ILO, Universitas Indonesia tangani masalah pekerja lanjut usia dan produktivitas di Indonesia

Di Asia dan Pasifik, jumlah orang lanjut usia bertambah dengan cepat, dari 410 juta pada 2007 menjadi 733 juta pada 2025, dan diharapkan menjadi 1,3 milyar pada 2050. Penuaan juga akan semakin membesar 50 tahun ke depan dan populasi berusia di atas 60 tahun di Asia akan meningkat hampir tiga kali lipat dari 9 persen pada 2000 menjadi sekitar 24 persen pada 2050. Pada 2020, jumlah orang lanjut usia di Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 28,8 juta (11 persen dari keseluruhan penduduk).

Press release | 12 March 2010

JAKARTA (Siaran pers bersama): Di Asia dan Pasifik, jumlah orang lanjut usia bertambah dengan cepat, dari 410 juta pada 2007 menjadi 733 juta pada 2025, dan diharapkan menjadi 1,3 milyar pada 2050. Penuaan juga akan semakin membesar 50 tahun ke depan dan populasi berusia di atas 60 tahun di Asia akan meningkat hampir tiga kali lipat dari 9 persen pada 2000 menjadi sekitar 24 persen pada 2050. Pada 2020, jumlah orang lanjut usia di Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 28,8 juta (11 persen dari keseluruhan penduduk).

Banyak perhatian kebijakan difokuskan pada permasalahan pension dan produktivitis bagi pekerja lanjut usia. Namun, lapangan kerja yang tersedia bagi mereka juga memainkan peran penting. Mereka mempengaruhi keputusan pekerja lanjut usia untuk bekerja atau pensiun, kemampuan pengusaha untuk mempekerjakan dan mempertahankan pekerja lanjut usia dan bagaimana masyarakat memberikan dukungan bagi masyarakat lanjut usia yang tidak lagi mampu bekerja.

Untuk membahas permasalahan ini lebih lanjut, Universitas Indonesia (UI), dengan dukungan dari Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO), menyelenggarakan seminar satu hari mengenai pekerja lanjut usia dan produktivitas pada Senin, 15 Maret 2010, di Kampus UI, Depok, Jawa Barat. Seminar ini sekaligus menandai peluncuran Centre for Ageing Studies, Universitas Indonesia (CAS UI) dan peringatan hari Lanjut Usia Nasional. Acara-acara ini akan diresmikan oleh Muhaimin Iskandar, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Prof. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, Rektor Universitas Indonesia.

Peter van Rooij, Pejabat sementara ILO Jakarta, menyambut baik pendirian Pusat Studi ini. Ia mengatakan bahwa perhatian terhadap pekerja lanjut usia bukanlah merupakan isu baru bagi ILO. ILO telah menaruh perhatian serius pada permasalahan ini sejak akhir tahun 1970-an, yang tercermin pada Rekomendasi ILO No. 162 tentang Pekerja Lanjut Usia.

“Meningkatkan harapan hidup merupakan salah satu pencapaian terbesar umat manusia. Namun, di saat yang sama, hal ini juga menimbulkan sejumlah pertanyaan kebijakan yang mempengaruhi masyarakat dan pasar kerja di seluruh belahan dunia. Salah satu tantangan sosial utama dari masyarakat lanjut usia adalah memastikan tingkat pendapatan yang memadai bagi semua orang lanjut usia tanpa membebani kapasitas generasi yang lebih muda,” kata dia, seraya menambahkan bahwa mengingat banyak orang lanjut usia tidak mampu menikmati masa pensiun, tantangannya adalah memperpanjang masa kerja dan meningkatkan kemampuan pekerja lanjut usia.

Tujuan dari seminar dan pendirian CAS UI ini adalah memahami secara lebih baik masyarakat lanjut usia dari sudut pandang ketenagakerjaan dan meningkatkan kesadaran generasi muda yang lebih muda untuk mempersiapkan diri menjadi pekerja lanjut usia yang produktif. Acara ini pun bertujuan memperkenalkan peran CAS UI dalam mendukung kebijakan dan program terkait lanjut usia di tingkat nasional dan internasional.

Permasalahan terkait dengan pekerja lanjut usia dan produktivitas akan dibahas lebih lanjut oleh para pembicara nasional dan internasional: Dr Makmur Sanusi, Direktorat Layanan dan Rehabilitasi Sosial, Kementrian Sosial dan Prof. Eef Hogervost, Departemen Pengetahuan Manusia, Universitas Loughborough, Inggris.

Terkait dengan masalah pekerja lanjut usia dan produktivitas, UI telah menjalin kerjasama erat dengan berbagai lembaga pendidikan lainnya, seperti the Oxford Institute of Ageing dan the University of Oxford, the University of Loughborough, the National Commission of Older Persons of The Republic of Indonesia (NCOP), serta Active Ageing Consortium Asia Pacific (ACAP). Dalam waktu dekat, UI akan meluaskan kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan dari sejumlah negara, di antaranya the Institute of Gerontology of the Universiti Putra Malaysia di Malaysia, the Council of the Third Age di Singapura, the University of Tokyo di Jepang dan the Centre for Ageing Studies of the University of Kerala di India.

Sementara ILO telah mengeluarkan paket mengenai lanjut usia yang dirancang dalam bentuk pelatihan bagi organisasi pengusaha dan perusahaan untuk membantu mereka mengembangkan program dan kebijakan yang menciptakan kondisi kerja yang layak dan produktif bagi pekerja lanjut usia. Paket ini pun bertujuan mendemonstrasikan bagaimana mempertahankan dan mempekerjakan pekerja lanjut usia dapat menjadi bagian terpadu dalam meningkatkan daya saing dan produktivitas perusahaan.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Dra. Vita Priantina Dewi, MSH
Universitas Indonesia
Mobile: +62818 0976 7171
Email

Muce Mochtar
Programme Officer
Kantor ILO Jakarta
Tel: +6221 3913112 ext. 105
Email

Gita Lingga
Media Officer
Tel: +6221 3913112 ext. 115
Mobile: +62815 884 5833
Email