COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan

Keterampilan lunak tingkatkan kemampuan kerja kaum muda dan pencari kerja

ILO meningkatkan kemampuan bekerja kaum muda dan pencari kerja, terutama bagi kelompok yang terpinggirkan dan rentan, melalui serangkaian program pelatihan keterampilan lunak.

News | Jakarta, Indonesia | 17 March 2021
Keterampilan lunak di tempat kerja menjadi semakin penting karena perusahaan ingin semakin menambah nilai tambah pada usaha mereka. Keterampilan lunak telah menjadi elemen penting bagi perusahaan saat membuat keputusan perekrutan.

Ini sejalan dengan temuan Laporan Lapangan Kerja Masa Depan Forum Ekonomi Dunia tahun 2020. Laporan tersebut menggarisbawahi pemikiran dan analisis kritis, pemecahan masalah dan keterampilan manajemen diri sebagai keterampilan lunak teratas yang semakin diminati oleh perusahaan.

Hal yang sama juga diungkapkan Kajian Cepat Permintaan Keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ILO tahun 2020 di Indonesia yang menunjukkan bahwa, selain keterampilan teknis, sebagian besar perusahaan mencantumkan keterampilan lunak tertentu sebagai persyaratan perekrutan. Bekerja sebagai bagian dari tim, komunikasi dan pemikiran analitis dan logis menjadi keterampilan lunak teratas yang dibutuhkan oleh industri.

Keterampilan lunak telah menjadi sangat berarti tidak hanya dalam kewirausahaan tetapi juga dalam pekerjaan... Mengingat bonus demografi Indonesia pada dasawarsa mendatang, keterampilan lunak berperan penting dalam menjawab tantangan dan daya saing pekerja di masa depan."

Mempertimbangkan tingginya permintaan akan keterampilan lunak, ILO bekerja sama dengan Indonesia Business Link (IBL) menyelenggarakan serangkaian program pelatihan daring terkait keterampilan lunak guna meningkatkan kemampuan kerja kaum muda dan pencari kerja pada tanggal 13 Maret hingga 22 Mei. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan keterampilan ILO melalui proyek pengembangan keterampilan (InSIGHT II) dan perlindungan pengangguran (UNIQLO), yang masing-masing didanai oleh Pemerintah Jepang dan Fast Retailing Co., Ltd.

Tauvik Muhamad, Staf Teknis ILO untuk pengembangan keterampilan, mengatakan bahwa kombinasi keterampilan teknis dan lunak sangat dibutuhkan dalam pasar kerja dan bisnis yang kompetitif saat ini. “Karenanya, program pelatihan ini memainkan peran penting dalam memastikan kaum muda dan pencari kerja Indonesia dibekali dengan keterampilan yang dibutuhkan agar dapat bersaing dan mendapatkan pekerjaan yang layak,” ungkap Tauvik dalam sesi pembukaan pada 13 Maret 2021.

“Keterampilan lunak telah menjadi sangat berarti tidak hanya dalam kewirausahaan tetapi juga dalam pekerjaan. Perusahaan saat ini tidak hanya mempertimbangkan keterampilan teknis tetapi juga mempertimbangkan keterampilan lunak para pelamar kerja. Mengingat bonus demografi Indonesia pada dasawarsa mendatang, keterampilan lunak berperan penting dalam menjawab tantangan dan daya saing pekerja di masa depan, ”ujar Yayan Cahyana, Direktur Eksekutif IBL.

Kami berharap dapat menjangkau kaum muda dan pencari kerja dari perkotaan dan pedesaan, terutama dari kelompok yang terpinggirkan dan rentan. Melalui program pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat beradaptasi dengan dunia kerja yang cepat berubah dan lebih siap untuk memasuki atau kembali memasuki pasar kerja."

Hirania Wiryasti, staf program ILO untuk keterampilan digital dan pembelajaran jarak jauh
Program pelatihan tersebut ditujukan bagi pada pencari kerja berusia 18-45 tahun yang terdampak pandemi COVID-19 dan anak muda berusia 17-20 tahun dari kelompok yang termarjinalisasi, terutama mereka yang masih di jenjang sekolah menengah atas. Pelatihan juga terbuka bagi peserta dari perkotaan dan pedesaan.

Program pelatihan dikelompokkan menjadi tiga angkatan, dengan sasaran menjangkau 100 pencari kerja dan kaum muda. Program tersebut terfokus pada keterampilan lunak yang dipilih berdasarkan temuan utama penilaian cepat ILO: membangun integritas, bekerja sebagai bagian dari tim, pemikiran kritis dan analitis, komunikasi dan persiapan untuk wawancara kerja dan pembuatan CV.

“Kami berharap dapat menjangkau kaum muda dan pencari kerja dari perkotaan dan pedesaan, terutama dari kelompok yang terpinggirkan dan rentan. Melalui program pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat beradaptasi dengan dunia kerja yang cepat berubah dan lebih siap untuk memasuki atau kembali memasuki pasar kerja,” pungkas Hirania Wiryasti, staf program ILO untuk keterampilan digital dan pembelajaran jarak jauh.