (UU) Kejahatan Seksual No. 12/2022 yang baru saja disahkan. Untuk lebih mendukung kerja Satgas, Kementerian Ketenagakerjaan akan meningkatkan kapasitas stafnya, terutama staf yang bekerja di unit gender, non-diskriminasi dan pelecehan.

Selain itu, Dyah menyimpulkan bahwa sosialisasi dan berbagi pengetahuan K190 diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dinas tenaga kerja provinsi di tingkat daerah tentang prinsip-prinsip kekerasan dan pelecehan di tempat kerja serta membekali mereka agar lebih siap dalam menerapkan UU baru dengan perusahaan lokal.

Selain ILO, acara tersebut juga menghadirkan narasumber dari Komnas Perempuan dan Polresta setempat.