Kajian ayam buras dengan pendekatan rantai nilai dan iklim usaha di Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua

Usaha ternak ayam buras di Boven Digoel, sebagian besar dilakukan secara sangat sederhana, sebagai hobi dan kegiatan sambilan. Peternak belum familiar dengan mesin penetas, belum menggunakan obat pencegah penyakit, tidak dikandangkan, dan belum menggunakan bibit unggul. Padahal pasarnya sangat terbuka dan terus tumbuh. Keahlian budidaya relatif dapat dipelajari dan cocok sebagai mata pencaharian bagi masyarakat asli Papua. Usaha ayam buras juga memiliki peluang besar dari sisi ketersediaan lahan dan bahan pakan, serta fasilitasi program percepatan pembangunan dari pemerintah.

Pengembangan usaha ternak ayam kampung di Boven Digoel, membutuhkan komitmen dan kepemimpinan di tingkat kabupaten. Segala pengambilan keputusan dan kebijakan implementasi pengembangan usaha ayam buras merupakan kewenangan dan tanggung jawab dari pemangku kepentingan di kabupaten. Sementara dukungan dari tingkat provinsi dan pusat dibutuhkan untuk memfasilitasi program atau kegiatan yang tidak bisa dijangkau dari sisi kewenangan maupun sumberdaya yang dimiliki oleh kabupaten.