Dampak kami, suara mereka

Keselamatan dan kesehatan kerja meningkatkan ketangguhan bisnis UKM Indonesia

Layanan penilaian risiko yang diberikan oleh Proyek Peningkatan Pencegahan COVID 19 di dan melalui Tempat Kerja ILO telah membantu usaha kecil dan menengah Indonesia bertahan dari pandemi. Dua pengusaha perempuan tangguh membagikan perjalanan bertahan hidup mereka.

Article | 10 October 2022
Yuni Lestari, pemilik Karuniasari Catering di Yogyakarta
Yuni Lestari, pemilik Karuniasari Catering di Yogyakarta, sibuk menyiapkan pesanan. Dibantu oleh para pekerjanya, dia meletakkan lauk satu per satu di dalam kotak. Dia juga memastikan bahwa kondisi kerja steril, dan para pekerjanya menerapkan protokol kesehatan.

Pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi usaha kecil dan menengah (UKM) seperti usaha katering Yuni. Berusaha menyelamatkan usahanya, Yuni mencari bantuan ke Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Yogyakarta tempat ia terdaftar sebagai anggota.

K3 adalah kunci untuk mempertahankan bisnis saya. K3 memang investasi."

Yuni Lestari, pemilik Karuniasari Catering di Yogyakarta
Dia kemudian diberitahu tentang layanan penilaian risiko yang disediakan secara gratis oleh ILO melalui proyek Peningkatan Pencegahan COVID-19 di dan melalui Tempat Kerja. Tanpa ragu-ragu, dia memutuskan untuk ikut serta.

Diakuinya, awalnya merupakan tantangan bagi dirinya untuk memahami tentang prinsip dan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3). “Namun, dengan terus menerus mendapatkan informasi dan pendidikan K3, saya menjadi lebih sadar dan terbiasa bekerja dengan protokol kesehatan, untuk saling peduli dan saling mengingatkan demi keselamatan kita,” katanya.

Ia pun mengaku awalnya menganggap elemen K3 yang harus ia ikuti sebagai biaya bisnis. Namun, ketika dia melihat hasil yang dia peroleh setelah menerapkan standar K3, dia mulai merubah pola pikirnya.



“K3 adalah kunci untuk mempertahankan bisnis saya. K3 memang investasi,” seru Yuni.

Hasilnya, dengan rasa percaya diri baru tentang kualitas dan kebersihan kateringnya, bisnisnya mulai berkembang kembali. Dia mulai menerima pesanan besar untuk pasien isolasi mandiri. Usaha tetap berjalan dengan baik dengan pesanan yang teratur.

“Setelah kami menerapkan protokol kesehatan, kami mendapat pesanan dua atau tiga kali seminggu,” katanya.

Begitu pula di Bali, Maria Satiaputri, pemilik Spa Factory Bali, mulai kehilangan pesanan saat pandemi melanda. Sebagai bisnis yang berfokus pada produk spa dan perawatan tubuh untuk pasar domestik dan internasional sejak tahun 2002, pandemi secara drastis mengurangi produksi dan pesanan.



“Saya tidak mau berlama-lama. Saya menyadari bahwa saya harus beradaptasi dengan kondisi ini, termasuk mengembangkan inovasi untuk prosedur kerja,” kata Maria yang tak mau menyerah.

K3 tidak hanya menjamin keamanan aset utama kami, tetapi juga menjamin kualitas produk kami."

Maria Satiaputri, pemilik Spa Factory Bali
Sebagai salah satu perusahaan yang berpartisipasi dalam proyek Mempertahankan Perusahaan Tetap Kompetitif dan Bertanggung Jawab (SCORE) ILO, ia telah mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip K3. Namun, pandemi memberikan tantangan baru. Jadi, ketika mengetahui tentang layanan penilaian risiko ILO, dia langsung mengambil kesempatan tersebut.

“Sebelumnya kami hanya menerapkan K3 untuk tugas produksi. Penilaian risiko membuat saya sadar bahwa K3 juga harus diterapkan di kantor,” ungkapnya. “Saya juga menyadari bahwa kita perlu memprioritaskan sumber daya manusia sebagai aset utama perusahaan. Oleh karena itu, kita perlu menerapkan sistem manajemen K3 yang komprehensif, tidak parsial.”

Memprioritaskan sumber daya manusia juga sejalan dengan sifat bisnis Spa Factory Bali. “Industri kami padat karya. Jadi, kami tidak menggunakan otomasi seperti mesin karena kami selalu membuat produk kosmetik kami dengan tangan. Artinya aset utama kami adalah pekerja kami, bukan mesin,” serunya.

Ia juga menggaungkan pesan yang sama tentang pentingnya K3.

“K3 merupakan investasi karena berdampak langsung pada keselamatan pekerja dan tentunya mengurangi faktor kecelakaan yang mungkin terjadi di tempat kerja. Selain itu, K3 tidak hanya menjamin keamanan aset utama kami, tetapi juga menjamin kualitas produk kami,” pungkas Maria.