Ketenagakerjaan muda

Mengubah kehidupan kaum muda Indonesia dan pengungsi muda melalui kewirausahaan

Program kewirausahaan bersama antara ILO dan UNCHR telah membangkitkan jiwa dan semangat kewirausahaan bagi kaum muda Indonesia dan pengungsi muda. Program bersama ini difasilitasi oleh Universitas Atma Jaya dan Dompet Dhuafa.

News | Jakarta, Indonesia | 19 February 2019
Hari kelulusan pelatihan kewirausahaan bagi kaum muda Indonesia dan pengungsi muda

Kewirausahaan adalah hasrat saya. Saya bersyukur dapat berpartisipasi dalam program ini, bersama dengan para pengungsi muda dari berbagai negara. Ini adalah kesempatan belajar yang berharga demi terus meningkatkan keterampilan bisnis saya."

Umar Limber, salah seorang lulusan yang mewakili wirausaha Indonesia
Lima puluh lima peserta pelatihan kewirausahaan percontohan antara ILO dan Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) merayakan hari kelulusan mereka setelah mengikuti program pelatihan enam bulan yang ditujukan bagi wirausaha Indonesia dan pengungsi yang berjudul “Program Pelatihan Siap Usaha.” Para lulusan berhasil menyelesaikan 40 sesi pelatihan yang difasilitasi oleh fasilitator dari Universitas Atma Jaya dan Dompet Dhuafa.

Dengan senyum mengembang di wajahnya, Umar Limber, salah seorang lulusan yang mewakili wirausaha Indonesia, menerima sertifikat kelulusan yang diberikan oleh Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia dan Thomas Vargas, Perwakilan UNHCR di Indonesia. Mahasiswa pascasarjana dari Universitas Bakrie ini telah bercita-cita menjadi seorang wirausaha sejak sekolah menengah.

“Kewirausahaan adalah hasrat saya. Saya bersyukur dapat berpartisipasi dalam program ini, bersama dengan para pengungsi muda dari berbagai negara. Saya belajar banyak dari interaksi saya dengan mereka tentang ide, rencana dan implementasi bisnis. Ini adalah kesempatan belajar yang berharga demi terus meningkatkan keterampilan bisnis saya,” kisahnya. Kini ia sedang mengembangkan agro-bisnis yang terfokus pada sayuran organik.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Faiza, seorang pengungsi dari Eritrea, sebuah negara di Tanduk Afrika. Dia sudah berada di Indonesia selama setahun. “Pelatihan ini mengajarkan saya untuk mengatur waktu, berani mengambil risiko dan optimis. Meski saya seorang pengungsi, tidak ada yang mustahil. Yang terpenting adalah bagaimana bergaul dengan orang serta saling menghormati perbedaan dan latar belakang,” katanya, berbagi pengalaman yang dia dapatkan selama pelatihan.

Saya belajar banyak dari para pengungsi muda. Saya belajar tentang budaya, bahasa, negara, agama, keluarga, kehidupan dan kisah mereka. Karenanya saya berharap semua peserta dapat memanfaatkan apa yang telah mereka pelajari dengan sebaik-baiknya."

Inggrid Wongso, salah seorang fasilitator dari Universitas Atma Jaya
Faiza juga meluangkan waktu bertanya kepada beberapa teman pengungsi tentang manfaat pelatihan bagi mereka. Salah seorang pengungsi, misalnya, mengakui bahwa pelatihan membantunya menjalin kerjasama dengan orang-orang di sekitarnya dan mendapatkan kembali inspirasinya; sementara seorang peserta lainnya engatakan bahwa ia memperoleh pengetahuan tentang kewirausahaan dan mendapatkan teman baru.

Inggrid Wongso, salah seorang fasilitator dari Universitas Atma Jaya, juga berbagi pengalaman. Dia mengakui merasa sangat gugup saat pertama kali memfasilitasi pelatihan. Namun, dengan berjalannya waktu, ia menyadari bahwa pelatihan ini mengajarkannya proses belajar dua arah.

“Saya belajar banyak dari para pengungsi muda. Saya belajar tentang budaya, bahasa, negara, agama, keluarga, kehidupan dan kisah mereka. Itu benar-benar memberi saya pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan dan latar belakang mereka. Karenanya saya berharap semua peserta dapat memanfaatkan apa yang telah mereka pelajari dengan sebaik-baiknya,” katanya. Terinspirasi oleh semangat kewirausahaan yang diperlihatkan sejumlah peserta, Inggrid saat ini memulai bisnis kuliner Timur Tengah.

Sesi pelatihan mencakup lima tema utama kewirausahaan yang merupakan kunci dalam mengembangkan usaha: 1. Memulai kewirausahaan; 2. Menangani pemasaran dan penjualan; 3. Mengelola bisnis Anda; 4. Fokus pada keuangan; dan 5. Mempersiapkan masa depan.