COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan

Pekerjaan TIK diminati dan untuk semua orang

Sektor informasi, komunikasi dan teknologi (TIK) saat ini sangat diminati, memberikan karier yang menjanjikan baik untuk laki-laki maupun perempuan. ILO mendukung keterlibatan perempuan yang lebih luas di sektor ini.

News | Jakarta, Indonesia | 30 March 2021
Hanya dengan sebuah ponsel pintar sederhana, Chris Andrian Yang, seorang penyedia konten digital berusia 24 tahun, memulai kariernya sebagai penyedia konten. Ketertarikannya pada sektor TIK muncul sejak masih di bangku sekolah menengah atas. “Saya memulai dengan perangkat sederhana seperti ponsel saya dan mulai membuat berbagai konten melalui media sosial,” ia membagikan perjalanannya melalui Instagram live pada 24 Maret untuk mendorong anak muda Indonesia memasuki sektor TIK yang menjanjikan.

Salah satu konten video hasil karya Chris Andrian Yang
Dimulai dengan perangkat yang sederhana, saat ini Chris telah mengembangkan konten videonya menggunakan perangkat yang lebih canggih seperti peralatan pencahayaan, kamera dan pengeditan. “Saya juga menerapkan apa yang saya pelajari dari jurusan seni dan desain untuk membuat konten video yang menarik dengan gradasi warna dan komposisi yang tepat,” katanya. Hasilnya, konten videonya telah meningkatkan popularitasnya dan mendapatkan sponsor.

Selain keterampilan TIK yang dibutuhkan sebagai pencipta konten, Chris juga mengingatkan kaum muda tentang pentingnya keterampilan lunak dalam membangun karier di pekerjaan terkait TIK. “Kita perlu fokus pada keunikan kita dan mengembangkan keterampilan komunikasi untuk menyampaikan keunikan kita tersebut menjadi konten yang menarik bagi para audiens kita,” dia membagikan beberapa tips.

Kita perlu fokus pada keunikan kita dan mengembangkan keterampilan komunikasi untuk menyampaikan keunikan kita tersebut menjadi konten yang menarik bagi para audiens kita."

Chris Andrian Yang, seorang penyedia konten digital berusia 24 tahun
Menekankan pentingnya keterampilan lunak, Hirania Wiryasti, staf program ILO untuk keterampilan digital dan pembelajaran jarak jauh, mengutip hasil dari Kajian Cepat Permintaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia tahun 2020. Kajian tersebut mengungkapkan bahwa sebagian besar perusahaan mencantumkan keterampilan lunak tertentu sebagai persyaratan selain keterampilan teknis dalam perekrutan.

“Bekerja sebagai bagian dari tim, komunikasi dan pemikiran analitis dan logis adalah keterampilan lunak teratas yang dibutuhkan oleh industri. Seperti yang ditunjukkan oleh Chris, menjadi penyedia konten digital memperkuat kemampuannya dalam berkomunikasi dan bekerja bersama tim,” ujar Hirania.

Bekerja sebagai bagian dari tim, komunikasi dan pemikiran analitis dan logis adalah keterampilan lunak teratas yang dibutuhkan oleh industri. Seperti yang ditunjukkan oleh Chris, menjadi penyedia konten digital memperkuat kemampuannya dalam berkomunikasi dan bekerja bersama tim."

Hirania Wiryasti, staf program ILO untuk keterampilan digital dan pembelajaran jarak jauh
Dia juga menyoroti pekerjaan menjanjikan yang ditawarkan oleh sektor TIK kepada kaum muda Indonesia. Pekerjaan yang terkait dengan media sosial adalah bagian dari lima pekerjaan teratas saat ini: dukungan bantuan IT (IT help desk), sistem TI, perancang/pemrogram, pembuat/pengembang konten, dan insinyur perangkat lunak TI.

“Pekerjaan yang menjanjikan ini juga menawarkan gaji yang bagus dan tidak ada latar belakang pendidikan khusus yang dibutuhkan. Siapa saja dapat berkarier di bidang TIK asalkan mau belajar untuk terus meningkatkan keterampilannya,” ungkap Hirania..

Baik Chris dan Hirania sepakat bahwa sektor TIK tersedia secara merata untuk laki-laki dan perempuan. Chris berbagi pengalaman studinya di Universitas Multimedia Nusantara di mana banyak mahasiswa perempuan mengambil jurusan seni dan desain. Kendati demikian, Hirania mengakui masih ada perempuan yang merasa ragu untuk masuk ke sektor TIK.

“Ada banyak kesempatan kerja di sektor TIK bagi perempuan. Anda hanya harus memulai dan melakukannya,” Hirania memberikan dorongan. Pesan serupa dari Chris mengakhiri diskusi interaktif: “Segera mulai saja.”

Acara ini merupakan bagian dari seri berbagi pengetahuan tentang permintaan keterampilan dan peluang pekerjaan di sektor TIK yang dibiayai bersama antara Pemerintah Jepang (proyek pengembangan keterampilan) dan Fast Retailing Co., Ltd., (proyek perlindungan pengangguran atau UNIQLO). Seri diskusi ini mengundang anak muda yang menginsiprasi untuk membagikan kisah sukses mereka berkarier di era digital. Dengan semakin banyaknya orang bergabung di dunia digital, ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional, membuka peluang pasar bagi industri dan menambah pendapatan bagi pekerja.