Laporan terbaru ILO: Promosikan pertumbuhan pekerjaan produktif di tingkat provinsi

JAKARTA (Berita ILO): Kendati perekonomian dunia masih berjuang agar pulih dari krisis ekonomi, Indonesia mampu mengatasi krisis ini secara lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga dan pertumbuhan ekonominya diperkirakan meningkat semakin cepat dalam beberapa tahun mendatang.

Press release | 21 March 2012

JAKARTA (Berita ILO): Kendati perekonomian dunia masih berjuang agar pulih dari krisis ekonomi, Indonesia mampu mengatasi krisis ini secara lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga dan pertumbuhan ekonominya diperkirakan meningkat semakin cepat dalam beberapa tahun mendatang. Meski pasar tenaga kerja dunia menghadapi defisit pekerjaan yang serius—di mana tingkat pengangguran meningkat sebesar 27 juta jiwa dan hampir 29 juta pekerja diperkirakan sulit berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja—, namun pertumbuhan lapangan kerja di Indonesia telat kembali ke jalur yang tepat.

Kendati demikian, pertumbuhan dalam kegiatan ekonomi dan peluang kerja tidak tersebar secara merata di antara provinsi-provinsi yang ada. Akibat perbedaan kondisi sosio-ekonomi yang beragam dari satu daerah dengan daerah lain serta pembuatan kebijakan yang terdesentralisasi, mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan menghasilkan banyak lapangan kerja membutuhkan adanya intervensi kebijakan yang tepat di tingkat daerah, demikian laporan terbaru Kantor ILO Indonesia. Laporan ini akan diluncurkan dan diliris pada Kamis, 22 Maret, di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, dari pukul 12.00 hingga 16.00 WIB.

Laporan yang berjudul, Tren Sosial dan Ketenagakerjaan di Indonesia 2011: Mempromosikan pertumbuhan lapangan kerja di tingkat provinsi, menguraikan tentang tantangan besar yang masih terus dihadapi pasar tenaga kerja meski tingkat pengangguran berhasil ditekan. Defisit lapangan kerja yang bermutu terlihat jelas di luar pusat-pusat perekonomian dan industri di negeri ini. Sebagai contoh, meski Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat selama satu dasawarsa terakhir, namun sebagian besar lapangan kerja yang ada di Indonesia masih bersifat informal. Pangsa pekerjaan informal sangat bervariasi dari satu daerah ke daerah lain, yaitu dari 27,3 persen di DKI Jakarta hingga 79,8 persen di Papua (kombinasi Papua dan Papua Barat).

“Akibat perbedaan kondisi sosio-ekonomi dari satu provinsi dengan provinsi lain dan tata pemerintahan yang terdesentralisir, sangatlah penting untuk menganalisis tantangan penciptaan lapangan kerja dan mengembangkan kebijakan yang efektif. ILO telah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah dan mitra sosial mengenai hal ini,” kata Peter van Rooij, Direktur ILO di Indonesia. Ia pun menegaskan bahwa “keseimbangan pembangunan secara geografis merupakan aspek penting dalam pertumbuhan yang inklusif dan menghasilkan banyak lapangan kerja.”

Laporan ini menganalisis tren pasar tenaga kerja di tingkat provinsi. “Perekonomian Indonesia akan mempertahankan momentum pertumbuhan dan pertumbuhan lapangan kerja akan terus berlanjut. Tantangannya adalah meningkatkan inklusivitas pertumbuhan ekonomi dan mutu lapangan kerja, terutama di luar pulau Jawa,” kata penulis laporan, Kazutoshi Chatani, yang juga ekonom kantor ILO Jakarta.

Hasil-hasil temuan utama dari laporan ini, lihat ‘Poin-poin penting: laporan Tren Sosial dan Ketenagakerjaan di Indonesia’.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Gita Lingga
Humas
Tel.: +6221 3913112 ext. 115
Email