Layanan pengiriman ASI untuk dukung program menyusui eksklusif pekerja

Selain ruang laktasi, pabrik garmen Better Work Indonesia PT Ungaran Sari Garments (PT USG) telah bergerak maju dengan inisiatif baru pengiriman ASI demi memastikan bayi dari pekerja perempuannya selalu memiliki persediaan ASI yang cukup selama ibu mereka bekerja.

Article | Semarang, Jawa Tengah, Indonesia | 12 November 2019
Erna Rahmawati dengan rapi mengatur botol-botol ASI perah di dalam tas penyimpanan. Dia dengan hati-hati menutup ritsleting tas dan membawanya ke mobil perusahaan. Didampingi oleh para pendidik sesama, ia siap mengirimkan ASI perah ini ke rumah-rumah pekerja perempuan PT Ungaran Sari Garments (PT USG) di Semarang, Jawa Tengah.

Erna Rahmawati siap mengirimkan ASI perah ke rumah-rumah para pekerja
Erna adalah satu dari dua pekerja PT USG yang ditunjuk sebagai pengemudi untuk mengirimkan ASI perah yang disimpan di ruang laktasi ke rumah-rumah para pekerja. "Jadwal pengiriman tergantung pada jumlah botol susu yang tersedia di ruang laktasi," katanya seraya menambahkan bahwa layanan pengiriman bisa berjalan sekali sehari atau dua kali sehari.

Kami memprakarsai layanan kurir ASI untuk memastikan bayi mendapatkan ASI eksklusif saat ibu mereka sedang bekerja."

Nur Arifin, Manajer Senior Sumber Daya Manusia dan Kepatuhan PT USG
Selain kelas yoga pra kelahiran, ruang menyusui dan program kesehatan pasca-melahirkan, layanan kurir ASI yang diberi nama ASIP ini merupakan inisiatif terbaru yang diambil oleh PT USG tahun ini sebagai upaya mendukung program menyusui eksklusif para pekerja perempuan. Mengingat 95 persen lebih dari 15.000 pekerja pabrik adalah perempuan, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus utama perusahaan.

Layanan kurir ini dimulai setelah memperhitungkan kesulitan yang dihadapi oleh pekerja perempuan dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayi mereka ketika kembali bekerja setelah cuti melahirkan.

“Pekerja perempuan melakukan pendekatan ke manajemen untuk menyuarakan keprihatinan mereka dalam pertemuan pekerja-manajemen bulanan kami tentang kesehatan bayi pekerja dan bagaimana memastikan pemberian ASI eksklusif dapat terus dilakukan. Memahami pentingnya program ini, kami memprakarsai layanan kurir ASI untuk memastikan bayi mendapatkan ASI eksklusif saat ibu mereka sedang bekerja,” tegas Nur Arifin, Manajer Senior Sumber Daya Manusia dan Kepatuhan PT USG.

Yoga dan olahraga pra kelahiran bagi para pekerja yang hamil

Dukungan perusahaan untuk program menyusui eksklusif pekerja

Untuk mendorong lebih banyak pekerja perempuan berpartisipasi dalam program pemberian ASI eksklusif, para pendidik sebaya perusahaan memberikan penghargaan kepada 15 karyawan perempuan yang telah berhasil memberikan ASI eksklusif enam bulan kepada bayi mereka.

Peluncuran program pengiriman yang dihadiri perwakilan dari PBB Indonesia dan ILO
“Sekarang saya tidak perlu khawatir bayi saya akan kehabisan ASI di rumah. Pemberian ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi dan, pada saat yang sama, saya dapat menghemat uang dengan tidak perlu membeli susu formula,” ungkap Pangestuti Ayuningtyas, 27 tahun, salah seorang pekerja perempuan.

Melalui dialog yang transparan dan terbuka antara pekerja dan manajemen, kita dapat membuat perubahan yang menguntungkan kedua belah pihak. Kita perlu terus membangun iklim kerja yang saling menghormati dan mekanisme konsultasi yang menguntungkan pekerja serta manajemen."

Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia
Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia, yang turut serta dalam peluncuran program pengiriman ASI perah ini memuji inisiatif yang diambil oleh pabrik.

“Melalui dialog yang transparan dan terbuka antara pekerja dan manajemen, kita dapat membuat perubahan yang menguntungkan kedua belah pihak. Kita perlu terus membangun iklim kerja yang saling menghormati dan mekanisme konsultasi yang menguntungkan pekerja serta manajemen,” ujarnya.

PT USG merupakan salah satu dari 216 pabrik di Indonesia yang berada di bawah program Better Work Indonesia (BWI) - program unggulan di bawah Better Work yang dijalankan oleh ILO dan International Finance Cooperation (IFC) untuk meningkatkan kondisi kerja dan daya saing di industri garmen.

PT USG adalah salah satu pabrik berkinerja tinggi pertama di BWI, yang menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap standar tenaga kerja nasional dan internasional, sistem manajemen tempat kerja yang efektif dan komitmen penuh terhadap pembelajaran staf serta dialog manajemen pekerja yang maju.

Pekerja perempuan PT USG

Sekarang saya tidak perlu khawatir bayi saya akan kehabisan ASI di rumah. Pemberian ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi dan, pada saat yang sama, saya dapat menghemat uang dengan tidak perlu membeli susu formula."

Pangestuti Ayuningtyas, 27 tahun, salah seorang pekerja perempuan
Didirikan pada 1975 dengan hanya satu pabrik dan 200 pekerja, PT USG kini telah memperluas produksinya menjadi 13 pabrik dengan sekitar 15.000 pekerja. Perusahaan ini juga telah diakui sebagai pabrik yang memiliki reputasi yang baik.

“Dengan melihat seberapa jauh kita telah melangkah, apa yang kami lakukan untuk para pekerja adalah sebuah investasi. Ketika kita memperhatikan pekerja kita, mereka akan membalas dalam bentuk dedikasi dan peningkatan produktivitas,” Nur Arifin menyimpulkan.