Hari AIDS Sedunia 2021

Cegah penyebaran HIV dan COVID-19 dengan program VCT dan vaksin

ILO bekerja sama dengan Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) dan dalam mencegah penyebaran HIV dan COVID-19 bagi pekerja transportasi dan Iorang dengan HIV.

News | Jakarta, Indonesia | 06 December 2021
Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia tahun ini, ILO bekerja sama dengan Konfederasi Serikat Pekerja Muslim Indonesia (K-Saburmusi) dan Pemerintah Kota Sukabumi menyelenggarakan program VCT@Work untuk pekerja transportasi dan program vaksin COVID-19 untuk orang dengan HIV. Diselenggarakan pada 1 Desember di Gedong Joang Kota Sukabumi, Jawa Barat, program ini bertujuan untuk memperkuat upaya yang dilakukan para pemangku kepentingan untuk meminimalkan penyebaran HIV dan COVID-19.

Program VCT@Work bagi para pekerja transportasi di kota Sukabumi
Kota Sukabumi dikenal sebagai kota dengan prevalensi HIV tertinggi ketiga di Jawa Barat. Program ini berhasil menjangkau 60 pekerja transportasi untuk ikut serta dalam tes HIV secara sukarela dan 150 orang dengan HIV untuk mendapatkan vaksinasi.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Sukabumi dan ILO atas dukungannya terhadap program bersama ini. Diskriminasi terkait dengan HIV di tempat kerja merupakan bagian dari permasalahan ketenagakerjaan yang sama pentingnya dengan berbagai permasalahan ketenagakerjaan serta isu diskriminasi tempat kerja lainnya."

Sukitman Sujadmiko, Wakil Presiden K-Saburmusi
Andri Setiawan, Wakil Walikota Sukabumi, mengatakan program ini juga bertujuan untuk mewujudkan zero kasus HIV pada 2030 di Kota Sukabumi. “Kami ingin memanfaatkan momen Hari AIDS Sedunia untuk memperkuat upaya dan komitmen kami dalam memerangi penyebaran HIV dan mencapai kekebalan bersama terhadap COVID-19,” katanya.

Dinas Kesehatan Kota mencatat penurunan kasus HIV di Kota Sukabumi dari 136 kasus pada 2020 menjadi 123 kasus pada 2021. Andri menekankan bahwa pemerintah kota bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait akan terus meningkatkan kesadaran tersebut dan melaksanakan program pencegahan HIV.

Wakil Presiden K-Sarbumusi, Sukitman Sujadmiko, menggarisbawahi pentingnya dialog sosial antara manajemen dan pekerja untuk memastikan hubungan industrial yang efektif dan kebijakan non diskriminatif di tingkat perusahaan. Ia juga menegaskan pentingnya program pendidikan dan pencegahan HIV untuk menghapuskan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV yang masih menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan dan/atau mendapatkan pekerjaan, khususnya di sektor-sektor yang berisiko tinggi seperti transportasi.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Sukabumi dan ILO atas dukungannya terhadap program bersama ini,” katanya. “Diskriminasi terkait dengan HIV di tempat kerja merupakan bagian dari permasalahan ketenagakerjaan yang sama pentingnya dengan berbagai permasalahan ketenagakerjaan serta isu diskriminasi tempat kerja lainnya.”

Dengan dukungan ILO, K-Sarbumusi telah menandatangani komitmen bersama pada 29 November untuk menerapkan kebijakan non-diskriminatif sebagai bagian dari perjanjian kerja bersama antara K-Sarbumusi dengan perusahaan transportasi. Komitmen bersama tersebut langsung dilanjutkan dengan pelatihan konselor sebaya bagi pengurus K-Sarbumusi yang terpilih.

Kontribusi K-Saburmusi melalui program konselor sebayanya akan dimasukkan ke dalam program Warga Peduli AIDS, terutama untuk sektor tempat kerja."

Fifi Kusumajaya, Komisi AIDS Kota Sukabumi
“Melalui kegiatan bersama dalam bentuk komitmen dan pelatihan bersama ini, kami berharap K-Sarbumusi dapat terus memperkuat upaya mereka dalam menerapkan kebijakan non-diskriminatif di tingkat perusahaan, terutama di sektor-sektor dengan risiko tinggi HIV,” jelas Nuriana Dewi Dini, koordinator program ILO untuk pencegahan HIV di tempat kerja.

Serikat pekerja dianggap sebagai ujung tombak pencegahan dan pengendalian HIV di tempat kerja. Early menambahkan bahwa serikat pekerja memainkan peran penting dalam mendorong pembentukan kebijakan non-diskriminatif di tempat kerja, mendukung program pendidikan dan memastikan ketersediaan layanan HIV di perusahaan serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman anggotanya untuk mempromosikan persamaan hak dan perlakuan.

Untuk komitmen dan kontribusi aktif kepada program pencegahan HIV di tempat kerja, K-Saburmusi menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Sukabumi. Fifi Kusumajaya, Komisi AIDS Kota Sukabumi, menghargai kontribusi K-Saburmusi pada program Penghapusan AIDS melalui pengembangan program kebijakan non-diskriminatif dan pencegahan. “Kontribusi K-Saburmusi melalui program konselor sebayanya akan dimasukkan ke dalam program Warga Peduli AIDS, terutama untuk sektor tempat kerja,” said Fifi.

ILO terus mendukung kerja sama antara K-Sarbumusi dan Kota Sukabumi untuk menginspirasi lebih banyak perusahaan, serikat pekerja dan komunitas tempat kerja dalam mempromosikan program kebijakan non-diskriminatif dan peningkatan kesadaran mengenai HIV di tempat kerja yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pencapaian Zero infensi HIV baru, Zero diskriminasi dan Zero kematian akibat AIDS di Indonesia pada 2030.