Layanan penilaian risiko COVID-19 untuk keberlanjutan bisnis di industri perhotelan

Penilaian risiko COVID-19 yang diberikan secara gratis oleh proyek ILO bertajuk Meningkatkan Pencegahan COVID-19 di dan melalui Tempat Kerja membantu memperkuat sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di industri perhotelan Indonesia.

Article | 06 July 2022

Industri perhotelan melihat lonjakan permintaan wisatawan setelah terhambat dua tahun akibat pandemi COVID-19 yang membatasi mobilisasi perjalanan dan masalah keselamatan dan kesehatan wisatawan.

Dilengkapi dengan masker, sepasang sarung tangan dan sepatu bot karet, Vincentius Sigit Sriyadi, anggota Tim Tanggap Darurat di Novotel Suites Yogyakarta Malioboro, sigap menjaga dan membersihkan area kolam renang hotel, memastikan higienitas dan kebersihannya.

Tidak hanya memastikan dirinya untuk patuh mengikuti protokol kesehatan, ia juga memastikan para tamu, termasuk staf, untuk menerapkan protokol tersebut. “Ini adalah era pandemi COVID-19, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Oleh karena itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangat penting,” jelasnya.

Novotel Suites Yogyakarta Malioboro merupakan satu dari 120 hotel di seluruh Indonesia yang telah mendaftar dalam layanan penilaian risiko COVID-19 yang disediakan secara gratis oleh ILO. Layanan ini dikembangkan oleh proyek ILO bertajuk Meningkatkan Pencegahan COVID-19 di dan melalui Tempat Kerja untuk membantu pelaku bisnis Indonesia dalam menerapkan rencana aksi untuk meminimalkan risiko penularan virus di tempat kerja dan memperkuat sistem manajemen K3 yang merupakan bagian penting untuk memastikan kelangsungan bisnis.

Sesi berbagi pengetahuan tentang pentingnya K3 dan rekomendasi yang disesuaikan oleh dokter K3 meningkatkan perencanaan mitigasi kami selama pandemi ini dan untuk krisis kesehatan di masa depan. Layanan ini memperkuat upaya fasilitas kesehatan kami agar lebih andal dan efektif."

Novi Soesanto, General Manager Novotel Suites Yogyakarta Malioboro
Layanan ini juga meningkatkan kepercayaan bisnis untuk beroperasi dengan aman dan mempertahankan produktivitas mereka sambil juga mencocokkan kekhawatiran pekerja dan tamu tentang COVID-19 untuk memastikan bahwa mereka dilindungi serta program keselamatan dan kesehatan dipromosikan di lokasi.

Untuk membantu industri hotel dan restoran yang terkena dampak besar dari pandemi, ILO bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mempromosikan penerapan layanan tersebut. Kemitraan ini juga mendorong hotel-hotel yang berpartisipasi untuk meningkatkan fasilitas mereka dalam mengoptimalkan prinsip K3. Selama ini, industri perhotelan juga telah mengadopsi teknologi baru seperti sistem tanpa sentuhan, penggunaan aplikasi seluler yang lebih besar dengan menu digital dan kode QR sebagai pendekatan baru untuk memprioritaskan keselamatan pekerja dan tamu.

Novotel Suites Yogyakarta Malioboro telah mendaftar untuk bergabung dengan layanan tersebut sejak awal tahun ini. Dalam waktu lima minggu mereka dapat mengembangkan rencana aksi berdasarkan penilaian dan survei pekerja. Rencana aksi tersebut meliputi sosialisasi berkala setiap seminggu sekali, pembaruan materi pendidikan kesehatan yang ditempatkan di lobi, area resepsionis, kamar hotel dan ruang pertemuan, serta menghidupkan kembali prosedur operasi standar seperti program tes dan penelusuran kontak dan perawatan diri untuk pekerja yang dinyatakan positif COVID-19.

“Sesi berbagi pengetahuan tentang pentingnya K3 dan rekomendasi yang disesuaikan oleh dokter K3 meningkatkan perencanaan mitigasi kami selama pandemi ini dan untuk krisis kesehatan di masa depan. Layanan ini memperkuat upaya fasilitas kesehatan kami agar lebih andal dan efektif,” kata Novi Soesanto, General Manager Novotel Suites Yogyakarta Malioboro.

Meskipun kasus COVID-19 terus menurun, namun antusiasme anggota PHRI di daerah tetap tinggi untuk mengikuti kajian yang dilakukan ILO. Kami berharap setiap tempat kerja menjadi tempat yang lebih aman, sehat dan nyaman."

Faisal Tjandraatmadja, Kepala Sertifikasi Bisnis Hotel, BPP PHRI
Kendati kekhawatiran COVID-19 meredam, pandemi belum berakhir dan menjadi pengubah cara hidup. Karenanya penting untuk menghidupkan kembali industri ini dengan memunculkan strategi baru seperti berkonsentrasi pada program keselamatan dan kesehatan kerja agar sesuai dengan prioritas pelanggan sebagai strategi. Dengan tuntutan pasar yang terus berkembang dan kemampuan hotel untuk memenuhi kebutuhan tersebut, hal ini dapat memberikan keunggulan kompetitif.

“Meskipun kasus COVID-19 terus menurun, namun antusiasme anggota PHRI di daerah tetap tinggi untuk mengikuti kajian yang dilakukan ILO. Kami berharap setiap tempat kerja menjadi tempat yang lebih aman, sehat dan nyaman,” tambah Faisal Tjandraatmadja, Kepala Sertifikasi Bisnis Hotel, BPP PHRI.

Dia juga menekankan bahwa bisnis harus memprioritaskan keselamatan pekerja dan pelanggan mereka. “Dengan mengikuti pedoman pemerintah, mencocokkan rekomendasi dokter K3 berdasarkan penilaian dan survei untuk diterapkan di tempat kerja, menganut prosedur standar operasi yang diperbarui dan memberdayakan budaya keselamatan — yang pastinya dapat menjadikan keselamatan sebagai keunggulan bisnis,” tambahnya.

Hingga saat ini, industri perhotelan melihat lonjakan permintaan wisatawan. Di ibukota, menurut Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, pada awal tahun 2022, industri perhotelan Jakarta mencatatkan kinerja yang cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya dengan tingkat hunian hotel berbintang Jakarta mencapai 52,7 persen pada Maret 2022.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran layanan penilaian risiko, kunjungi www.ilocovidproject.id