Indonesia terus kembangkan budaya pencegahan K3 melalui Profil K3 Nasional pertamanya

Indonesia mengambil langkah penting dalam memastikan penerapan budaya pencegahan K3 di negara ini, dengan mengembangkan dan meluncurkan Profil K3 Nasional pertamanya.

News | Jakarta, Indonesia | 08 July 2019
Sugeng Priyanto, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kementerian Tenaga Kerja, dan Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia, bersama-sama membuka meluncurkan Profil K3 Nasional pertama di Indonesia.
Sugeng Priyanto, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kementerian Tenaga Kerja, dan Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia, bersama-sama membuka selubung sampul Profil K3 Nasional, menandai peluncuran resmi Profil K3 Nasional yang pertama untuk Indonesia. Setelah upacara pembukaan, kedua perwakilan dari Kementerian Tenaga Kerja dan ILO ini menandatangani halaman kata pengantar publikasi tersebut.

Di era global ini, kita harus mengantisipasi perubahan yang terjadi di dunia kerja, termasuk perubahan yang mempengaruhi penerapan K3 di tempat kerja."

Sugeng Priyanto, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kementerian Tenaga Kerja
Peluncuran ini dilakukan pada 27 Juni lalu di Jakarta, dihadiri oleh lebih dari 150 pemangku kepentingan terkait dari lembaga kementerian, organisasi pekerja dan pengusaha, Dewan K3 Nasional (DK3N), organisasi pemuda, akademisi, penggiat K3 muda dan media massa.

Profil ini merupakan profil pertama di Indonesia, yang merangkum situasi nasional terkait K3. Profil ini juga meninjau undang-undang dan peraturan saat ini, infrastruktur dan sumber daya K3, serta situasi nasional tentang kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Seperti dijelaskan dalam Rekomendasi ILO No. 197, pembuatan Profil K3 dimaksudkan sebagai dasar untuk merumuskan dan meninjau program K3 nasional, di tingkat nasional dan perusahaan.

Kami sangat mendukung implementasi Profil K3 sebagai bagian dari implementasi Konvensi ILO No. 187 tentang Kerangka Kerja Promosi K3."

Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia
Atas nama Menteri Tenaga Kerja, Direktur Jenderal Sugeng menyerukan tindakan untuk menjadikan penerapan K3 sebagai bagian dari budaya kerja dalam upaya meminimalkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

“Di era global ini, kita harus mengantisipasi perubahan yang terjadi di dunia kerja, termasuk perubahan yang mempengaruhi penerapan K3 di tempat kerja,” katanya seraya menambahkan bahwa pemerintah Indonesia telah menganggap Profil K3 Nasional sebagai instrumen penting bagi penerapan program K3 yang lebih terukur dan untuk memastikan keberlanjutan di masa mendatang.

Sementara itu Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia, berharap bahwa Profil K3 Nasional ini dapat dijadikan sebagai tolok ukur untuk membuat gambaran yang lebih mendalam tentang situasi K3 nasional yang harus terus dipantau, dievaluasi dan diperbarui secara berkala. “Kami sangat mendukung implementasi Profil K3 sebagai bagian dari implementasi Konvensi ILO No. 187 tentang Kerangka Kerja Promosi K3,” jelasnya.

Dukungan serupa juga diungkapkan oleh Fausto Deguzman, Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar AS untuk Indonesia. “Kami sangat mendukung pencapaian yang dilakukan oleh Indonesia dalam memastikan pelaksanaan K3 yang lebih efektif dan terstruktur sebagai bagian dari budaya pencegahan K3 di negara ini,” ujarnya.

Kami sangat mendukung pencapaian yang dilakukan oleh Indonesia dalam memastikan pelaksanaan K3 yang lebih efektif dan terstruktur sebagai bagian dari budaya pencegahan K3 di negara ini."

Fausto Deguzman, Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar AS untuk Indonesia
Indonesia meratifikasi Konvensi ILO tentang Kerangka Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 2006 (No. 187) pada 2015, sebagai upaya mewujudkan komitmen nasionalnya di mana pembangunan ekonomi dan peningkatan produksi nasional tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan K3, dan sebagai upaya mempromosikan budaya K3 nasional.

Peluncuran ini dilakukan oleh ILO melalui Proyek SafeYouth@Work. Proyek SafeYouth@ Work yang didanai oleh Departemen Tenaga Kerja AS (USDOL) yang bertujuan meningkatkan K3 di kalangan pekerja muda hingga usia 24 tahun, serta membangun budaya pencegahan terhadap K3.

Peluncuran ini juga merupakan bagian dari perayaan peringatan 100 tahun berdirinya ILO pada tahun ini. Sebagai bagian dari mandatnya, ILO terus mempromosikan pekerjaan yang layak melalui pengembangan sistem nasional K3, di mana Profil dan Program K3 yang baru merupakan elemen kunci.

Pendanaan Proyek SafeYouth @ Work ILO disediakan oleh Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat berdasarkan perjanjian kerjasama nomor IL-26690-14-75-K-11. Seratus persen dari total biaya proyek atau program dibiayai oleh dana federal, dengan total USD11.443.156,00. Materi ini tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat, juga tidak menyebutkan nama dagang, produk komersial, atau organisasi yang menyiratkan dukungan oleh Pemerintah Amerika Serikat.