Memperkuat peran DK3N dalam memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja muda

Partisipasi kaum muda Indonesia dalam mempromosikan K3 sangat penting. Sekitar setengah dari 130 juta penduduk berusia di bawah 30 tahun dan banyak dari mereka bekerja di sektor-sektor dengan risiko tinggi kecelakaan dan penyakit akibat kerja, seperti di sektor konstruksi. ILO membantu Dewan K3 Nasional (DK3N) untuk memperkuat gugus tugas pekerja mudanya agar mereka lebih memiliki suara dalam kebijakan K3 nasional.

News | Jakarta, Indonesia | 14 January 2019
Sesi fasilitasi dalam seminar untuk memperkuat perlindungan terhadap pekerja muda oleh DK3N
Tiga puluh anggota Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N) serta perwakilan penggiat K3 muda Indonesia berkumpul dalam seminar satu hari di Jakarta pada 9 Januari. Mereka membahas tentang pentingnya perlindungan bagi pekerja muda dan berupaya menentukan tindakan-tindakan yang tepat untuk untuk mempromosikan K3 bagi pekerja muda.

Seminar yang berjudul "Pertemuan Orientasi tentang Peran DK3N dalam Perlindungan Pekerja Muda" ini sejalan dengan komitmen Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperkuat sistem K3 nasional dan meningkatkan kepatuhan K3, terutama bagi kaum muda. Acara ini juga sejalan dengan peringatan Bulan Nasional K3 Indonesia yang diadakan dari tanggal 12 Januari hingga 12 Februari.

Kita harus terus mempromosikan budaya K3 sebagai bagian dari budaya sehari-hari. Mengingat bonus demografi di mana setengah dari penduduk kita adalah orang-orang di bawah 30 tahun, kita perlu terus memperkuat kesadaran dan kapasitas K3 untuk orang muda."

Sugeng Priyanto, Direktur Jenderal Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Kementerian Ketenagakerjaan, yang juga menjadi Ketua DK3N
Pertemuan ini didukung dan difasilitasi oleh ILO melalui Proyek SafeYouth @ Work, yang didanai oleh Departemen Tenaga kerja AS. Proyek ini mendukung negara-negara dalam menangani masalah K3 secara efektif untuk pekerja muda, dengan fokus pada peningkatan data, undang-undang dan kebijakan serta kapasitas teknis dan kesadaran publik mengenai K3.

Sugeng Priyanto, Direktur Jenderal Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Kementerian Ketenagakerjaan, yang juga bertindak sebagai Ketua DK3N, menekankan pentingnya K3 bagi pekerja muda, terutama untuk mencapai tujuan nasional, yakni Budaya K3 di Indonesia pada 2020.

“Kita harus terus mempromosikan budaya K3 sebagai bagian dari budaya sehari-hari. Mengingat bonus demografi di mana setengah dari penduduk kita adalah orang-orang di bawah 30 tahun, kita perlu terus memperkuat kesadaran dan kapasitas K3 untuk orang muda,” katanya dalam sambutan pembukaan.

Dengan mengembangkan sistem dan mekanisme K3 yang efektif, pekerja muda akan lebih terlindungi. Perbaikan juga harus dilakukan secara bertahap dari tahun ke tahun hingga kita mencapai capaian yang kita banggakan."

Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia
Direktur Jenderal Sugeng juga menghargai dukungan yang diberikan oleh ILO untuk mempromosikan budaya K3 di negara ini. “Saya berharap ILO bersama DK3N terus memperkuat kerjasamanya dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan budaya K3 di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia, menegaskan komitmen ILO untuk terus mendukung Indonesia dalam memajukan sistem K3 nasionalnya. Selain Proyek SafeYouth @ Work, ILO memiliki proyek K3 lain yang bernama K3 untuk Kaum Muda (Youth4OSH), yang berupaya mengurangi cedera, kematian dan penyakit akibat kerja melalui perbaikan tindakan pencegahan oleh pekerja muda dan pengusaha muda.

“Dengan mengembangkan sistem dan mekanisme K3 yang efektif, pekerja muda akan lebih terlindungi. Perbaikan juga harus dilakukan secara bertahap dari tahun ke tahun hingga kita mencapai capaian yang kita banggakan,” katanya.

Dalam seminar tersebut, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok kerja di mana mereka melakukan penggalian ide dan merumuskan rencana aksi sebagai berikut: 1. Penguatan Dewan K3 Provinsi untuk Isu Perlindungan Pekerja Muda; 2. Pengembangan proyek percontohan tentang perlindungan pekerja muda di sektor konstruksi; dan 3. Mekanisme 'Pengembangan Satgas Kepemudaan DK3N dan Identifikasi ide-ide inovatif lainnya terkait perlindungan pekerja muda.

Seminar ditutup dengan pengembangan rencana aksi awal tentang K3 dan pekerja muda. Rencana aksi difokuskan pada peningkatan pengumpulan dan analisis data K3, peningkatan kapasitas untuk perwakilan pemerintah, pekerja, pengusaha dan pekerja muda, integrasi K3 dalam sistem pendidikan dan kejuruan serta penguatan advokasi, penelitian dan program peningkatan kesadaran mengenai kerentanan pekerja muda menghadapi risiko K3.

Catatan

Pendanaan disediakan oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat di bawah nomor perjanjian kerjasama IL-26690-14-75-K-11.

Materi ini sama sekali tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat, juga tidak dimaksudkan untuk menyebutkan nama dagang, produk komersial, atau organisasi yang didukung oleh Pemerintah Amerika Serikat. Seratus persen dari total biaya proyek atau program didanai dengan dana pemerintah Federal AS, dengan total anggaran 11.443.156 dolar.