Kebijakan ketenagakerjaan

ILO dan Kementerian SDM Jaminan Sosial Cina bersama memajukan Kerja Sama Selatan-Selatan dan kebijakan lapangan kerja di Asia Tenggara

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial (KSDM-JAMSOS) Cina meluncurkan sebuah proyek dalam rangka mempromosikan Kerja Sama Selatan-Selatan untuk lapangan kerja yang berkualitas tinggi di Asia Tenggara.

Press release | Bangkok, Thailand | 25 July 2023
Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial (KSDM-JAMSOS) Cina meluncurkan sebuah proyek untuk mempromosikan Kerja Sama Selatan-Selatan antara negara-negara di Asia Tenggara dan Cina di bidang ketenagakerjaan yang berkualitas tinggi, layanan pengantaran kerja publik dan pengembangan kewirausahaan.
BANGKOK, Thailand (Berita ILO) – Dalam konteks di mana terjadi peningkatan tekanan pada pasar tenaga kerja di Asia Tenggara dan dampak ekonomi yang berkepanjangan dari COVID-19, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial (KSDM-JAMSOS) Cina telah meluncurkan sebuah proyek untuk mempromosikan Kerja Sama Selatan-Selatan antara negara-negara di Asia Tenggara dan Cina di bidang ketenagakerjaan yang berkualitas tinggi, layanan pengantaran kerja publik dan pengembangan kewirausahaan.

Kolaborasi antara ILO dan KSDM-Jamsos melalui proyek, “Mempromosikan Inisiatif Global dengan Fokus Kerja sama Selatan-Selatan dalam Lapangan Kerja di ASEAN(ProSSCE-ASEAN), memanfaatkan ide dan berbagi pengetahuan, dialog kebijakan dan peningkatan kapasitas untuk mendukung pembuat kebijakan dalam menangani persoalan-persoalan pasar tenaga kerja di Asia Tenggara dan mempromosikan kebijakan ketenagakerjaan dan peluang untuk pekerjaan layak. Proyek ini akan memfasilitasi berbagi praktik baik dan pembelajaran antara negara-negara di kawasan ASEAN dan Cina melalui jaringan berbagi pengetahuan regional guna lapangan kerja yang produktif dan pekerjaan yang layak untuk semua.

"Kolaborasi ini berfungsi sebagai dasar untuk kemajuan dalam mengatasi masalah pasar tenaga kerja. ILO dengan bangga meluncurkan proyek ini dalam kemitraan dengan konstituen ILO dan KSDM-Jamsos Cina di kawasan ASEAN untuk membantu mengatasi tantangan lapangan pekerjaan yang signifikan dan untuk mengembangkan generasi baru dari kebijakan dan strategi lapangan lapangan yang dapat berkontribusi pada pemulihan yang berpusat pada orang serta masyarakat yang lebih setara dan adil,” ujar Chihoko Asada-Miyakawa, Asisten Direktur Jenderal dan Direktur Regional ILO untuk Asia dan Pasifik.

Acara peluncuran tersebut mempertemukan para pembuat kebijakan dan mitra sosial dari Asia Tenggara di Bangkok, Thailand untuk seminar dua hari yang bertujuan mengatasi tantangan lapangan pekerjaan di kawasan ini. Ini merupakan hari pertama dari serangkaian dialog regional di bawah kerangka proyek ini yang akan mendorong kolaborasi, pembelajaran sebaya dan pertukaran pengetahuan di antara para pembuat kebijakan dan mitra sosial di Cina dan Asia Tenggara.

Acara ini pejabat senior dari Kementerian Ketenagakerjaan Cina, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam.

Dengan pendanaan sebesar US$1 juta dari Cina untuk tahun 2023, tahap awal proyek ProSSCE -ASEAN akan mencakup intervensi percontohan di Kamboja, Indonesia, Thailand dan Vietnam. Ini selanjutnya akan diperluas untuk mencakup negara-negara Asia Tenggara lainnya di masa depan.

Di Kamboja, proyek ini akan bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi dan Keuangan Kamboja untuk melaksanakan program pelatihan berdasarkan metodologi Program Memulai dan Meningkatkan Bisnis Anda (SIYB) ILO. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan manajerial pengusaha di negara tersebut, dengan fokus khusus pada pemberdayaan pengusaha muda yang memiliki keinginan untuk memanfaatkan pertumbuhan ekonomi Kamboja.

Di Indonesia, proyek dan kantor ILO akan bermitra dengan Kementerian Ketenakerjaan untuk memberikan pelatihan kepada para konselor tingkat provinsi dalam layanan ketenagakerjaan publik. Tujuannya adalah memperkuat kemampuan mereka dalam memberikan bimbingan kepada para pencari kerja, khususnya kaum muda dan perempuan.

Di Thailand, proyek ini akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pusat layanan ketenagakerjaan publik, yang bertujuan untuk menyediakan layanan khusus bagi kaum muda di negara tersebut. Selain itu, proyek ini akan memfasilitasi pertukaran pengetahuan untuk memperkuat rancangan dan implementasi kebijakan terkait layanan pengantaran kerja publik.

Di Vietnam, proyek ini akan membantu pembuat kebijakan dan konstituen ILO dalam mengevaluasi program kewirausahaan yang ada, dengan tujuan memberikan rekomendasi untuk proses dialog kebijakan, serta merancang dan menerapkan kebijakan kewirausahaan. Ini bertujuan untuk menciptakan pekerjaan yang lebih layak, terutama bagi kaum muda.

Proyek ini akan memanfaatkan keahlian dan pengalaman KSDM-Jamsos dan ILO dalam melaksanakan proyek-proyek Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC) di kawasan ASEAN sejak 2012 di mana telah terbangun catatan kerja sama yang kuat di bidang sumber daya manusia dan jaminan sosial. Pendekatan SSTC memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik di antara negara-negara berkembang yang berbagi tantangan kebijakan dan kelembagaan yang sama.

Untuk pertanyaan media, kontak:

Tarinee Youkhaw
Staf Advokasi & Manajemen Pengetahuan 
youkhaw@iloguest.org