ILO is a specialized agency of the United Nations

ILO luncurkan esai foto tentang pekerja migran - “Jalan pulang yang panjang: Perjalanan pekerja migran Indonesia”

Semakin banyak kaum perempuan dan laki-laki yang memilih migrasi kerja sebagai jalan terbaik untuk mendapatkan pendapatan yang memadai bagi keluarga mereka dan membebaskan diri dari kemiskinan. Namun, biaya sosial dan ekonomi migrasi bagi para pekerja dan keluarga mereka sangatlah besar, dan kerapkali tidak dipahami dan terdokumentasi dengan baik.

Press release | 26 September 2011

JAKARTA (Berita ILO): Semakin banyak kaum perempuan dan laki-laki yang memilih migrasi kerja sebagai jalan terbaik untuk mendapatkan pendapatan yang memadai bagi keluarga mereka dan membebaskan diri dari kemiskinan. Namun, biaya sosial dan ekonomi migrasi bagi para pekerja dan keluarga mereka sangatlah besar, dan kerapkali tidak dipahami dan terdokumentasi dengan baik.

Sebagai upaya untuk mendokumentasikan kehidupan dan pengalaman migrasi para pekerja rumah tangga migran Indonesia, Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) akan meluncurkan esai foto yang bertajuk “Jalan Pulang yang Panjang: Perjalanan Pekerja Migran Indonesia” pada Kamis, 29 September 2011, pukul 14.00 – 17.00 WIB, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta. Peluncuran ini akan dibuka Muhaimin Iskandar, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Linda Amalia Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Peter van Rooij, Direktur ILO di Indonesia.

Esai foto ini disusun ILO bersama dengan Sim Chi Yin, seorang foto jurnalis Singapura yang kini berbasis di Beijing, Cina. Pengalamannya memberitakan para pekerja migran yang tinggal di Singapura, khususnya para pekerja migran Indonesia, bagi media setempat, yang meliputi penganiayaan fisik, upah yang tidak dibayarkan, tempat penampungan ilegal dan menggenaskan, cedera dan, terkadang, kematian, mendorong dia untuk melakukan perjalanan mengunjungi keluarga dan komunitas pekerja rumah tangga migran di Jawa Tengah, Indonesia.

Chi Yin, di dalam esainya, mengatakan “Selama menulis mengenai perjuangan para pekerja ini, saya sering ditanya oleh orang Singapura: “Jika hal-hal buruk seperti itu terjadi di Singapura, mengapa mereka terus berdatangan?” Pertanyaan ini, di antara pertanyaan-pertanyaan lainnya, mendorongnya menemukan sejumlah jawaban yang tertuang di dalam esai. “Esai ini merupakan upaya mendokumentasikan sketsa-sketsa perjalanan yang dijalani ratusan ribu warga Indonesia setiap tahun, meninggalkan rumah mereka untuk bekerja jauh dari keluarga. Esai ini pun merupakan upaya saya merekam kehidupan yang mereka jalani untuk kembali pulang ke kampung halaman setelah bertahun-tahun bekerja untuk kita—yang kita, sebagai tuan rumah sementara mereka, tidak banyak tahu dan mengerti,” kata dia di dalam esai.

Terdiri dari sekitar 80 foto, esai ini mengilustrasikan perjalanan-perjalanan yang dilakukan para pekerja rumah tangga migran Indonesia melalui siklus migrasi dari tahap pra-keberangkatan dan keberangkatan hingga tahap penempatan dan reintegrasi. Melalui kata-kata mereka sendiri, para pekerja perempuan ini dan keluarga mereka berbicara mengenai kehidupan sehari-sehari, momen-momen menyentuh, keputusan migrasi yang sulit serta sikap kepahlawanan sehari-hari dalam menghadapi masalah keuangan dan kesulitan saat bermigrasi.

“ILO percaya bahwa foto esai ini akan meningkatkan kesadaran dan rasa prioritas masyarakat dan di antara para pembuat kebijakan di Indonesia dan negara-negara tujuan di Asia dan Timur Tengah. ILO juga meyakini kesadaran semacam itu akan membantu pengembangan perlindungan tenaga kerja dan perlindungan hak asasi manusia yang diperlukan, serta prakarsa pembangunan masyarakat ekonomi tersasar yang sangat dibutuhkan kelompok migran dan keluarganya yang masih terbilang miskin dan terus berkembang ini,” ujar Peter van Rooij, Direktur ILO di Indonesia, mengomentari penerbitan esai foto ini.

Peluncuran ini akan diikuti dengan pameran foto, yang memamerkan 20 foto terpilih dari esai foto tersebut, yang akan diselenggarakan pada 2 – 5 Oktober 2011 di Graha Cipta III, TIM, Jakarta. Terbuka untuk umum, pameran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai perjuangan dan kondisi pekerja rumah tangga migran Indonesia dan keluarga mereka. Diskusi interaktif bertajuk “Perjalanan Panjang Meraih Keadilan bagi Pekerja Migran Indonesia” akan digelar pada 5 Oktober dari pukul 14.00 – 17.00 untuk menandai penutupan pameran foto.

Sebagai negara pengirim kedua terbesar, sekitar 700.000 pekerja migran Indonesia pergi ke luar negeri untuk bekerja, khususnya ke Asia Timur dan Tenggara serta Timur Tengah. Dari jumlah tersebut, 78 persen bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Pada 2009, sekitar 4,3 juta warga Indonesia diperkirakan bekerja di luar negeri. Kendati pekerja migran Indonesia merupakan penyumbang devisa Indonesia kedua terbesar, mencapai sekitar US$ 2,4 milyar, banyak dari “para pahlawan devisa” ini mengalami eksploitasi dan penganiayaan di sepanjang proses migrasi, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Esai foto ini disusun oleh ILO melalui Proyek Memerangi Kerja Paksa dan Perdagangan Pekerja Migran Indonesia. Didanai Pemerintah Nowergia, Proyek ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan pekerja migran terhadap praktik-praktik perdagangan dan kerja paksa serta memberdayakan mereka secara keuangan dengan memberikan alternatif-alternatif keuangan hingga kondisi kerja yang berbahaya di luar negeri serta praktik-praktik migrasi.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Lotte Kejser
Kepala Penasihat Teknis Proyek Pekerja Migran ILO
Tel. +6221 3913112 ext. 130
Email

Albert Y. Bonasahat
Koordinator Nasional untuk Proyek Pekerja Migran ILO
Tel. +6221 3913112 ext. 125
Email

Gita Lingga
Humas ILO
Tel. +6221 3913112 ext. 115
Email

Tags: migrant workers, international migration, labour migration

Regions and countries covered: Indonesia

Unit responsible: ILO Country Office for Indonesia

This content is available in
English 
A A+A++  Print  Email
close

Email

ILO luncurkan esai foto tentang pekerja migran - “Jalan pulang yang panjang: Perjalanan pekerja migran Indonesia”

To

Email address:
Separate multiple addresses with a comma (,)

Your details:

Your Name:
Your Email:
Send
Share this content
© 1996-2014 International Labour Organization (ILO) | Copyright and permissions | Privacy policy | Disclaimer