Standar baru organisasi perburuhan internasional (ILO) akan membantu 21,5 juta pekerja rumah tangga

Press release | Bangkok, Thailand | 25 February 2015
Publikasi terbaru Organisasi Perburuhan International (ILO) menyatakan bahwa lebih dari 20 juta pekerja rumah tangga (PRT) di Asia dan Pasifik akan mendapatkan keuntungan dari Standar Model Kompetensi Regional (Regional Model Compentency Standards - RMCS) bagi pekerja rumah tangga. Namun demikian hal ini hanya akan terjadi jika standar RMCS diterapkan kawasan pasar bebas ASEAN, dengan memastikan saling pengakuan terhadap keterampilan pekerja lintas batas.

"Pelaksanaan standar RMCS akan sangat menguntungkan pekerja rumah tangga di kawasan tersebut," kata Tomoko Nishimoto, Wakil Direktur Jenderal dan Direktur Regional untuk Asia dan Pasifik ILO. "Standar RMCS adalah standar acuan tingkat regional dapat digunakan untuk mendukung pengembangan keterampilan yang efisien dan efektif, terutama dengan mengembangkan dan menerapkan pelatihan, menilai hasil latihan, dan menilai kemampuan dan ketrampilan perseorangan."

Data ILO memperkirakan bahwa pada tahun 2010, sekitar 21,5 juta pekerja rumah tangga atau 40,8 persen dari seluruh dunia bekerja di kawasan Asia dan Pasifik.

Standar RMCS meliputi kerja dasar pekerja rumah tangga, termasuk tatalaksana rumah tangga, memasak dan tataboga, pengasuhan bayi dan anak-anak, merawat lansia dan merawat hewan peliharaan dan tanaman. RMCS juga mencakup kompetensi dasar keterampilan berkomunikasi, mengatur dan mengelola pekerjaan mereka sendiri. RMCS juga akan menguntungkan negara-negara yang sedang mengembangkan standar nasional atau sedang melakukan kajian ulang standar yang sudah ada.

"Banyak buruh migran memiliki keterampilan yang mereka peroleh dari negara asal mereka, tetapi tidak semua keterampilan tersebut memiliki sertifikat resmi yang diakui," kata Akiko Sakamoto, Spesialis Senior ILO untuk Keterampilan dan Ketenagakerjaan. "Standar-standar RMCS ini sangat penting untuk melindungi hak-hak pekerja migran dan untuk memastikan reintegrasi yang lebih baik di negara asal mereka."

Publikasi ini, juga dikenal sebagai "Standar Model Kompetensi Regional: Pekerja Rumah Tangga", menekankan bahwa kebijakan dan program pemerintah harus mendorong bagi kelanjutan pengembangan kompetensi dan kualifikasi pekerja rumah tangga, untuk meningkatkan profesionalitas dan peluang kerja mereka.

"Promosi kerja layak bagi pekerja rumah tangga harus didorong. Pengembangan dan pengakuan keterampilan pekerja rumah tangga memainkan peran penting untuk menghadapi tantangan-tantangan ini, terutama integrasi negara-negara ASEAN tahun 2015, " ujar Carmela Torres, Spesialis Senior ILO ILO untuk Keterampilan dan Ketenagakerjaan.

"Kerja sama antar pemangku kepentingan merupakan kunci keberhasilan. ILO, sebagai pelaku penting dalam masalah-masalah perburuhan, berkomitmen untuk memberikan bantuan teknis dan berbagai bentuk masukan dalam hal pengakuan bersama kompetensi keterampilan, "kata Torres.

Publikasi ini disusun oleh para ahli yang bekerja untuk Program Keterampilan Regional (RSP) ILO Asia dan Pasifik. Program ini juga mengelola Laman Platform (CoP) Keterampilan dan Ketenagakerjaan Asia Pasifik, yang merupakan sebuah forum berbasis web dan ruang interaktif untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai topik yang berkaitan dengan keterampilan dan ketenagakerjaan.

Publikasi dapat dibaca di: http://apskills.ilo.org/resources/regional-model-competency-standards-domestic-work

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

Ms Carmela Torres
Spesialis Senior untuk Keterampilan dan Ketenagakerjaan
ILO Regional Asia dan Pasifik

Ms Ruttiya Bhula-or
Programme Officer untuk Program Keterampilan
ILO Regional Asia dan Pasifik

Mr Irham Ali Saifuddin
Programme Officer ILO Jakarta
Email
Tel.: +62 21 3913112

Ms Arum Ratnawati
Kepala Penasihat Teknis
Proyek PROMOTE
ILO Jakarta
Email
Tel.: +62 21 3913112