ILO serahkan Petisi Penghapusan Pekerja Anak pada Kementerian Ketenagakerjaan

ILO menyerahkan petisi penghapusan pekerja anak di Indonesia, yang ditandatangani oleh lebih dari 5.000 orang kepada Kementerian Ketenagakerjaan. Petisi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan dunia tanpa pekerja anak pada 2025.

News | Jakarta, Indonesia | 23 August 2021
Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia, menyerahkan petisi penghapusan pekerja anak ke Kementerian Ketenagakerjaan pada 18 Agustus. Petisi diterima oleh Yuli Adiratna, Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan mewakili Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Petisi Penghapusan Pekerja Anak
Petisi, yang ditandatangani oleh lebih dari 5.000 peserta Child Labour Virtual Race ILO tersebut, menegaskan aksi untuk mendukung gerakan penghapusan pekerja anak di tingkat global dan nasional; mendukung pencapaian Indonesia bebas dari pekerja anak; menjamin bahwa semua anak Indonesia dapat menikmati hak-haknya sebagai anak; memastikan bahwa semua anak Indonesia dapat menikmati pendidikan untuk masa depan mereka; dan mendukung semua pemangku kepentingan terkait untuk bersinergi secara terpadu dalam penghapusan pekerja anak.

“Petisi ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat peduli dan mereka dapat bertindak sebagai duta penghapusan pekerja anak di negara ini,” kata Michiko. Pada saat yang sama, Yuli mengapresiasi petisi tersebut dan mengatakan,“Ini merupakan dorongan positif bagi pemerintah dan kita perlu terus bahu-membahu melalui cara-cara inovatif seperti aksi digital ini. Stop pekerja anak, Indonesia maju.”

Statistik demografi peserta
Penyerahan petisi juga menandai penutupan Child Labour Virtual Race 2021 dengan tema: Bertindak Sekarang, Hapus Pekerja Anak. Perlombaan Virtual, yang diadakan dari 12 Juni hingga 3 Juli, mewajibkan 5.021 pelari dan pesepeda yang berpartisipasi untuk menyelesaikan masing-masing 12,6 dan 25 kilometer. Namun, para peserta memperlihatkan dedikasinya dengan mencatatkan rekor lari terjauh 640 kilometer dan rekor bersepeda sejauh 2.865 kilometer.

Para peserta juga terlibat aktif dalam advokasi tentang pentingnya pendidikan dan penghapusan pekerja anak melalui kampanye media sosial. Mereka tidak hanya mengikuti rangkaian sesi edukasi yang dilakukan sepanjang perlombaan ini, tetapi juga aktif menayangkan pesan melalui akun media sosial mereka.

Enrico Hugo, CEO dan Co-founder Cause Indonesia, sebagai mitra ILO dalam penyelenggaraan perlombaan ini, berharap masyarakat luas akan terus mendukung penghapusan pekerja anak bahkan setelah perlombaan ini selesai. “Meski kita melihat tren penurunan status pekerja anak, kita masih membutuhkan dukungan kuat dari masyarakat untuk mencapai target bebas pekerja anak pada 2025,” katanya.

Petisi dan Perlombaan Virtual Pekerja Anak ini menandai peringatan Tahun Internasional Penghapusan Pekerja Anak 2021 dan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, yang jatuh pada 12 Juni setiap tahunnya.

Siaran langsung penyerahan petisi ini dapat ditonton melalui ILO TV Indonesia